Berita Luar Negeri

Israel Didesak Serang Balik Iran, Netanyahu Tunggu Perintah Joe Biden, Teheran Beri Ancaman

Laporan tiga pejabat Israel mengatakan, Menteri Benny Gantz dan Gadi Eisenkot menekan Perdana Menteri Netanyahu untuk segera melakukan serangan balik.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Jim WATSON / AFP
Presiden AS Joe Biden berjabat tangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka bertemu di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-78 di New York City pada 20 September 2023. 

Israel Didesak Serang Balik Iran, Netanyahu Tunggu Perintah Joe Biden, Teheran Beri Ancaman

SERAMBINEWS.COM – Sejumlah politikus Israel mendesak dan menekan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk segera membalas serangan Iran.

Hal itu diungkapkan menteri Benny Gantz dan Gadi Eisenkot dalam rapat pertemuan kabinet pada Minggu (14/4/2024) dini hari WIB setelah Iran melancarkan serangan udara terhadap Israel.

Laporan tiga pejabat Israel mengatakan, Menteri Benny Gantz dan Gadi Eisenkot menekan Perdana Menteri Netanyahu untuk segera melakukan serangan balik.

Namun Kantor Perdana Menteri Israel membantah laporan ini dan menyebutnya sebagai pemutar balikan fakta.

Gantz dan Eisenkot dilaporkan mengeluarkan pendapat bahwa semakin lama Israel menunggu untuk menanggapi pemboman Iran, semakin sedikit dukungan internasional yang mereka dapatkan dalam melakukan hal tersebut.

Mereka juga mengklaim bahwa serangan balik segera, yang diluncurkan ketika pesawat tak berawak Iran masih dalam perjalanan menuju Israel, akan mencegah gelombang lain dan mengakhiri konflik. 

PM Netanyahu
PM Netanyahu (Kloase SERAMBINEWS.COM /AFP)

Baca juga: ‘Keputusan Berani’ Hizbullah Memuji Serangan Iran Terhadap Israel: Mereka Menggunakan Hak Hukumnya

Menurut laporan itu, Netanyahu dan anggota kabinet perang lainnya menolak serangan balik langsung.

Mereka malah menunggu untuk melihat berapa banyak korban, dan berapa banyak kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan Iran

Hingga Minggu (14/5/2024) malam, seorang anak perempuan berusia 7 tahun masih dalam kondisi kritis, terluka akibat serangan tersebut.

Kerusakan ringan terjadi di Pangkalan Udara Nevatim, namun tetap masih berfungsi.

Israel memperkirakan bahwa mereka mencegat 99 persen serangan Iran.

 

Netanyahu Tunggu Perintah Joe Biden Sebelum Lancarkan Serangan Balik

PM Netanyahu masih dan ingin menunggu panggilan telepon dengan Presiden AS, Joe Biden sebelum melakukan serangan balik ke Iran.

Netanyahu juga dilaporkan ingin menunggu sampai dia berbicara dengan Presiden AS Joe Biden sebelum melancarkan serangan balasan. 

“Ada beberapa pilihan untuk melakukan pembalasan,” kata seorang pejabat, dilansir dari Jerusalem Post.

 

Iran Akan Serang Israel Lagi Jika Tel Aviv Lakukan Serangan Balasan

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Mohammad Bagheri, mengatakan pihaknya akan menyerang Israel lebih besar lagi jika Tel Aviv melakukan serangan balasan.

Tak hanya itu, Iran juga memperingatkan Washington bahwa dukungan apa pun terhadap serangan balasan Israel akan berakibat buruk.

Bagheri menegaskan pihaknya tak akan segan-segan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS).

 "Respons kami akan jauh lebih besar dibandingkan serangan malam ini jika Israel melakukan serangan balasan," kata Bagheri kepada TV pemerintah, Minggu (14/4/2024), dilansir The Guardian.

Pejabat Iran menambahkan negara-negara tetangga mereka telah diberi tahu beberapa hari sebelum serangan udara ke Israel terjadi.

Saat berbicara kepada duta besar asing di Teheran, Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian, mengatakan pihaknya juga telah memebri tahu AS bahwa serangannya terhadap Israel akan "terbatas" dan untuk penahanan diri.

Iran telah melancarkan serangan ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam dan Minggu (14/4/2024) dini hari.

Serangan itu merupakan balasan atas aksi Israel di konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang menewaskan 13 orang, termasuk jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Belum ada konfirmasi resmi mengenai berapa jumlah pasti drone atau rudal balistik dan jelajah yang dikirim Iran ke Israel.

Namun, militer Israel mengatakan Iran meluncurkan lebih dari 300 drone.

Pemimpin Iran Sayyed Ali Khamenei mengunjungi pameran prestasi kedirgantaraan Korps Garga Revolusi Islam didampingi Panglima Angkatan Bersenjata di Iran pada 19 November 2023.
Pemimpin Iran Sayyed Ali Khamenei mengunjungi pameran prestasi kedirgantaraan Korps Garga Revolusi Islam didampingi Panglima Angkatan Bersenjata di Iran pada 19 November 2023. (SERAMBINEWS.COM/Kantor Sayyed Ali Khamenei)

Drone Iran telah menjadi berita utama internasional selama beberapa tahun terakhir, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Para pejabat Ukraine mengatakan drone Shahed milik militer Rusia rancangan Iran terus menghujani wilayah mereka.

Drone kamikaze Shahed-136 yang membawa hulu ledak relatif kecil dengan berat sekitar 50kg (110 pon) digunakan dalam serangan terhadap Israel, televisi pemerintah Iran mengatakan pada Minggu.

Dilansir AlJazeera, saluran Telegram yang berafiliasi dengan IRGC mengatakan Shahed-238, yang ditenagai oleh turbojet, juga digunakan dalam serangan itu.

Model 238 memiliki beberapa kemampuan manuver untuk kecepatan yang jauh lebih tinggi yang diyakini mencapai 600kmph (372mph).

Iran telah lama dikenal memiliki persenjataan rudal terbesar dan paling beragam di Timur Tengah, tetapi sejauh ini ini merupakan uji coba terbesar atas kemampuannya.

Televisi pemerintah Iran mengatakan rudal balistik jarak jauh Emad dan rudal jelajah Paveh digunakan untuk menyerang Israel.

Dalam latihan militer skala besar yang mencakup simulasi serangan terhadap pangkalan udara Palmachim di Israel pada Februari 2024 lalu, IRGC menggunakan rudal Emad dan meluncurkan rudal balistik Dezful dari kapal perang.

Iran juga memiliki Fattah, rudal balistik hipersonik yang secara teori dapat tiba di Israel hanya dalam waktu tujuh menit, bersama dengan varian rudal jelajah dari jenis yang sama.

Namun, tidak ada indikasi rudal tersebut digunakan dalam serangan Minggu pagi.

Apa pun yang terjadi, dalam serangan besar-besaran selama beberapa jam, Iran berhasil melancarkan serangan drone dan rudal terbesar yang pernah terjadi yang mencakup jarak terjauh dalam operasi militer sesungguhnya.

"Operasi tersebut mencapai tingkat keberhasilan yang melebihi ekspektasi kami," kata Panglima IRGC, Hossein Salami.

Ia juga menambahkan proyektil tersebut hanya menargetkan lokasi militer Israel, termasuk pangkalan udara Nevatim di gurun Negev yang diduga digunakan untuk melancarkan serangan Zionis ke konsulat Iran di Suriah.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved