PDIP Nayatakan Keluarga Jokowi Buka Kadernya Lagi, Gibran: Enggak Apa-Apa
Konflik Jokowi dengan PDIP tampaknya sudah pecah. PDIP menyatakan bahwa Jokowi bukan kader Banteng lagi.
"Itu yang kami inginkan supaya jangan ada justice delay. Jadi keadilan yang terlambat nanti kalau buru-buru ditetapkan. Bersabar, beri kesempatan hukum untuk menentukan apakah penguasa yang menyalahgunakan kekuasaan ini sudah patut untuk memutuskan atau menetapkan," kata Gayus.
Dia menegaskan permohonan yang diajukan ke PTUN secara hukum berbeda dengan yang dimohonkan para pihak pemohon di Mahkamah Konstitusi (MK) RI.
Jika di MK menyidangkan mengenai hasil proses pemilu, sementara di PTUN menelusuri bahwa apakah ada pelanggaran oleh pejabat negara yang bernama KPU.
"Dan apakah ada pelaksanaan pemilu yang dilakukan oleh penguasa aparatur negara yang menyimpang, ini tugas kami. Sehingga apa yang kami ajukan adalah satu proses yang bermuara kepada apa yang disebut sebagai dalam bahasa hukum administrasi," terangnya.
Dalam gugatan di PTUN, Gayus menyatakan pihaknya akan menyodorkan adanya pelanggaran-pelanggaran sehingga hasil pemilunya berubah atau ada konflik lainnya.
Selain itu, Tim Kuasa Hukum PDIP juga ingin menunjukkan adanya pelanggaran proses oleh KPU.
"Kami harapkan agar keputusan hakim ini yang memiliki ruang hukum untuk melakukan prosesnya yaitu harapan kami KPU harus bisa menyadari, KPU harus taat hukum, hukum itu bisa berdaulat di negara ini yang menunda penetapan pasangan yang dianggap menang yang sudah final and binding yang tidak begitu utuh karena masih ada persoalan baru yang dipersoalkan di pengadilan lainnya yaitu Pengadilan Tata Usaha Negara yang akan menyidangkan apakah ada pelanggaran, apakah ada pembiaran itu kira-kira," kata Gayus.
Anggota Tim Kuasa Hukum DPP PDIP lainnya, David Surya menambahkan, salah satu dalil yang diajukan pihaknya ialah adanya tindakan faktual yang dilakukan oleh KPU yang dianggap melawan hukum.
"Dan kami tadi juga sudah menyampaikan di hadapan ketua yang memimpin proses dismissal, kami sudah menyampaikan bahwa ini berbeda dengan rezim hukum pemilu, ini rezim hukum administrasi pemerintahan dan tentunya karena yang menjadi tergugat adalah KPU. Akhirnya memiliki konsekuensi terhadap tindakan-tindakan yang nantinya diambil oleh KPU," kata David.
Sementara anggota tim hukum lainnya, Alvon Kurnia Palma mengatakan ada tindakan yang dilakukan oleh pejabat atau usaha negara dalam hal ini KPU yang seharusnya dikualifikasikan menjadi dua bentuk.
"Pertama tindakan. Kemudian yang kedua adalah pembiaran. Itu dikatakan sebagai commission dan omission. Nah, di mana letak adanya omission kami melihat bahwa KPU itu kan harus bertindak berdasarkan peraturan perundangan-perundangan salah satunya adalah Peraturan KPU Nomor 19. Nah, faktualnya KPU pada saat menerima pendaftaran Itu tidak berdasarkan Peraturan KPU nomor 19 dan tidak juga berdasarkan peraturan KPU nomor 19. Karena peraturan KPU Nomor 23 itu tidak bisa berlaku surut," kata Alvon.
"Artinya harus kepada Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2023. Nah, kalau itu artinya Gibran dan kemudian Prabowo itu tidak bisa terdaftar," jelas Alfon.
(*/tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul PDIP Tegaskan Keluarga Jokowi Buka Kader Banteng Lagi, Gibran Balas Menohok: Enggak Apa-Apa
Baca juga: Ibu Dua Orang Anak Ini Mengaku Sudah Setengah Tahun Ditinggal Suami, Bagaimana Hukum Pernikahannya?
Baca juga: Sosok Chandrika Chika, Selebgram yang Diciduk Konsumsi Ganja, Terkenal Lewat Joget Papi Chulo
| Disdikbud Banda Aceh Beri Pelatihan dan Motivasi untuk 179 Guru Diniyah |
|
|---|
| Hadapi Lonjakan Reaktivasi BPJS Kesehatan, Dinsos Aceh Selatan Siapkan Tiga Operator |
|
|---|
| CoFounder ESAS dan Himpunan Alumni IPB Aceh Dorong Hutan Kota Tibang Jadi Kebun Raya Kota Banda Aceh |
|
|---|
| BAA Talks, Illiza Kenalkan Banda Aceh Academy |
|
|---|
| Plt Sekda Abdya Lantik Ali Murtaza Sebagai Pj Keuchik Pantai Perak Susoh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Cawapres-nomor-urut-2-Gibran-Rakabuming-Raka-dalam-debat-cawapres.jpg)