Idul Fitri 1445 H
Tata Cara Mandi Sebelum Idul Fitri, Lafaz dan Niat Doanya
Adapun yang sekedar sah, maka cukup bagi seseorang melakukan yang wajib saja tanpa melakukan perkara-perkara sunah.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM – Mandi untuk mensucikan diri ini banyak dilakukan oleh wanita, pria dan bahkan remaja maupun anak-anak saat pagi di hari raya Idul Fitri.
Berikut ini adalah lafaz dari niat mandi sunnah Idul Fitri:
نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'il hadasil akbari fardlal lillaahi ta'aalaa
Artinya: Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah ta'ala.
Lantas, apa hukum dari mandi sunnah Idul Fitri ini?
Syekh al-Baijuri dalam kitab Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al-Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja’, menjelaskan bahwa seseorang diperkenankan melaksanakan mandi sunnah ini mulai tengah malam atau 1 Syawal pada waktu dini hari.
ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل
"Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam."
Namun, Syekh Sulaiman al-Bujairimi dalam kitab Tuhfah al-Habib ‘Ala Syarh al-Khathib menekankan bahwa waktu pelaksanaan mandi sunnah yang lebih utama adalah pada setelah terbit fajar.
Adapun yang dimaksud adalah mandi ini dianjurkan pada rentang waktu setelah Shalat Subuh hingga menjelang waktu pelaksanaan shalat Idul Fitri.
Mandi sunnah Idul Fitri adalah amalan yang dianjurkan sebagai persiapan menyambut hari raya Idul Fitri dengan hati yang bersih dan suci.
Rukun Mandi
1. Membaca Niat
Membaca niat ini bisa diungkapkan dalam hati. Namun, lebih baik jika mampu melafalkan secara lisan.
2. Membasuh seluruh bagian luar tubuh, termasuk rambut dan bulu
Idul Fitri
mandi Idul Fitri
doa mandi wajib idul fitri
niat mandi idul fitri
tata cara mandi wajib
tata cara mandi sebelum idul fitri
mandi
Serambi Indonesia
Serambinews
| Beda Idul Adha 1445 H di Indonesia dan Arab Saudi, UAS Tegaskan Tak Perlu Ribut: Ikuti Pemerintah |
|
|---|
| Kapan Waktu Terbaik Mengerjakan Puasa Syawal? Simak Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| Haruskah Puasa Syawal Dilaksanakan Berturut-turut 6 Hari? Ternyata Lebih Utama Begini |
|
|---|
| Ini Waktu yang Tepat Menjalani Ibadah Puasa 6 Hari di Bulan Syawal |
|
|---|
| Tetap Berpuasa Syawal atau Batalkan Demi Hormati Tuan Rumah Saat Bertamu? Begini Anjuran Rasulullah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-mandi-19.jpg)