Satwa
Respons Keluhan Nelayan, Polres Aceh Singkil dan BKSDA Pasang Perangkap Penangkap Buaya
Merespons keluhan nelayan, Polres Aceh Singkil bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memasang perangkap penangkap
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Dede Rosadi l Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Nelayan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil kerap berkonflik dengan buaya.
Terutama ketika nelayan sedang menyelam menangkap ikan. Buaya bisa tiba-tiba menyerang dengan ganasnya.
Permasalahan buaya versus manusia itu, dikeluhkan nelayan Pulau Banyak Barat, kepada Kapolres Aceh Singkil AKBP Suprihatiyanto dalam acara Jumat Curhat pekan lalu.
Merespons keluhan nelayan, Polres Aceh Singkil bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memasang perangkap penangkap buaya di lokasi yang selama ini kerap terjadi serangan buaya.
Baca juga: Duel Maut Dua Peternak Bebek di Klaten, Pelaku Hantam Korban hingga Tewas, Ngaku Bela Diri
Kapolres Aceh Singkil AKBP Suprihatiyanto mengatakan tindakan tersebut diambil untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan warga Pulau Banyak Barat.
"Kami berharap dengan penangkapan buaya tersebut, kekhawatiran warga akan berkurang dan mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang," kata Kapolres, Kamis (28/3/2024).
Menurutnya penangkapan dilakukan dengan menggunakan perangkap besi untuk menjamin keamanan buaya dan warga sekitar.
Kapolres Aceh Singkil imbau masyarakat tetap berhati-hati ketika melaut.
Apalagi di luat yang jadi tantangan bukan hanya buaya, melainkan faktor cuaca kerap menjadi ancaman keselamatan nelayan.
"Saya harap masyarakat dapat menjaga keamanan dan selalu waspada,” tutur Kapolres Aceh Singkil AKBP Suprihatiyanto.
Sementara itu warga sampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Kapolres Aceh Singkil.
Warga berharap alat perangkap yang dipasang berhasil menangkap buaya.
Sebelumnya buaya kerap muncul di lokasi nelayan menyelam di sekitar pulau Matahari.
Belakangan buaya bahkan muncul dekat permukiman penduduk yaitu dermaga Haloban.(*)
| Populasi Buaya di Seruway Meningkat, Muncul Isu Diselundupkan ke Thailand |
|
|---|
| Fakta Kucing Merah Kalimantan, Spesies Ikonik dari Hutan Tropis Indonesia yang Terancam Punah |
|
|---|
| Damkar Kerahkan Tim Lagak Evakuasi Ular Kobra Bersarang di Rumah Warga |
|
|---|
| Belum Dievakuasi, Buaya Sepanjang 2, 9 Meter yang Ditangkap Warga Masih Terikat di Darat |
|
|---|
| Warga Tangjungkeramat Tangkap Buaya 2,9 Meter, Sering Mangsa Ternak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Buaya-63j.jpg)