Berita Langsa

DBD Merebak di Langsa, Pasien Capai Puluhan Orang Hingga Maret 2024, Dinkes belum Lakukan Fooging

Sampai hari ini belum adanya dilakukan langkah apa pun oleh dinas terkait yaitu Dinas Kesehatan sebagai penanggung jawab.

Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
KOMPAS.COM
Nyamuk penyebab DBD 

Laporan Zubir | Langsa 

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Langsa belum melakukan langkah apa pun terkait adanya kasus terbaru korban demam berdarah dengue (DBD) di daerah tersebut.

Informasi dihimpun Serambinews.com, Sabtu (30/3/2024), sampai hari ini belum adanya dilakukan langkah apa pun oleh dinas terkait yaitu Dinas Kesehatan sebagai penanggung jawab.

Baik langkah atau tindakan pengasapan (fogging) maupun langkah-langah lainnya sesuai dengan prosedur penanganannya.

Hal itu dikuatkan adanya keterangan warga Komplek Jalan Perumahan Villa Fritama Asri, Dusun Pusara, Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, dimana alamat tempat tinggal anak usia 8 bulan yang terjangkit DBD.

Sedangkan terkait mulai kasus merebaknya DBD di Kota Langsa selama tahun 2024 ini, Serambinews.com yang coba melakukan konfirmasi ulang kembali kepada Kepala Dinkes Langsa, dr Akbar via WhatshApp, juga belum ada tanggapan apa pun darinya, Sabtu (30/3/2024). 

Kasus DBD merebak

Kasus demam berdarah dengue atau DBD kini mulai merebak dan menjadi momok berbahaya bagi masyarakat Kota Langsa.

Data dihimpun Serambinews.com dari Yanmed (Pelayanan Medis) RSUD Langsa mengungkapkan, bahwa hingga memasuki bulan Maret 2024, tercatat sebanyak 43 pasien positif DBD dirawat di rumah sakit tersebut.

Informasi dihimpun Serambinews.com, Jumat (29/3/2024), mayoritas pasien terjangkit DBD disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini adalah anak-anak usia balita maupun batita. 

Data kasus terbaru positif DBD diperoleh Serambinews.com, menimpa anak usia 8 bulan di Lorong Komplek Pritama, Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro.

Balita tersebut, sejak Kamis (28/3/2024), hingga saat ini masih dalam perawatan di ruang PICU RSUD Langsa dengan diagnosa dokter bahwa positif DBD.

Namun hingga kni belum ada tindakan apapun dari Dinkes Kota Langsa untuk melakukan fogging atau pengasapan di lokasi balita itu tinggal.

Sehingga kasus serupa masih mengancam warga sekitar.

Sebab nyamuk Aedes Aegypti ini diduga masih ada di sekitar komplek perumahan tersebut. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved