Opini
Air untuk Perdamaian
Wilayah Gaza, Palestina, memang sedang menghadapi krisis air bersih yang sangat parah. Bahkan anak-anak pengungsi di wilayah selatan hanya memiliki ke
A Ricky Soehady, ASN Pemerintah Aceh pada Dinas PUPR
SUATU ketika sahabat Sa’ad mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, “Sedekah apa yang paling engkau sukai.” Jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sedekah air.” Penulis kitab ‘Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, Abu ‘Abdirrahman Syarof Al-Haqq Muhammad Asyraf Ash-Shidiqi Al-‘Azhim Abaadi, menjelaskan bahwa air dikatakan sebagai sedekah yang lebih utama karena kemanfaatannya sangat luas untuk urusan agama dan duniawi.
Wilayah Gaza, Palestina, memang sedang menghadapi krisis air bersih yang sangat parah. Bahkan anak-anak pengungsi di wilayah selatan hanya memiliki ketersediaan air sebanyak 10 persen dari yang mereka butuhkan untuk hidup.
Meskipun United Nation Development Program (UNDP) telah memasang 7 unit desalinasi bertenaga surya yang mampu menyediakan air bersih bagi lebih dari 100.000 orang, tetap saja itu masih kurang. Kita memerlukan gencatan senjata demi kemanusiaan, sekarang!
Tentu saja, video yang beredar di dunia maya itu menghinakan akal dan budi umat manusia. Pembunuhan massal yang mengarah kepada genosida, perampasan tempat tinggal dan segala bentuk penjajahan dalam arti yang sebenarnya telah lama terjadi di bumi Palestina.
Selain itu ada juga video yang menunjukkan tentang betapa nyamannya kehidupan masyarakat di Israel dan ironisnya sembari mengejek negara tetangganya, Palestina. Ya, video itu tentang kualitas air dan ketersediaan listrik. Mayoritas masyarakat Israel telah hilang jati diri sebagai manusia.
Hari Air Sedunia pada 22 Maret tahun ini mengambil tema "Air untuk Perdamaian". Saban tahunnya Hari Air Sedunia diperingati, tujuannya adalah untuk mengajak semua pihak mengingat kembali persoalan air serta meningkatkan kesadaran manusia terhadap nasib sebagian manusia lain yang memiliki keterbatasan mendapatkan air bersih yang layak dikonsumsi. United Nation (UN) Water mengkoordinasikannya setiap 22 Maret, dan kita sebagai warga dunia kembali diingatkan.
Manusia mesti menyadari bahwa air dapat menciptakan perdamaian dan bila tidak terkelola dengan baik akan menyebabkan konflik. Ketika air menjadi langka dan tercemar, ketika terjadi kesenjangan atau bahkan sebagian tidak memiliki akses sama sekali terhadap air bersih maka ketegangan akan meningkat baik antar masyarakat maupun antar negara.
Catatan UN Water menyebutkan bahwa lebih dari 3 miliar orang di seluruh dunia bergantung pada air yang melintasi batas negara, namun hanya 24 negara yang memiliki perjanjian kerja sama untuk menggunakan air secara bersama. Palestina dan Israel pasti tidak termasuk di dalamnya. Jangankan untuk memanfaatkan air permukaan, mengumpulkan air hujan saja bagi rakyat Palestina bisa bermasalah karena otoritas Israel mengklaim air hujan adalah milik mereka.
Padahal setiap manusia berdaulat terhadap air atau hak untuk mendapatkan air adalah hak asasi manusia yang sangat penting bagi kesehatan, sistem pangan dan energi, produktivitas ekonomi, dan integritas lingkungan.
Lalu, dengan pola kerja sama yang seimbang dan berkelanjutan untuk kebutuhan setiap orang, air menjadi instrumen penjaga stabilitas serta dapat menjadi katalisator pembangunan berkelanjutan. Sehingga kerja sama yang diharapkan dalam mengatasi persoalan air dapat diwujudkan menjadi kerja sama damai di semua sektor.
Ketika terjadi persoalan seperti konflik, atau timbulnya dampak negatif yang disebabkan perubahan iklim, atau bertambahnya populasi jumlah penduduk baik didalam maupun antarnegara maka perdamaian dan belajar untuk bersatu dalam melindungi serta melestarikan sumber daya yang paling berharga yaitu air adalah di antara kuncinya. Upaya pelestarian dan perlindungan sumber daya air tersebut juga harus menciptakan rasa adil dan setara disebabkan dasar dari perdamaian itu sendiri.
Sumber daya air
Dunia harus bertindak berdasarkan kesadaran bahwa air bukan hanya merupakan sumber daya yang dapat digunakan dan terkadang diperebutkan, namun merupakan hak asasi manusia, yang melekat pada setiap aspek kehidupan.
Pada Hari Air Sedunia tahun ini, para pihak perlu bersatu dan menggunakan air untuk perdamaian, meletakkan dasar bagi masa depan umat manusia yang lebih seimbang dan sejahtera.
Perdamaian dan kemakmuran salah satunya sangat bergantung pada pengelolaan sumber daya air. Ketika negara-negara mengatasi perubahan iklim, migrasi massal, dan kerusuhan politik, mereka harus menempatkan kerja sama di bidang sumber daya air sebagai inti rencana mereka. Dengan bekerja sama dalam bidang air, kita dapat menyeimbangkan kebutuhan air setiap orang dan membantu menstabilkan dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/A-Ricky-Soehady.jpg)