Berita Banda Aceh
Cawagub Mualem Itu Kewenangan Wali
Yang jelas intinya, keputusannya ada sama Wali. Yang pasti tidak akan lewat bulan delapan., Muzakir Manaf, Ketua Umum DPP Partai Aceh
Yang jelas intinya, keputusannya ada sama Wali. Yang pasti tidak akan lewat bulan delapan., Muzakir Manaf, Ketua Umum DPP Partai Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Umum DPP Partai Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menegaskan, penentuan sosok bakal calon wakil gubernur yang akan mendampinginya pada Pilkada Aceh 2024 merupakan kewenangan Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al-Haythar selaku Ketua Tuha Peut Partai Aceh. Mualem pun berdoa akan mendapatkan pasangan yang serasi agar bisa membawa Aceh ke arah yang lebih baik.
Pernyataan itu disampaikan Mualem dalam wawancara khusus dengan Serambi di sela-sela acara aqiqah cucu Anggota DPR RI asal Aceh, TA Khalid, di Banda Aceh, Kamis (16/5/2024). Saat wawancara berlangsung, di ruangan itu ada Ketua HUDA, Tgk Muhammad Yusuf A Wahab atau Ayah Sop, pengusaha asal Aceh Barat, Teuku Ali Devi alias Abi Devi yang oleh Mualem disebut sebagai timsesnya di Aceh Barat, serta sejumlah orang yang disebut oleh Mualem sebagai timsesnya dari Aceh Selatan dan Subulussalam.
Ditanya dari kalangan mana saja sosok balon cawagub yang diinginkannya, Mualem mengatakan saat ini yang sudah mendaftar dan diwacanakan berasal dari berbagai kalangan, seperti akademisi, pimpinan partai politik, dan ulama. Ia juga menyatakan, proses penjaringan balon cawagub dari Partai Aceh masih berlangsung dan pihaknya terbuka menerima siapa pun yang memenuhi syarat untuk mendaftar. "Yang jelas intinya, keputusannya ada sama Wali (Tgk Malik Mahmud selaku Tuha Peut Partai Aceh-red)," ujar Mualem.
Kapan hasilnya bisa diketahui? "Segera, yang pasti tidak akan lewat bulan delapan," jawab Mualem sambil tertawa. Untuk diketahui, pendaftaran pasangan calon kepala daerah dari partai politik akan berlangsung pada 27 Agustus 2024-29 Agustus 2024. (Lihat, jadwal dan tahapan pilkada 2024)
Sumaloe
Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, TA Khalid, yang menjadi tuan rumah kegiatan yang dihadiri Mualem kemarin, ikut memberikan tanggapannya tentang sosok Mualem dan bakal calon wakil gubernur yang akan mendampingi Mualem. "Kata orang tua, kalau kamu ingin menaikkan layang, lihatlah angin. Kalau kamu ingin bangun daerah, lihatlah nasional (pusat)," ujar TA Khalid memulai komentarnya tentang sosok Mualem.
Menurutnya, selama satu periode menjadi anggota DPR RI dan bergaul dengan kalangan penguasa nasional, ia merasa bahwa terkadang hanya butuh langkah sederhana untuk membuat pemerintah pusat memberikan perhatian lebih kepada daerah. "Kheun ureung tuha, ubat ngen sumaloe, talo ubat (kata orang tua, obat sama seumaloe, kalah obat). Saya melihat karakter dan kepemimpinan Mualem, serta situasi dan kondisi Aceh hari ini, Mualem adalah barang sumaloe untuk Jakarta," ungkap TA Khalid.
Dikutip dari artikel opini di Harian Serambi Indonesia yang ditulis oleh Hasan Basri M Nur dengan judul "'Seumaloe', Bukti Aceh Orang Pintar" disebutkan, dalam budaya Aceh peristiwa penjinakan satu benda dengan memanfaatkan benda lainnya disebut sebagai seumaloe.
Dengan bahasa lain, seumaloe adalah suatu tindakan disertai pemanfaatan benda-benda tertentu hingga mampu melemahkan, melunakkan, atau mengalahkan peristiwa atau benda lainnya. Dalam prosesi seumaloe terkadang secara kasat mata dianggap irasional, mistik, dan tidak masuk akal. Namun, pada sisi lain, beberapa penelitian di era modern memberi bukti akan kebenaran seumaloe.
"Maka yang kita perlukan sekarang adalah, Mualem harus memimpin Aceh. Pereulee Mualem beumeunang, ngat jeut keu seumaloe keu Jakarta, agar Aceh jroh," imbuh TA Khalid.
Soal sosok bakal calon wakil gubernur, TA Khalid mengatakan bahwa itu harus diberi kebebasan kepada Mualem untuk memilih sosok yang aman dan nyaman, agar roda pemerintahan bisa berjalan dengan baik. "Tugas kita adalah mencari sosok calon gubernur. Soal wakil, kita serahkan sepenuhnya kepada beliau. Biarkan beliau memilih siapa yang beliau anggap nyaman dan gampang berkomunikasi," ujarnya.
"Jika kemudian Mualem bilang soal wakil ini beliau serahkan kepada Wali (Malik Mahmud selaku Ketua Tuha Peut Partai Aceh), maka kita harus patuh. Saya yakin Wali sebagai orang tua kita pasti akan berkonsultasi dengan Mualem untuk memilih pendampingnya," pungkas TA Khalid.(nal)
jadwal dan tahapan pilkada 2024
- 27 Agustus 2024-29 Agustus 2024: Pendaftaran Pasangan Calon
- 27 Agustus 2024-21 September 2024: Penelitian Persyaratan Calon
- 22 September 2024: Penetapan Pasangan Calon
- 25 September 2024-23 November 2024: Pelaksanaan Kampanye
Mulai dari Ketua Parpol hingga Akademisi
Data yang diperoleh Serambi dari Tim Seleksi Bacakada (Bakal Calon Kepala Daerah) dari Partai Aceh, hingga Kamis (16/5/2024) tercatat sudah 6 figur dari luar PA yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil gubernur untuk mendampingi Muzakir Manaf alias Mualem pada Pilkada Aceh 2024. Sementara sosok dari internal PA yang ikut dalam penjaringan sementara ini berjumlah 4 orang.
Ketua Tim Seleksi Bacakada Partai Aceh, Dr Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Kamis (16/5/2024) mengatakan, figur di luar Partai Aceh yang juga meramaikan bursa calon kepala daerah utusan Partai Aceh tercatat nama Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Aceh, T. Muhammad Nurlif. Ia mendaftar untuk diseleksi pada posisi bakal calon wakil gubernur, pada Kamis (3/5/2024). Kemudian, menyusul Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim, mendaftar pada posisi yang sama.
Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, Fadhlullah, dan Ketua DPD Partai Amanat Nasional Aceh, Mawardi, telah mengambil formulir pendaftaran. "Kami sangat berterima kasih atas sambutan positif ini," kata Nurlis.
Selain dari unsur partai politik, kata Nurlis Effendi, juga terdapat dua nama akademisi yang masuk dalam penjaringan seleksi bakal calon wakil gubernur dari Partai Aceh. Kedua sosok dimaksud adalah, Dr. Mufhakkir Muhammad (akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh) dan Prof (Udjunct) Dr. Marniati (Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI).
Nurlis mengatakan, sambutan positif dari eksternal Partai Aceh itu juga membawa dinamika politik di internal Partai Aceh. "Sangat dinamis dan mewarnai suasana demokrasi yang selama ini telah terbangun," ujarnya.
Selain untuk posisi balon cawagub, Ketua Tim Seleksi Bacakada Partai Aceh Dr. Nurlis Effendi juga menyampaikan perkembangan terbaru bakal calon kepala daerah di tingkat kabupaten/kota di Aceh yang mendaftarkan diri ke Partai Aceh. "Telah terdata sebanyak 32 tokoh yang meresponnya dan sudah mendaftar untuk bakal calon kepala daerah utusan Partai Aceh," kata Nurlis.
Terbaru adalah Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Armia Fahmi, yang resmi menjadi kader Partai Aceh dan menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dan mendaftar sebagai bakal calon Bupati Aceh Tamiang di Kantor DPP Partai Aceh, Banda Aceh, pada Kamis (16/5/2024).
Pada hari yang sama, kader PKS yang juga adalah anggota DPRA, dr. Purnama Sp.OG, mendaftar untuk bakal calon wali kota Lhokseumawe. Sebelumnya, seorang lawyer, Sayuti, juga mendaftar untuk posisi calon wali kota Lhokseumawe, dan politisi Golkar Afridawati mendaftar untuk bakal calon bupati Simeulue.
Bahkan, kata Nurlis, pengurus Partai Aceh di tingkat wilayah dapat mengusulkan lebih dari satu pasangan calon. Menurut Nurlis, sejumlah kandidat juga sudah mengabarkan segera mendaftar untuk bakal calon bupati dari beberapa daerah lainnya.
Adapun proses seleksi calon kepala daerah di Partai Aceh, setelah mendaftar nanti akan ada verifikasi berkas pendaftaran dan assestment. "Kemudian pengecekan rekam jejak, survei elektabilitas, dan pemaparan visi dan misi. Metode yang sifatnya scientific ini diharapkan akan membantu dewan pimpinan partai dalam menentukan bakal calon yang akan diajukan," pungkas Nurlis Effendi.(nal)
Berita Banda Aceh
Pilkada Aceh
Pilkada 2024
Mualem
Muzakir Manaf
Calon Gubernur
Calon Wakil Gubernur Aceh
Wali Nanggroe
Malik Mahmud Al Haythar
| Oknum Polisi Diperiksa Propam, Gegara Minta Penangguhan Terduga Khalwat |
|
|---|
| 32 Siswa SMAN Unggul Subulussalam Lulus PTN Jalur Talenta, Peringkat 1 di USK |
|
|---|
| 169 Lulusan FKIP UBBG Diyudisium, Dekan Nyatakan Lulusan Jadi Representasi Mutu Fakultas |
|
|---|
| Rektor UIN Ar-Raniry Sebut Buku “Polda Aceh Meutuah” Bisa Jadi Referensi Bacaan Mahasiswa |
|
|---|
| Oknum Polisi Tangguhkan Terduga Khalwat di Banda Aceh, Diperiksa Propam Polda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Muzakir-Manaf-OKE-BGT.jpg)