Breaking News

Berita Pidie Jaya

Harga Bawang Tinggi di Aceh, Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie Ungkap Cara Jitu Turunkan Harga

Ia menyebutkan, bawang merah diketahui sejak Januari hingga April 2024, terus merangkak naik.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Ir H Zakaria A Gani 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Tingginya harga bawang merah dalam beberapa pekan terakhir di Aceh menyebabkan pihak konsorsium bawang merah Pidie ikut turun gelanggang.

Seperti disebutkan oleh Ir Zakaria A Gani selaku Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie kepada Serambinews.com, Rabu (8/5/2024), ada beberapa langkah tepat dalam melakukan upaya penekanan harga bawang merah yang melonjak tinggi terjadi di pasaran.

“Salah satunya adalah dengan kerja sama pihak Dinas Pangan Aceh serta Badan Pangan Nasional yaitu dengan melakukan pemasokan barang (bawang merah) dari luar Aceh dengan cara mensubsidi ongkos kirim atau ongkir sehingga dapat mempengaruhi secara langsung harga menjadi murah," sebutnya.

Ia menyebutkan, bawang merah diketahui sejak Januari hingga April 2024, terus merangkak naik.

Hal ini disebabkan salah satunya stok penyimpanan bawang merah di Pidie dan Pidie Jaya (Pijay) selaku daerah penghasil sentra bawang merah telah habis yang diperkirakan sejak awal tahun atau medio Januari lalu.

“Maka wajarlah stok bawang dari hasil panen menjadi menipis. Malah kosong sehingga memicu naiknya harga komoditi tersebut hingga di kisaran Rp 45.000/kg, bahkan menyentuh angka Rp 65.000/kg sampai Rp 75.000/kg," ujarnya.

Dampaknya, kebanyakan pedagang grosir di berbagai daerah, baik di Aceh Besar serta Banda Aceh memasok barang dari luar Aceh yaitu Berastagi, Sumut, Solok, Sumatera Barat, hingga Brebes, Jawa Timur.

Selain itu termasuk dari lokal yaitu Gayo Lues, Bener Meriah, serta Aceh Tengah.

Namun pasokan masih dalam skala kecil alias tidak dapat menjamin permintaan konsumen.

Maka guna mengatasi persoalan tingginya harga bahan bumbu dapur utama itu, Konsorsium Bawang Merah Pidie berkomitmen membantu Pemerintah Aceh untuk menurunkan gejolak mahalnya harga bawang merah tersebut.

"Kami siaga berupa berkoodinasi langsung dengan pihak pengusaha bawang merah Brebes, Jawa Timur dengan menyediakan 150 ton untuk Aceh guna menetralisir penurunan harga dengan catatan pemerintah siap mensubsidi ongkir," jelasnya.

Selain itu juga, adanya upaya menormalkan harga bawang merah yaitu dengan mengatur pola tanam dalam rentang waktu selama satu bulan, tidak dengan luas 10 sampai 20 hektare, akan tetapi dapat digenjot sampai 100 hekatre.

Nantinya hasil panen bawang merah dapat disimpan pada cold storage hingga limit waktu empat bulan ke depan.

“Intinya, kami selaku Konsorsium Bawang Merah Pidie bersama Kadin Aceh berkomitmen melakukan program pengembangan komoditi ini secara berkelanjutan dalam menjaga inflasi ekonomi masyarakat," ungkapnya.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved