Jumat, 1 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Dinilai Rusak Jalan, Warga Aceh Timur Hadang Truk Angkut Sawit Milik PTPN, Perusahaan Mulai Perbaiki

Menanggapi insiden penahanan truk oleh penduduk lokal, Manajer PTPN I, Ajim, mengumumkan bahwa perusahaan akan segera mengatasi kerusakan jalan yang m

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM
Truk pengangkut tanah timbun mulai bergerak dan menimbun lubang di jalan Julok-Indra Makmur, Aceh Timur, Sabtu (11/5/2024) 

Menanggapi insiden penahanan truk oleh penduduk lokal, Manajer PTPN I, Ajim, mengumumkan bahwa perusahaan akan segera mengatasi kerusakan jalan yang menghubungkan Julok dengan Indra Makmur, Aceh Timur itu. 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Warga Kecamatan Julok - Indra Makmur, Aceh Timur, menghadang truk-truk perusahaan PTPN I dan PTPN III yang mengangkut sawit. 

Pasalnya, pengangkutan itu selama ini dinilai telah merusak jalan dan pihak perusahaan tak memperbaikinya. 

Protes ini berlangsung mulai Jumat (10/5) malam hingga Sabtu (11/5/2024) dini hari.

Sarnidam, seorang peserta aksi, mengatakan jalan yang menghubungkan Julok dengan Indra Makmur, Aceh Timur sudah rusak sejak tahun 2005 dan belum mendapatkan perbaikan yang layak.

Patra, sapaan akrab Sarnidam, menyatakan bahwa jalan sepanjang 18 kilometer tersebut rusak parah karena sering dilewati truk-truk yang membawa Tandan Buah Segar (TBS) milik PTPN.

"Jalan itu tidak pernah diaspal selama bertahun-tahun, dan kondisinya yang berlubang telah sering menyebabkan kecelakaan fatal," ujarnya.

Masyarakat hadang truk milik PTPN I dan III, karena sebabkan kerusakan pada jalan penghubung Julok - Indra Makmur, Sabtu (11/5/2024)
Masyarakat hadang truk milik PTPN I dan III, karena sebabkan kerusakan pada jalan penghubung Julok - Indra Makmur, Sabtu (11/5/2024) (Kiriman warga)

Baca juga: 2 Pasangan Balon Jalur Independen Sudah Buka Akun SILON, Malam Ini Terakhir Serahkan Berkas Dukungan

Warga setempat mengeluhkan bahwa upaya perbaikan yang dilakukan selama ini, seperti penambalan dengan tanah atau batu, tidak efektif dan hanya bersifat sementara.

Selain kerusakan jalan, debu tebal yang dihasilkan oleh lalu lintas truk juga dikeluhkan warga, terutama bagi pedagang dan rumah-rumah di sekitar jalan tersebut.

Masyarakat mendesak perusahaan untuk memperbaiki jalan dan secara rutin menyiram jalan di area pemukiman pada malam hari saat truk-truk beroperasi.

Awalnya, ada delapan truk yang dicegah melintas oleh warga, namun jumlahnya meningkat menjadi delapan belas truk yang keluar dari PTPN dengan muatan sawit yang berlebih.

Warga menghadang truk tersebut dengan memblokir jalan menggunakan plang dan kayu, Setelah negosiasi, PTPN setuju untuk memperbaiki jalan tersebut, akses jalan pun dibuka oleh masyarakat

“Kami menantikan perbaikan hari ini. Jika tidak ada kemajuan hingga sore nanti, kami akan mengambil langkah protes lagi besok," tegas Sarnidam.  

Baca juga: Menag Apresiasi Pemerintah Arab Saudi yang Tambah Layanan Fast Track Jamaah Haji di Indonesia

Manager PTPN janji perbaiki

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved