Perang Gaza

AS Bantah Punya Informasi Intelijen soal Lokasi Terowongan Persembunyian Para Pemimpin Hamas di Gaza

Selain itu, usulan tersebut dilaporkan melibatkan penyediaan tempat penampungan bagi warga Palestina di Jalur Gaza dan bantuan AS dalam membangun meka

Editor: Ansari Hasyim
X Israel Defense Forces via Al Jazeera
Tangkapan layar video yang diklaim Israel menampilkan sosok pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, bersama anggota keluarganya di sebuah terowongan. Israel menyebut video itu direkam pada 10 Oktober lalu. 

SERAMBINEWS.COM - Meskipun Gedung Putih baru-baru ini memanfaatkan informasi intelijen dengan harapan menghentikan operasi IDF di Rafah, namun kini mereka mulai menyangkal menyembunyikan informasi dari sekutunya.

New York Post melaporkan pada Senin bahwa AS awalnya berupaya memanfaatkan informasi berasal dari empat sumber anonim yang berbicara kepada Washington Post.

Menurut Washington Post, informasi yang ditawarkan AS mencakup rincian mengenai keberadaan para pemimpin Hamas dan terowongan kelompok teror tersebut.

Selain itu, usulan tersebut dilaporkan melibatkan penyediaan tempat penampungan bagi warga Palestina di Jalur Gaza dan bantuan AS dalam membangun mekanisme pengiriman untuk menyediakan air, makanan, dan obat-obatan bagi warga Gaza.

Baca juga: AS Tawarkan Israel Kasih Tahu Tempat Sembunyi Yahya Sinwar dkk Para Pemimpin Hamas, Ini Syaratnya

“Kami tidak menahan apa pun,” tegas seorang perwakilan AS. “Kami yakin (pemimpin Hamas Yahya) Sinwar harus dan memang harus bertanggung jawab atas kengerian serangan 7 Oktober.”

Janji keamanan, aliansi yang kuat

Koordinator Dewan Keamanan Nasional untuk komunikasi strategis John Kirby mengatakan kepada wartawan pekan lalu, “Kami memiliki hubungan yang sangat panjang dan solid dalam bidang kontraterorisme dengan Israel, yang mencakup pembagian intelijen dan mencakup pembelajaran operasional serta cara kerja sama lainnya.”

Tentara Israel pada 15 Desember 2023, berdiri di pintu masuk terowongan yang dilaporkan digunakan Hamas untuk menyerang Israel melalui penyeberangan perbatasan Erez pada 7 Oktober 2023. -- Hamas menembaki tentara Israel yang mendekati terowongan.
Tentara Israel pada 15 Desember 2023, berdiri di pintu masuk terowongan yang dilaporkan digunakan Hamas untuk menyerang Israel melalui penyeberangan perbatasan Erez pada 7 Oktober 2023. -- Hamas menembaki tentara Israel yang mendekati terowongan. (JACK GUEZ/AFP)

Menteri Luar Negeri Antony Blinken menegaskan sikap yang sama, mengatakan kepada CBS' Face the Nation pada hari Minggu bahwa “Kami memiliki tujuan yang sama dengan Israel. Kami ingin memastikan bahwa Hamas tidak dapat memerintah Gaza lagi.”

Kemitraan yang tidak bahagia

Kekuatan hubungan AS-Israel telah berulang kali dipertanyakan ketika Biden dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berselisih paham.

Biden, meski marah pada Netanyahu, menyebutnya "orang jahat" dalam percakapan pribadi karena perselisihan militer mengenai perang Gaza, NBC melaporkan pada bulan Februari.

Laporan tambahan juga mengklaim Biden menggambarkan pemimpin Israel itu sebagai “orang jahat”.

Baru-baru ini, Amerika Serikat telah menunda pengiriman senjata dan bantuan ke Israel.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved