Info Haji
Jamaah Jangan Khawatir, Pahala Shalat di Hotel Makkah Sama Seperti di Masjidil Haram, Ini Dalilnya
Problemnya, jamaah haji lansia dan risiko tinggi (risti) hingga disabilitas sangat riskan manakala berdesakan saat menunaikan shalat di Masjidil Hara
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
Problemnya, jamaah haji lansia dan risiko tinggi (risti) hingga disabilitas sangat riskan manakala berdesakan saat menunaikan shalat di Masjidil Haram, Makkah.
Laporan Khalidin Umar Barat I Arab Saudi
SERAMBINEWS.COM, MAKKAH – Penyelenggaraan haji Indonesia tahun 1445H/2024 Masehi masih mengusung tema haji ramah lansia.
Pasalnya dari 241 ribu total jumlah jamaah calon haji atau JCH Indonesi, terdapat 41 ribu orang lanjut usia atau (lansia).
Problemnya, jamaah haji lansia dan risiko tinggi (risti) hingga disabilitas sangat riskan manakala berdesakan saat menunaikan shalat di Masjidil Haram, Makkah.
Sementara salah satu tujuan para jamaah untuk ke tanah suci itu untuk mendapatkan pahala sebesar-besarnya dengan shalat di Masjid Nabawi, Madinah dan Masjidil Haram, Makkah.
Hal ini juga berdasarkan sebuah hadits riwayat Ibnu Majah menyebut keutamaan yang luar biasa shalat di Masjidil Haram.
Allah melipatgandakan pahala shalat di Masjidil Haram sampai 100 ribu kali dibanding shalat di Masjid Nabawi. Sedangkan shalat di Masjid Nabawi lebih utama 1000 kali shalat di tempat lain.
Baca juga: Bagaimana Hukum Penyematan Gelar Haji dan Hajjah untuk Seseorang? Ini Penjelasan Buya Yahya
Namun untuk masalah ini, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa'il (LBM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ustadz Alhafiz Kurniawan dalam artikel keislaman yang dilansir di NU Online mengungkapkan;
Batasan tempat Masjidil Haram itu terdapat beberapa makna, yaitu bermakna Ka'bah atau sekitaran komplek masjid itu berada, akan tetapi terdapat pendapat ulama yang mengatakan Masjidil Haram yaitu seluruh Kota Makkah.
"Sebagian besar ulama berpendapat bahwa Masjidil Haram dalam hadits tersebut tidak dipahami secara harfiah, tetapi juga mencakup Tanah Suci Makkah secara keseluruhan," tulis Ustadz Hafiz dalam artikel Keutamaan Shalat di Hotel Sekitar Masjid.
Ustadz Hafiz mengambil pendapat dari Imam Jalaluddin As-Suyuthi, dalam Al-Asybah wan Nazha’ir fil Furu’ yang menjelaskan bahwa pelipatgandaan pahala di Tanah Suci Makkah tidak bersifat khusus pada Masjidil Haram saja.
Tetapi juga meliputi seluruh kawasan Tanah Haram Makkah.
Rupanya pandangan ini sejalan dengan pendapat Imam An-Nawawi, yang menyatakan bahwa Kota Makkah memiliki keutamaan dibandingkan kota lain.
Dengan demikian pahala shalat, ibadah, dan segala kebaikan di Kota Makkah akan dilipatgandakan.
Baca juga: VIDEO - Jamaah Calon Haji Indonesia Bisa Masuk Raudhah Pakai Tasreh
“Pelipatgandaan pahala shalat di Kota Makkah. Demikian juga dengan semua jenis ibadah,” (Imam An-Nawawi, Al-Idhah fi Manasikil Hajji wal Umrah, [Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun], halaman 206)," kutipnya.
Hal ini juga dipahami oleh ulama sebelumnya, seperti Imam Az-Zarkasyi dan Imam Al-Mawardi, yang menguatkan bahwa pelipatgandaan pahala mencakup seluruh Tanah Haram.
Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam karyanya menegaskan bahwa pandangan ini juga diikuti oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Manasik-nya.
“Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa ibadah shalat di Kota Makkah dilipatgandakan pahalanya. Demikian juga dengan semua jenis ibadah.
Di antara ulama yang berpendapat seperti ini ialah Mujahid dan Ahmad bin Hanbal.
Imam Hasan Al-Basri berkata, "Pahala puasa sehari di Makkah dilipatgandakan 100.000 kali. Sedekah satu dirham dikalikan 100.000. Setiap kebaikan diganjar 100.000 kali."
Baca juga: Pingsan di Masjid Nabawi Madinah, Seorang Jamaah Haji Indonesia Meninggal, PPIH: Akan Dibadalhajikan
Oleh karena itu dianjurkan memperbanyak shalat, puasa, sedekah, tadarus Al-Qur’an, dan jenis kebaikan lain yang memungkinkan,” (An-Nawawi, Al-Idhah fi Manasikil Hajji wal Umrah, 212-213)," tulis kitab tersebut.Baca Juga:Tiga Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah
Ustadz Hafiz mengingatkan, jamaah haji Indonesia tidak perlu khawatir ketika lebih banyak melaksanakan shalat di hotel di kawasan Makkah. Asal masih di dalam Kota Makkah insya Allah mendapat pahala ibadah yang besar.
"Jamaah haji tetap mendapatkan keutamaan shalat yang berlipat ganda dengan shalat di hotel masing-masing karena mereka masih harus menyiapkan energi dan stamina untuk tujuan utama kehadiran mereka di Arab Saudi, yaitu ibadah haji yang memerlukan kebugaran fisik dan kesehatan yang memadai," terangnya. (*)
Tujuh Kloter Jamaah Haji dengan 2.764 Orang Resmi Pulang Hari Ini, Cek Daftar Asal Kloternya! |
![]() |
---|
Kemenag Kembali Ingatkan Jemaah Jangan Beribadah Haji Pakai Visa Ilegal Tanpa Antre |
![]() |
---|
Memasyarakatkan BPKH, Bukan Hanya Sekedar Pengelola Uang Haji : Sekali Ibadah Habiskan Rp 20 Triliun |
![]() |
---|
Pansus Angket Haji Terbitkan Lima Rekomendasi, Kemenag Tanggapi Begini |
![]() |
---|
BPS: Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2024 Sangat Memuaskan, Bus Shalawat Teratas, Petugas Diapresiasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.