Video
VIDEO - Masjid Istiqamah Leubu Mesjid Tertua di Makmur Bireuen
Masjid ini didirikan pada tahun 1920 yang mulanya berkonstruksi kayu. Kemudian pada tahun 1960 konstruksi kayu berubah menjadi semi permanen
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, - Masjid Jamik Istiqamah yang berlokasi di Desa Leubu Mesjid, Makmur merupakan salah satu masjid tertua di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.
Masjid ini didirikan pada tahun 1920 yang mulanya berkonstruksi kayu. Kemudian pada tahun 1960 konstruksi kayu berubah menjadi semi permanen dan baru tahun 2007 bangunan masjid dibangun menjadi permanen.
Tgk Faisal Ali salah seorang tokoh masyarakat dan juga pengurus masjid tersebut kepada Serambinews.com, Selasa (19/3/2024) mengatakan, imum syik masjid Istiqamah mulanya Tgk Kadhi Umar, kemudian dilanjutkan Tgk M Ali Krung Kale, Tgk M Isa Yusuf, Tgk M Ali Hanafiah kemudian Tgk Marzuki dan sekarang dipimpin oleh Tgk M Yunus Aziz.
Masjid jamik dengan luas bangunan 22 x 24 meter diatas tanah wakaf seluas 1.400 meter ini membawahi tiga gampong yaitu Leubu Mesjid, Kuta Barat, dan Trienggadeng
Pembangunan masjid yang letaknya dekat areal persawahan walaupun belum rampung 100 persen, bentuk bangunan ditata sedemikian megah dan indah.
Pada Senin (18/3/2024) sore, tim safari Ramadhan Pemkab Bireuen melakukan kunjungan ke masjid tersebut diawali dengan santunan anak yatim sampai tarawih bersama. Panitia dan masyarakat setempat mengharapkan uluran tangan dermawan, Pemkab Bireuen dan berbagai pihak lainnya agar masjid yang sedang dibangun segera rampung. (*)
Narator: Suhiya Zahrati
Video Editor: M Anshar
| VIDEO - Polres Langsa Musnahkan 2,5 Kilogram Sabu dari 6 Kasus |
|
|---|
| VIDEO - DPK Aceh Latih 30 Pengelola Perpustakaan Bireuen |
|
|---|
| VIDEO - Yudha Karate STC Lhokseumawe Persembahkan Medali untuk Aceh di Kejurnas Bandung |
|
|---|
| VIDEO - Ratusan Siswa MTsN 1 Bireuen Baca Yasin Bersama Setiap Jumat Pagi |
|
|---|
| VIDEO - Resmi! Empat Wakil Rektor USK Banda Aceh Dilantik Prof Mirza |
|
|---|