Globalink Network 2024

Kiprah Ismail Rasyid, CEO PT. Trans Continent, di Industry Logistics & Supply Global

PT Trans Continent, perusahaan multimoda transport milik pengusaha asal Aceh, Ismail Rasyid, menjadi sponsor utama (gold sponsor) pertemuan tahunan pa

Editor: mufti
serambinews
Kiprah Ismail Rasyid, CEO PT Trans Continent di Pertemuan Pengusaha Logistik Dunia 

PT Trans Continent, perusahaan multimoda transport milik pengusaha asal Aceh, Ismail Rasyid, menjadi sponsor utama (gold sponsor) pertemuan tahunan para pengusaha  yang tergabung dalam salah satu Asosiasi Worldwide Transportasi Logistics & Supply Chain tahun 2024 di Bali.

Tahun ini, para pengusaha yang bergabung dalam Globalink Network dan Global Value Network 2024, mengadakan pertemuan rutin tahunan, di Grand Hyatt Hotel, Nusa Dua Bali, sejak tanggal 22 hingga 25 April 2024.

Pada Senin (22/4/2024), Serambi berkesempatan melihat langsung proses persiapan pembukaan kegiatan di Ballroom Grand Hyatt Hotel Nusa Dua Bali, serta kegiatan tamah ramah cocktail party, yang berlangsung sangat meriah dan penuh keakraban pada Senin (22/4/2024) malam.

Pada hari pembukaan, Selasa (23/4/2024), berlangsung meriah dan sangat berkelas. Nuansa global sangat terlihat dengan hadirnya pengusaha dari mancanegara dalam Ballroom Grand Hyatt, salah satu hotel mewah terluas di Bali.

Ismail Rasyid bahkan didapuk untuk berbicara di hadapan ratusan pengusaha mancanegara. Dalam sambutan itu, pengusaha asal Matangkuli, Aceh Utara, itu mendapat applaus dari partner berbagai perusahaan.

Setelah acara pembukaan dan perkenalan para pengusaha dan perusahaan dari berbagai dunia. Dilanjutkan dengan pertemuan para delegasi dari masing-masing perusahaan. Mereka melakukan pertemuan one by one, untuk membicarakan potensi dan garapan di masing-masing negara. Karena sebelumnya tiap perwakilan perusahaan sudah membooking untuk bertemu dengan perwakilan perusahaan lain.

Tiap sesi pertemuan berdurasi 20 menit untuk membicarakan berbagai kepentingan bisnis dengan partnernya. Kemudian panitia acara akan membunyikan lonceng tanda tiap sesi selesai. Selanjutnya perwakilan tiap perusahaan akan berbicara dengan partner bisnis perusahaan lain dengan waktu yang sama. Terlihat perwakilan tiap perusahaan menggunakan waktu 20 menit dengan serius untuk membicara bisnis yang saling menguntungkan.

Bahkan Ismail Rasyid terlihat bertemu dengan berbagai perwakilan perusahaan mancanegara. Putra Aceh itu membahas kerjasama dan prospek bisnis di Tanah Air. Saking banyaknya perusahaan mancanegara yang membooking pertemuan dengan perusahaan Trans Continent, Ismail Rasyid juga menugaskan perwakilan perusahaan multi moda itu untuk bertemu dengan partner bisnis dari mancanegara.

Pertemuan one by one ini akan berlangsung hingga Kamis, dan setelah itu dijadwalkan penutupan Annual Meeting di tepi pantai yang sangat indah di Nusa Dua, Bali. Ismail Rasyid mengatakan, acara Annual Global Meeting ini untuk memperkuat hubungan sesama anggota di mana bisnis yang dijalani di berbagai negara.

"Saya pikir dalam pengembangan bisnis dan secara konsisten tetap perlu memperkuat network. Karena tanpa adanya jaringan yang kuat maka pekerjaan yang sekarang ini tak bisa dikerjakan sama sekali. Jadi di bisnis ini, pertemuan seperti itu sangat penting. Di sini kita bisa menemukan partner-partner baru dan juga sahabat lama yang sudah berdiri dan bekerja sama puluhan tahun," ujarnya.

Tujuan utama acara ini, kata Ismail Rasyid, memberi kesempatan bagi anggota masing masing untuk  mereviews bisnis, mendiskusikan prospek-prospek pekerjaan yang akan datang dan mengevaluasi pekerjaan yang sudah dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu. Rata-rata member di sini ada berada sekitar 20 tahun, wejak grup global network ini  didirikan.

"Dan sekarang anggota kita ada di 80 negara dengan 160 member. Hari ini hadir sekitar 139 perusahaan dari 60 negara. Acara ini mulai dari kemarin (Senin-red). Hari ini (Selasa) kita mendapatkan kesempatan untuk one by one meeting dengan masing-masing partner yang sudah saling booking untuk mendiskusikan bisnis," ujarnya.

Di sini, kata Ismail Rasyid, juga melakukan pertemuan penguatan bisnis-bisnis yang sedang berjalan. Karena di dalam bisnis ini banyak sekali yang sifatnya lebih spesialisasi. Ada yang ahlinya di bidang transportasi , storage, dan handling farmasi, Heavy lift shipment, life animal ( binatang hidup ) frozen Food-Consuler Good - dll.   Itu memerlukan pengetahuan khusus untuk menghandle. Seperti kemarin obat-obatan yang dibutuhkan masa covid-19. Itu juga perlu keahlian khusus. Ada juga yang bekerja seperti di bidang kaitannya dengan militer, bahan peledak, dan barang-barang lainnya.

"Ya seperti kita ini, kita juga masuk salah satu perusahaan yang menghandle barang berbahaya, beracun. Salah satunya adalah ekspolisive yang untuk kepentingan nonmiliter, tapi kepentingan komersial seperti pertambangan. Jadi di dalam grup ini ada banyak ahli yang bekerja di bidang tersebut," ujarnya.

Sebenarnya, kata Ismail Rasyid, kalau ada kegiatan antar negara-negara, mereka memerlukan skill khusus di negaranya yang terkoneksi dengan pemerintah. Koneksi dengan pemerintah dan mengetahui regulasi nasional maupun regulasi internasional. Begitu juga dengan di negara Indonesia harus mengikuti standar yang sangat tinggi yang berkaitan dengan pengawasan-pengawasan barang berbahaya, beracun dan barang seperti bahan peledak, pengangkutan BBM, dan pengangkutan gas. Jadi ini menyangkut dengan aspek safety dan security, baik itu untuk pemilik maupun dengan negara dan barang itu sendiri

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved