Rabu, 6 Mei 2026

Berita Aceh Besar

Pesawat Angkatan Udara AS Terekam Radar Tinggal Landas dari Aceh, Ada Apa?

Sebuah pesawat milik Angkatan Udara Amerika Serikat, Selasa (30/4/2024) sore, terekam radar mendarat dan kemudian terbang kembali dari Bandara SIM

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hendri Abik | Editor: Muhammad Hadi
Kolase SERAMBINEWS.COM
Sebuah pesawat milik Angkatan Udara Amerika Serikat, Selasa (30/4/2024) sore, terekam radar mendarat dan kemudian terbang kembali dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar. Hal ini diketahui dari rekaman layar (capture) aplikasi flighradar24 yang diperoleh Serambinews, dari seorang akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM – Sebuah pesawat milik Angkatan Udara Amerika Serikat, Selasa (30/4/2024) sore, terekam radar mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar.

Kemudian terbang kembali dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar.

Hal ini diketahui dari rekaman layar (capture) aplikasi flighradar24 yang diperoleh Serambinews.com, dari seorang akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, sore tadi.

Saat dikonfirmasi Serambinews.com dari sumber Penerbangan dari Bandara SIM, membenarkan adanya pesawat milik Angkatan Udara Amerika Serikat yang mendarat sesaat di Bandara SIM.

“Unschedule, refuel saja, rute: Sri Lanka-BTJ-Thailand,” demikian bunyi pesan singkat dari sumber Serambinews.com.

Baca juga: Dua Peluang Timnas U-23 Indonesia Merebut Tiket Olimpiade 2024 Paris, Ini Jadwalnya

Artinya, pesawat milik Angkatan Udara Amerika Serikat itu, terbang dari Sri Lanka menuju Thailand.

Pesawat itu hanya singgah sebentar di Sultan Iskandar Muda Aceh, untuk mengisi bahan bakar.

Dan pesawat tersebut mengantongi izin terbang dan mendarat di Indonesia.

Berdasarkan keterangan di aplikasi flighradar24, pesawat milik militer Amerika Serikat yang singgah di Bandara SIM Selasa sore tadi adalah jenis Dornier C-146A Wolfhound.

Pesawat ini terekam di flighradar24 lepas landas dari Bandara di Aceh Besar pada pukul 18.40 WIB.

Dikutip americanspecialops.com, pesawat C-146A merupakan varian militer dari pesawat bertenaga turboprop Dornier 328 yang lebih umum digunakan sebagai pesawat komersial.

Baca juga: Houthi Yaman Tembak Jatuh Pesawat Tempur Tanpa Awak Super Canggih Milik Amerika Serikat

Dalam Komando Operasi Khusus Angkatan Udara Amerika Serikat (AFSOC), 

pesawat ini digunakan dalam peran penerbangan non-standar yaitu penyisipan rahasia, ekstraksi, dan pasokan pasukan operasi khusus.

AFSOC mengoperasikan armada pesawat intra-teater ringan dan menengah yang mencakup U-28A, C-145A Skytruck dan C-146A Wolfhound.

Baca juga: Wisata Bandara SIM: Pengunjung Banyak, Pesawat Minim

Dalam peran militer, C-146A telah dikonfigurasi dengan pencahayaan khusus yang kompatibel dengan NVG di dek penerbangan dan kabin.

Meskipun tidak diungkapkan kepada publik, C-146A 

kemungkinan memiliki perlengkapan komunikasi yang aman serta kemampuan untuk menyesuaikan dengan sistem bantuan pertahanan (DAS).

Baca juga: Jadwal Timnas U-23 Indonesia vs Irak, Perebutan Juara 3 dan Tiket Olimpiade 2024 Paris

Kabin C-146A dapat dikonfigurasi ulang dengan kombinasi penumpang dan kargo yang berbeda, termasuk pengaturan evakuasi korban (CASEVAC)

Pesawat ini dapat mengangkut hingga 27 penumpang atau 6.000 pon kargo atau 4 pasien CASEVAC dengan tandu.

Dari segi performa, Wolfhound memiliki ketinggian 31.000 kaki, 

jangkauan sekitar 1.800 mil laut dengan muatan 2.000 pon dan kecepatan tertinggi 335 mph (291 kts).

Wolfhound dioperasikan oleh sejumlah Skuadron Operasi Khusus (SOS) AFSOC, 

termasuk SOS ke-524 dan pada musim gugur 2015, SOS ke-49.

Baca juga: VIDEO Houthi Serang 4 Kapal Kargo Sekutu Israel yang Berlayar di Samudra Hindia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved