Meugang

Harga Daging Meugang di Pijay 180.00/Kg, Hari Pertama Sempat Mencapai Rp 190.000/Kg

Pada umumnya kisaran ternak yang disembelih untuk menyahuti permintaan warga itu mulai 200 ekor hingga 300 ekor dalam menyahuti meugang.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
BELI DAGING: Warga membeli Daging meugang menjelang bulan suci Ramadhan pada hari kedua meugang di salah satu sudut pusat pasar di Kabupaten Pidie, Senin (11/3/2024). SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL 

Pada umumnya kisaran ternak yang disembelih untuk menyahuti permintaan warga itu mulai 200 ekor hingga 300 ekor dalam menyahuti meugang.


Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Harga daging meugang hari kedua, Senin (11/3/2024) di sejumlah pusat pasar di Pidie Jaya (Pijay) masih bertahan Rp 180.000/Kg.

"Namun sebelumnya pada hari meugang pertama, Minggu (10/3/2024) harga daging rata-rata di jual Rp 190.000/Kg," sebut Abdullah, warga Kecamatan Meureudu, Pijay kepada Serambinews.com, Senin (11/3/2024).

Untuk memenuhi kebutuhan daging meugang di berbagai pusat pasar di negeri berjuluk 'Japakeh' itu setidaknya para pedagang turut menyembelih ratusan ekor ternak,  baik jenis sapi maupun kerbau.

Pada umumnya kisaran ternak yang disembelih untuk menyahuti permintaan warga itu mulai 200 ekor hingga 300 ekor dalam menyahuti meugang.

Meski tergolong harga daging lebih mahal dari hari-hari biasanya dengan harga Rp 140.000/Kg hingga Rp 160.000/Kg, namun warga tetap saja membeli daging meungang pada dua hari menjelang hari puasa meupun lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.

Sebab, hari meugang pada tradisi masyarakat Aceh menjadi hari paling sakral untuk menyantap daging secara bersama keluarga.

"Persoalan mahalnya harga daging tidak menjadi kendala atau masalah,"ujarnya.

Dijelaskan juga, pada.lazimnya untuk memperoleh daging meugang, para masyarakat mendatangi secara langsung pusat pasar di delapan kecamatan maupun pusat pasar di  tingkat kemukiman.

Malah, ada kelompok warga yang secara patungan membeli ternak lalu membagikan secara bersama-sama.

"Pembagiannya dengan tumpukan secara lebih adil,"ungkapnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved