Layanan Kesehatan

RSUDZA dan RSPON Kembali Bekerjasama Lakukan Embolisasi Pembuluh Darah di Otak

Pada pasien tersebut ditemukan AVM pada pembuluh darah otak bagian depan kanan. Sehingga dilakukan tindakan operasi embolisasi.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS/HERIANTO
dr Nasrul Musadir, Sp.S (K) FINA dan Direktur RSUZA, dr Isra Firmansyah, Sp.A, sedang di ruang Cathlab RSUZA, melihat rekaman monitor pembuluh darah yang tersumbat salah satu pasien, di ruang tersebut, beberapa waktu lalu. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Neurointervensi RSUDZA dan RS Pusat Otak Nasional (RS PON) kembali melakukan kegiatan proctoring dalam penanganan pasien yang mengalami Arteriovenous Malformation (AVM) pembuluh darah otak, Kamis (21/3/2024) di RSUDZA, Banda Aceh.

Dari RS PON, kegiatan proctoring ini dihadiri oleh dr Bambang Tri Prasety, Sp.S, FINA. Lalu dari RSUDZA, selain tim neurointervensi juga didukung oleh tim Anestesi yang dipimpin oleh dr Kulsum, SpAN, KNA dan tim cathlab RSUDZA dibawah komando Ners Wati Sulaiman dan para residen Neurologi dan Anestesiologi.

Ketua Tim Neurointervensi RSUDZA, Dr dr Nasrul Musadir Sp.S(K) FINA menjelaskan, AVM merupakan suatu keadaan kelainan bawaan di otak dimana antara pembuluh darah arteri dan vena di otak menyatu dan membentuk suatu gambaran seperti serabut di otak yang disebut nidus. “Sejak RSUDZA membuka pelayanan DSA (Digital Subtraction Angiography), maka AVM ini sudah sangat sering kita temukan” terang dr.Nasrul, ahli neurointervensi satu-satunya di Aceh ini.

Pada tindakan operasi embolisasi yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam tersebut, dilakukan pada pasien laki-laki berusia 48 tahun, asal Matang Glumpang Dua, Bireuen, yang sudah mengalami nyeri kepala terus-menerus sejak 2 tahun lalu. Pada pasien tersebut, ditemukan AVM pada pembuluh darah otak bagian depan kanan.

“Akibat AVM tersebut, menyebabkan tekanan meningkat di kepala, sehingga pasien akan terus mengalami nyeri kepala, dan pada pasien ini akibat AVM yang terus membesar, menyedot sirkulasi dari bagian tengah-depan kepala (arteri cerebri anterior), sehingga dari situ kelihatan tidak ada aliran darah lagi,” lanjut dr Nasrul, yang juga ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi cabang Aceh tersebut.

Katanya, jika tidak ditangani, maka suatu saat saat AVM ini bisa pecah dan menyebabkan pendarahan fatal di otak dan bisa berujung pada kematian.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved