Sosok Rini Mariany, Wanita Tewas dalam Koper Dibunuh Ahmad Arif Ridwan, Korban Gugat Cerai Suami Sah
Rini Mariani (50) tewas setelah disetubuhi dan dibunuh oleh rekan kerjanya Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (28) di sebuah hotel di kawasan Bandung.
Penulis: Faisal Zamzami | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM - Rini Mariani (50) tewas setelah disetubuhi dan dibunuh oleh rekan kerjanya Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (28) di sebuah hotel di kawasan Bandung.
Setelah dihabisi, Jasad korban dimasukkan ke dalam koper dan dibuang ke semak-semak di daerah Cikarang.
Aksi keji Ahmad Arif Ridwan Nuwloh tak berhenti di situ.
Pria berumur 28 tahun itu juga mengambil uang perusahaan senilai Rp43 juta yang hendak disetorkan Rini Marinai ke bank.
Kini, sosok Rini Mariany sendiri terungkap dan dikenal baik.
Ia merupakan warga RIung Bandung, Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat.
Riny Mariany diketahui bekerja sebagai kasir perusahaan PT Kobe cabang Bandung.
Sementara jabatan Ahmad Arif Ridwan Nuwloh adalah auditor di kantor pusat.
Rini Mariani sendiri diketahui memiliki suami namun dalam proses cerai.
Rini dan suaminya itu dikaruniai dua orang anak.
Rini Mariani telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rancacili, Kota Bandung, Jumat (26/4/2024) lalu.
Usai pemakaman, Anjar Gumilar, menceritakan ihwal kondisi korban.
Sepupu korban ini mengatakan Rini saat ini dalam proses cerai dengan suaminya sebelum pembunuhan.
"Almarhumah ini sedang proses cerai dan almarhumah keukeuh enggak mau rujuk," ujar Anjar.
Dia mengakui proses perceraian korban dengan suaminya masih bergulir di Pengadilan Agama.
Keduanya kerap terlibat cekcok lantaran suami korban kerap datang ke rumahnya di Rancasari, Kota Bandung tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
“Kalau pertikaian enggak pernah, tapi lebih ke cekcok adu argumen. Yang satu mau cerai, yang satunya enggak mau," ujarnya.
Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Dalam Koper di Bekasi, Korban Sempat Beberes dan Antar Anak Sekolah
Pengakuan Suami Korban
Rini Mariany diketahui memiliki seorang suami bernama Ganda Permana (51), dan anak perempuan.
Namun, rumah tangga Rini Mariany dan Ganda Permana dikabarkan tengah berada di ujung perpisahan, lantaran keduanya saat ini menjalani proses perceraian.
Ganda muncul setelah tetangga hingga keluarga banyak yang curiga terhadap dirinya sebagai pelaku pembunuhan saat istrinya ditemukan meninggal tak wajar.
Meski demikian, Ganda tak ambil pusing dan memilih fokus terhadap kasus pembunuhan istrinya.
"Setelah kejadian itu, muncul opini bahwa pelakunya adalah saya, keluarga dan tetangga semuanya menduga saya pelakunya, tapi saya tetap fokus memberi keterangan kepada penyidik," ujar Ganda, saat ditemui di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (2/5/2024), dilansir dari Tribunjabar.com.
Ganda pun sempat dijemput Polisi dan dibawa Polres Metro Bekasi, untuk menjalani pemeriksaan.
"Saya mengikuti semua prosedur, karena saya tidak merasa melakukan itu," katanya.
Menurutnya, pelaku berinisial AARN (27) yang berhasil diringkus di Palembang itu, merupakan rekan kerja korban yang tahu keseharian korban.
Korban sendiri, kata dia, bekerja di salah satu perusahaan sebagai admin yang bertugas menyetorkan uang setoran ke Bank.
"Pelaku sangat biadab, sepertinya (pelaku) sudah mempelajari dan merencanakan semuanya, pelaku ingin menguasai uang setoran itu dan harta benda korban," ucapnya.
Baca juga: TERUNGKAP Ahmad Arif Ridwan Sempat Setubuhi Wanita Tewas di Koper, Ini Motif pelaku
Pelaku Ditangkap 4 Hari Jelang Resepsi Pernikahannya di Palembang
Ahmad Arif Ridwan Nuwloh alias AARN, pelaku pembunuhan RM (50) yang mayatnya ditemukan dalam koper di Bekasi, Jawa Barat ditangkap polisi empat hari menjelang pernikahannya.
Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Gurnald Patiran menyebut pelaku yang kini berstatus tersangka ini baru menikah dengan kekasihnya pada Maret 2024, dan akan menjalani resepsi pada 5 Mei 2024.
"Ijab kobul di bulan Maret dan rencana tanggal 5 Mei besok mau resepsi," kata Kompol Gurnald, Kamis (2/5/2024).
Menurut penjelasannya, resepsi akan dilaksanakan di rumah istri tersangka yang berada di Palembang, Sumatera Selatan.
Namun empat hari menjelang resepsi, tepatnya pada Rabu (1/5), tersangka ditangkap polisi terkait kasus pembunuhan rekan kerjanya yang mayatnya ditemukan dalam koper tersebut. Penangkapan dilakukan di Palembang.
"(Tersangka) kami tangkap di Palembang, Sumatera Selatan, pada Rabu (1/5/2024) kemarin," tegasnya, dikutip dari Wartakota.
"Dia ke Palembang mau melaksanakan resepsi," katanya.
Tersangka Ambil Uang Rp43 Juta dari Tangan Korban
Motif pria bernama Ahmad Arif Ridwan Nuwloh alias AARN membunuh teman wanitanya berinisial RM (50) karena diduga korban membutuhkan uang biaya resepsi pernikahan.
Diketahui, korban hendak melaksanakan resepsi pernikahan di rumah istrinya yang berada di Palembang, Sumatera Selatan.
Namun, resepsi pernikahan pelaku AARN tersebut urung terlaksana lantaran polisi lebih dulu menangkapnya di rumah istrinya tersebut.
"Ya kami tangkap di Palembang, Sumatera Selatan, pada Rabu (1/5/2024) kemarin," kata Kapolsek Cikarang Barat Kompol Gurnald Patiran pada Kamis (2/5/2024).
Kompol Gurnald menjelaskan bahwa pelaku AARN baru saja menikah pada Maret 2024.
Rencananya, ia akan menggelar resepsi pernikahan di Palembang pada 5 Mei 2024.
"Tersangka baru menikah, ijab kobul di bulan Maret dan rencana tanggal 5 Mei besok mau resepsi. Makanya dia ke Palembang mau melaksanakan resepsi," ucap Gurnald.
Hal itulah, kata Gurnald, yang menjadi motif pelaku AARN membunuh korban RM.
Sebab, pelaku membutuhkan uang untuk biaya resepsi pernikahannya.
"Iya itu kan disampaikan Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Bahwa pelaku bawa kabur uang yang hendak disetor ke bank oleh korban," ujarnya dikutip dari Wartakota.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan uang yang diambil oleh pelaku AARN merupakan uang milik perusahaan yang dipegang oleh korban RM.
Uang perusahaan tersebut, kata Kombes Ade Ary, rencananya hendak disetorkan oleh korban RM ke bank.
Adapun jumlahnya senilai Rp43 juta.
“Uang yang diambil pelaku itu uang perusahaan yang mau disetorkan ke bank oleh korban. Jumlahnya Rp43 juta,” kata Kombes Ade Ary saat dihubungi Kompas TV pada Kamis (2/5/2024).
Diketahui, antara pelaku AARN dan korban RM memiliki hubungan sebagai rekan kerja. Korban RM merupakan kasir di kantor cabang Bandung, sedangkan pelaku adalah auditor dari kantor pusat.
Namun, sebelum pelaku AARN melakukan pembunuhan, ia terlebih dahulu mengajak korban ke sebuah hotel yang berada di Bandung, Jawa Barat.
Di sana, pelaku AARN sempat menyetubuhi korban RM.
Setelah itu, pelaku AARN membunuh RM demi menguasai uang kantor yang dipegang oleh korban.
“Betul, korban diduga sempat disetubuhi oleh pelaku,” ujar Kombes Ade Ary.
Dijerat Pasal Pembunuhan dan Curas
Pembunuh wanita di dalam koper, AARN, telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka, dan masih dalam proses pemeriksaan," ujar Kapolsek Cikarang Barat Kompol Gurnald Patiran ketika dikonfirmasi, Kamis (2/5/2024).
Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 366 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan (curas).
Terkait pengenaan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Gurnald menjelaskan bahwa polisi belum menemukan unsur-unsur perencanaan.
"Kalau koper, itu disiapkan. Kami sudah lihat buktinya, ada CCTV yang memperlihatkan bahwa koper disiapkan setelah AARN melakukan pembunuhan," jelas dia.
Jika pelaku sudah menyiapkan koper sebelum membunuh RAM, ia bisa dikenakan pasal pembunuhan berencana.
Namun, dalam kasus ini pelaku baru mencari koper setelah membunuh korban.
"Dia masuk dulu, baru pergi untuk membeli koper. Dia sempat meninggalkan mayat di dalam kamar selama beberapa jam untuk mencari koper," kata Gurnald.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya tengah mengusut kasus penemuan mayat di dalam koper yang ditemukan di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (25/4/2024).
Mayat yang ditemukan itu telah teridentifikasi yakni berinisial RM.
Mayat wanita berusia 50 tahun itu ditemukan oleh saksi berinisial A saat membersihkan sampah di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Saksi saat itu tengah berjalan melihat ada koper yang tergeletak di pinggir jalan.
Waktu itu, saksi A sempat memegang koper tersebut dan dirasa cukup berat.
Seminggu setelah jasad korban ditemukan, polisi telah berhasil menangkap pelaku AARN.
Gerak-gerik pelaku sempat terekam kamera CCTV di sebuah hotel di Bandung, Rabu (24/4/2024).
Dalam rekaman CCTV berdurasi 51 detik tersebut, tampak pelaku yang mengenakan baju hitam dan korban yang mengenakan baju merah muda ini memasuki kamar hotel pada pukul 9.51 WIB.
Pada pukul 18.40 WIB, pelaku terlihat keluar dari kamar hotel dengan membawa koper berwarna hitam yang berisi mayat korban.
Baca juga: Peringatan Hardiknas, Sejumlah Ahli Waris Perangkat Desa Bireuen Terima Santunan
Baca juga: Terakhir di Bulan Syawal, Berikut Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat Besok di 64 Masjid Banda Aceh
Baca juga: KIP Kota Langsa Tetapkan 25 Kursi Calon Terpilih DPRK Langsa, Berikut Nama-namanya
Profil Andreana Wulandari, Istri Dwi Hartono yang Habisi Ilham, Kondisi Rumah Tangganya Diungkap |
![]() |
---|
Kehancuran Rumah Sakit Nasser Gaza usai Serangan Ganda Israel, 22 Orang Tewas Termasuk 5 Jurnalis |
![]() |
---|
Prajurit TNI Aniaya 2 Warga Pekanbaru, 1 Orang Tewas, Korban Dipukul Pakai Senjata Api dan Cangkul |
![]() |
---|
Tersingkap Peran 15 Pelaku di Kasus Tewasnya Kacab Bank Ilham Pradipta, Dwi Hartono Dalang Utama |
![]() |
---|
Intel Polisi Brigadir Esco Faska Diduga Dibunuh, Hasil Otopsi Terungkap: Ada Tanda Kekerasan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.