Senin, 20 April 2026

Internasional

Menyusuri Kedekatan Indonesia-Cape Town Melalui Cape Heritage Museum

Cape Heritage Museum juga menyimpan barang-barang bersejarah mengenai kedatangan orang-orang Indonesia di Cape Town

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Konsul Jenderal Republik Indonesia Cape Town, Tudiono melakukan kunjungan ke Cape Heritage Museum yang terletak di Castle of Good Hope, Cape Town-Afrika Selatan, Kamis (16 Mei 2024). Pada kunjungan tersebut, Konsul Jenderal yang didampingi Faiez Maulana, Koordinator Fungsi Protokol Konsuler dan staf Pensosbud diterima oleh Mr. Igshaan Higgins, kurator sekaligus founder Cape Heritage Museum. 

SERAMBINEWS.COM - Konsul Jenderal Republik Indonesia Cape Town, Tudiono melakukan kunjungan ke Cape Heritage Museum yang terletak di Castle of Good Hope, Cape Town-Afrika Selatan, Kamis (16 Mei 2024).

Pada kunjungan tersebut, Konsul Jenderal yang didampingi Faiez Maulana, Koordinator Fungsi Protokol Konsuler dan staf Pensosbud diterima oleh Mr. Igshaan Higgins, kurator sekaligus founder Cape Heritage Museum

Ia turut mendirikan dan melestarikan budaya dan sejarah Afrika Selatan melalui Cape Heritage Museum.

Walaupun gedung museumnya tidak terlalu besar, namun koleksinya cukup komplit dari berbagai latar belakang.

Hal ini menjadikan Cape Heritage Museum mendapatkan penghargaan sebagai tujuan wisata edukasi favorit dari National Heritage Council South Africa dua tahun berturut-turut pada tahun 2022 dan 2023.

Cape Heritage Museum memiliki banyak cerita dengan berbagai latar belakang di dalamnya. 

Baca juga: KJRI Cape Town Afrika Selatan Sosialisasi Permasalahan Anak Berkewarganegaraan Ganda

Berbagai cerita Afsel terkait dengan suku-suku asli Afsel Khoisan dan Xhosa, Inggris, Belanda, India, Melayu, Arab, Perancis, dan sebagainya ada di museum ini.

Cape Heritage Museum juga menyimpan barang-barang bersejarah mengenai kedatangan orang-orang Indonesia di Cape Town

Dimulai dari Syekh Yusuf al Makassari yang datang sebagai tahanan perang dari VOC. 

Syekh Yusuf al Makassari diasingkan dari Indonesia ke Cape Town Afrika Selatan pada tahun 1694 menggunakan kapal Voetboog bersama 49 orang lainnya. 

Ia sendiri kemudian memilih menghabiskan sisa umurnya untuk berdakwah di Afrika Selatan.

Selanjutnya, Tuan Guru dari Tidore yang diasingkan ke Cape Town Afrika Selatan pada tahun 1780. 

Sama halnya dengan Syekh Yusuf, Ia juga memilih untuk menghabiskan sisa umurnya untuk menetap dan berdakwah di Afrika Selatan hingga meninggal dunia di tahun 1807.

Cape Heritage Museum juga menyimpan foto-foto cetakan tokoh-tokoh terkenal seperti Muhammad Ali, Martin Luther King Jr, Muammar Gaddafi, Che Guevara, Fidel Castro, Vladimir Putin, Recep Tayyip Erdoğan, dan tokoh terkenal lainnya. 

Baca juga: Museum Internasional Biografi Nabi di Madinah, Suguhan Visual Modern Serasa Zaman Rasulullah

Banyak tokoh-tokoh tersebut dikenang karena dukungannya terhadap Afsel khususnya dalam menentang kolonialisme.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved