PON 2024

Menpora Puji Kekompakan Pj Gubernur dan Ketua DPRA

“Kalau nilainya saya lupa, tapi besarlah jumlahnya. Pokoknya sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Pemprov Aceh.” DITO ARIOTEDJO, Menpora

Editor: mufti
SERAMBI/HENDRI
Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo saat meninjau progres renovasi Stadion Harapan Bangsa di Banda Aceh, Sabtu (18/5/2024). Stadion itu menjadi salah satu venue Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara yang akan berlangsung tahun ini. 

“Kami yakin dan optimis, di bulan Juli venue akan selesai dibangun. Namun, selain upaya percepatan venue, penyiapan SDM juga harus dilakukan agar semuanya berjalan baik,” tutur Menpora.

Pada kesempatan tersebut, Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, mengapresiasi kunjungan kerja Menpora pascakunjungan dirinya ke Kemenpora beberapa waktu lalu.

“Apresiasi kami atas kehadiran Pak Menpora yang langsung merespons cepat terkait penambahan anggaran yang kami ajukan serta kesediaan Pak Menpora kembali meninjau kesiapan pembangunan sejumlah venue hari ini. Kehadiran Pak Menpora akan menjadi tambahan semangat bagi kami untuk terus berupaya mempersiapkan dan menyukseskan penyelenggaraan PON XXI,” ujar Bustami.(iw)

Bustami Minta Dinas Perkim Percepat Pembangunan

SAAT pengecekan pengerjaan pembangunan venue PON bersama Menpora Dito Ariotedjo di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (18/5/2024), Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, juga menyorot lambannya proses pembangunan venue yang anggarannya berasal dari APBA dan APBK.

Terkait hal ini, Bustami menegur langsung Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Aceh, Ir Muhammad Adam.

"Saya minta agar ini dapat segera selesai. Karena ini ada resiko dan tanggung jawab. Dan itu menjadi tanggung jawab anda. Karena saya ragu takutnya tidak selesai, lantaran tender pengerjaan masih ada yang belum teken kontrak," kata Bustami kepada Kadis Perkim Aceh.

Hal itu bukan tanpa alasan. Setidaknya sebanyak Rp 100 miliar lebih pembangunan venue PON di beberapa kabupaten/kota di Aceh masih dalam proses tender dan teken kontrak. Sementara yang menggunakan APBK mencapai Rp 25 miliar dan progresnya masih belum ada perkembangan.

Bahkan Bustami mengaku beberapa waktu lalu telah melakukan pengecekan venue di Kabupaten Pidie dengan total anggaran Rp 15 miliar dan hingga saat ini juga belum dikerjakan.

"Mohon belajar bertanggung jawab. Saya ingatkan untuk pembangunan Kempo dapat segera diselesaikan. Jangan tidak selesai. Karena anggaran yang besar, anda harus dorong segera diselesaikan. Karena pembangunan venue ini ditargetkan selesai akhir Juli 2024," ungkapnya.

Bustami mengaku, dirinya sudah beberapa kali menghubungi Kepala Dinas Perkim Aceh, namun tidak mendapat respons sama sekali. "Saya minta anda harus rutin melapor ke saya. Ini tugas Negara, bukan tugas main-main. Karena saya sudah lihat ke lapangan pengerjaan belum selesai," pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Perkim Aceh, Muhammad Adam mengatakan, untuk rehabilitasi pembangunan venue PON yang menggunakan APBA sebanyak 26 paket. Dimana 20 paket di antaranya masih dalam proses teken kontrak. "Kita harus kerja siang malam. Terkait progres belum berjalan lantaran saat proses tender terdapat sedikit masalah. Dimana sistem LPSE sempat down," kata Adam kepada wartawan.

Terkait teguran yang diberikan oleh Pj Gubernur Aceh, ia mengatakan bahwa hal itu merupakan hal wajar dimana pimpinan menegur bawahan. "Yang penting semua venue ini saat mau pertandingan dapat kita selesaikan. Kita untuk percepatan banyak yang terlibat juga," pungkasnya.(iw)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved