Jurnalisme Warga
BGP Provinsi Aceh Buka Jendela Ilmu dan Kreativitas dengan Menulis
Dari sekian banyak pelatihan yang dilaksanakan oleh BGP Provinsi Aceh, saya tertarik mengulas sebuah langkah maju dalam dunia pendidikan Aceh terwujud
BAIHAKI, Redaktur Thejurnal.id, melaporkan dari Banda Aceh
Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Aceh dalam menjalankan tugas berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.
Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Aceh saat ini dijabat oleh Teti Wahyuni SSi MPd. Saat saya bincang-bincang dengan beliau dijelaskannya tugas dan fungsi dari BGP tersebut.
Teti Wahyuni menuturkan, Balai Guru Penggerak mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan pengawas sekolah.
Ibu yang memiliki sosok peramah ini menyebutkan fungsi BGP, yaitu:
1) pelaksanaan pemetaan kompetensi guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan pengawas sekolah;
2) pengembangan model peningkatan kompetensi guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan pengawas sekolah;
3) pelaksanaan peningkatan kompetensi guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan pengawas sekolah;
4) pelaksanaan fasilitasi peningkatan kompetensi guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan pengawas sekolah;
5) pelaksanaan supervisi peningkatan kompetensi guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan pengawas sekolah;
6) pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pengembangan dan pemberdayaan guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan pengawas sekolah;
7) pelaksanaan kemitraan di bidang pengembangan dan pemberdayaan guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan pengawas sekolah; dan 8) pelaksanaan urusan administrasi.
Dari sekian banyak pelatihan yang dilaksanakan oleh BGP Provinsi Aceh, saya tertarik mengulas sebuah langkah maju dalam dunia pendidikan Aceh terwujud melalui kegiatan pelatihan guru menulis. BGP Provinsi Aceh menyelenggarakan "Pelatihan Peningkatan Kemampuan Guru dalam Menulis Karya Tulis Ilmiah untuk Pengembangan Diri."
Saya sendiri selaku Redaktur Thejurnal.id menjadi salah seorang yang berkesempatan menjadi narasumber, tentunya harus banyak belajar dengan penulis-penulis hebat.
Di antara penulis hebat itu ada wartawan senior, Yarmen Dinamika yang menjabat Redaktur Harian Serambi Indonesia dan Prohaba.
Kiprahnya sebagai jurnalis dan penulis buku tentu tidak diragukan lagi. Pria yang suka berbagi ilmu ini tentu saya bisa belajar lebih mendalam lagi di bidang jurnalistik.
Kemudian ada narasumber, Khairuddin MPd, beliau ini adalah Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara.
Ia juga pernah menjabat Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan juga pernah menjadi juara I guru SMA berprestasi tingkat Provinsi Aceh.
Selanjutnya ada Faisal ST yang kini menjabat Kepala SMK Negeri 1 Julok, Kabupaten Aceh Timur, dia merupakan Ketua IGI Daerah Aceh Timur yang juga pernah meraih juara satu guru SMK berprestasi tingkat Provinsi Aceh.
Seterusnya ada Jon Darmawan MPd, Guru SMA Negeri 7 Lhokseumawe yang kini sedang menyelesaikan studi S-3 di Kampus Unimed, Medan.
Mereka bertiga merupakan tim pengembangan informasi dan teknologi (IT) Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Aceh. Opini mereka sering muncul di Harian Serambi Indonesia.
Terakhir ada Sarlivanti MPd, merupakan Kepala SMA Sukma Bangsa Kota Lhokseumawe yang tulisannya pernah nongol di media-media nasional.
Pelatihan gelombang I ini berlangsung empat hari, dari tanggal 25 hingga 28 Maret 2024 di Hotel Rasamala Banda Aceh, dan pada gelombang II dilaksanakan pada 1 sampai 4 April 2024 di tempat yang sama.
Kegiatan ini dihadiri oleh 120 guru mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK yang berasal dari 23 kabupaten/kota Aceh.
Dengan semangat yang tinggi, para guru berkumpul untuk meningkatkan kemampuan menulis mereka, sebuah keterampilan penting yang akan mereka tularkan kepada generasi penerus bangsa.
Dalam sambutannya, Teti Wahyuni menekankan pentingnya kegiatan ini dan mengajak para peserta untuk mengikuti setiap sesi dengan serius.
Kita tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga untuk menginspirasi dan memotivasi guru lain di daerah kita.
Ia juga berharap bahwa pelatihan ini akan menghasilkan produk-produk kreatif yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi dunia pendidikan.
Kata Teti, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya BGP Provinsi Aceh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat lebih efektif dalam mengajar dan membimbing siswa dalam proses belajar yang kreatif dan inovatif.
Lebih lanjut Teti menyampaikan, para peserta pelatihan akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dari para ahli menulis dan berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengajaran menulis.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antarguru, yang akan memperkuat jaringan pendidikan di Aceh.
"Kegiatan pelatihan guru menulis ini diharapkan akan membuka jendela ilmu dan kreativitas, serta memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan pendidikan di Aceh," ungkapnya.
Menurut Teti, kompetensi menulis karya ilmiah, termasuk karya ilmiah populer, dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Sebab, melalui karya-karya tulisnya, guru dapat mentransfer pengetahuan dan menularkan berbagai praktik baik (best practice) kepada khalayak, terutama kepada anak didiknya.
Ia menekankan bahwa menulis bukan hanya tentang menghasilkan karya, melainkan juga tentang proses refleksi dan pemahaman yang lebih mendalam.
Melalui tulisan-tulisannya, guru dapat mempersuasi masyarakat untuk lebih yakin dan optimis bahwa dengan pendidikan, kualitas kehidupan sosial ekonomi kita akan lebih baik.
Peran media
Peran pers atau media massa sebagai lembaga yang melakukan kontrol sosial, tidak bisa dianggap sebelah mata terlebih dalam memberitakan informasi yang seutuhnya berdasarkan fakta di lapangan secara masif.
Apalagi di era sekarang semua instansi pemerintah dan swasta harus berkolaborasi untuk mewujudkan sebuah kemajuan bagi kemaslahatan.
Khusus bagi guru-guru di Aceh banyak yang mampu menulis artikel atau opini. Namun, mereka tidak tahu harus ke mana dipublikasikan. Di sinilah peran media untuk memublikasikan karya guru.
Harian Serambi Indonesia salah satu media cetak terbesar di Aceh, selama ini telah membantu memublikasikan opini atau jurnalisme warga yang ditulis oleh guru, tentunya dengan memenuhi kriteria untuk dimuat.
Media memiliki peran penting dalam membentuk citra positif pendidikan kita. Dengan memublikasikan tentang hal-hal baik yang terjadi di dunia pendidikan, tentunya dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan arti penting pendidikan dalam mencapai kemajuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/BAIHAKI-Redakdur-Pelaksana-The-jurnalid-melaporkan-dari-JeuniebBireuen.jpg)