Sabtu, 11 April 2026

Berita Abdya

Tertekan Tagihan Utang dari Koperasi, Karyawan SPBU di Abdya Bunuh Diri, Polisi Diminta Bertindak

Warga Abdya ini diduga bunuh diri karena tertekan tagihan utang dari sebuah koperasi.

Penulis: Taufik Zass | Editor: Mursal Ismail
nst.com.my
ilustrasi gantung diri 

Warga Abdya ini diduga bunuh diri karena tertekan tagihan utang dari sebuah koperasi. 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pria berinisial FJ (42), karyawan salah satu SPBU di Abdya ditemukan meninggal tergantung  di rumahnya di salah satu di Kecamatan Blangpidie, Abdya,  Rabu (1/5/2024) sekitar pukul 16.00 WIB. 

Warga Abdya ini diduga bunuh diri karena tertekan tagihan utang dari sebuah koperasi. 

Kapolres Abdya, AKBP Agus Sulistianto, melalui Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Erjan Dasmi, yang dikonfirmasi Serambinews.com menceritakan tentang kasus ini. 

"Menurut laporan awal, korban saat itu sedang bekerja di salah satu SPBU di Blangpidie. 

Kemudian dipanggil pulang oleh istrinya karena ada orang yang menagih utang di rumah mereka," ungkap AKP Erjan.

NL istri korban langsung menghubungi anak Kepala Dusun (Kadus). 

Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Erjan Dasmi
Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Erjan Dasmi (For serambinews.com)

Baca juga: Link Live Streaming Borussia Dortmund Vs PSG, Kylian Mbappe Bakal Tebar Ancaman

Anak Kadus yang mendengar kabar tersebut segera memberitahukan kepada ayahnya yang menjabat Kadus. 

Kemudian mereka bersama warga setempat segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.

Tindakan yang telah diambil oleh pihak kepolisian melakukan olah TKP, mendengar keterangan dari saksi-saksi, membawa jenazah untuk visum. 

Kemudian menyerahkan mayat korban kepada keluarga dan mengamankan barang bukti berupa tali nilon dan kain sarung. 

"Barang bukti berupa tali nilon dan kain sarung sudah kita amankan untuk proses hukum lebih lanjut," kata AKP Erjan.

Menurut keterangan sementara, kata Kasat Reskrim, peristiwa ini diduga kuat akibat tekanan utang yang ditagih oleh pihak koperasi. 

Baca juga: PM Israel Netanyahu Berada di Bawah Tekanan usai Kabar Pengadilan Internasional Bakal Menangkapnya

Namun, metode penagihan yang digunakan oleh koperasi tersebut tidak diketahui, hingga menyebabkan banyak warga yang berutang mengalami kesulitan.

Masyarakat setempat berharap polisi dapat menindak tegas koperasi-koperasi yang memberikan pinjaman uang kepada masyarakat, namun dapat menimbulkan tekanan berlebihan bagi peminjam hingga berujung seperti ini. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved