Pilgub Aceh 2024

PA Waswas Mualem Lawan Tong Kosong di Pilgub Aceh 2024, Begini Penjelasan Jubir Partai

“Kalau lawan tong kosong ya akan jadi sia-sia, karena semua yang sudah mendaftar sebagai calon wakil rata-rata ketua partai,” ujar Jubir PA.

Penulis: Subur Dani | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Nurzahri, Juru Bicara Partai Aceh. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh 2024

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Muzakir Manaf alias Mualem saat ini menjadi satu-satunya kandidat terkuat untuk maju sebagai calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2024 dari Partai Aceh (PA).

Bahkan, Mualem disebut-sebut berpotensi memenangkan kontestasi dengan mudah pada November nanti.

Dinamika politik yang sedang berlangsung di Aceh saat ini juga menunjukkan Mualem sebagai  figur yang kuat.

Di mana banyak tokoh sekaliber ketua partai nasional ikut mendaftar ke Partai Aceh agar dipilih menjadi ‘pengantinnya’ Mualem.

Hingga saat ini, belum ada tokoh dari partai lain yang dikabarkan akan maju dan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Aceh.

Rata-rata semuanya mendaftar sebagai calon wakil Mualem yang saat ini mengantongi popularitas tak tertandingi.

Meski popularitas Mualem tinggi, kekhawatiran muncul dari internal Partai Aceh (PA) terkait nihilnya pesaing Mualem dalam kontestasi Pilkada Aceh 2024.

Absennya calon lain yang menonjol menimbulkan kekhawatiran tersendiri di internal PA.

Mereka was-was jika Mualem harus menghadapi ‘tong kosong’ atau kontestasi tanpa lawan.

Menurut Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh, Nurzahri, kondisi tersebut bisa mempengaruhi dinamika politik di Aceh, terutama di internal Partai Aceh sendiri.

Dalam wawancaranya dengan Serambinews.com, Minggu (19/5/2024) tadi malam, Nurzahri mengatakan, jika Mualem harus menghadapi tong kosong, maka apa yang sedang dilakukan oleh tim seleksi di internal PA akan menjadi sia-sia.

“Kalau lawan tong kosong ya akan jadi sia-sia, karena semua yang sudah mendaftar sebagai calon wakil rata-rata ketua partai,” ujarnya.

“(Jika lawan tong kosong), akhirnya akan dikatakan ini bukan lagi masalah siapa yang bisa membantu kemenangan Mualem secara elektibilitas, tetapi ini bisa ditentukan dengan mudah bahkan dengan undian, diundi saja menang karena lawannya tong kosong, begitu kira-kira,” kata Nurzahri.

Nurzahri menjelaskan, jika Mualem ada pesaing, makam tim survei di internal PA tentu akan melakukan simulasi-simulasi.

Katakanlah jika Mualem berpasangan dengan salah satu calon dan melawan kandidat A, B, atau C, maka nilainya akan berbeda-beda.

Lalu, hasil itu juga akan mempengaruhi PA dalam mengambil wakil yang akan mendapingi Mualem.

“Tapi kalau survei dengan lawan tong kosong ya sama semua. Karena salah satu aspek penilainnya ya hasil survei, nilai bobotnya itu paling tinggi,” papar dia.

“Kita kan tidak bisa buat survei yang real kalau lawan tong kosong, nggak ada lawan,” katanya.

Tapi dengan ada pesaing, akan ada perbandingan jelas, misalkan Mualem berpasangan dengan salah satu calon melawan kandidat A, lalu simulasi dengan calon lainnya, maka dipastikan nilainya juga akan berbeda pula.

“Kalau lawan tong kosong, tingkat kemenangan Mualem sudah pasti tidak dipengaruhi lagi siapa wakilnya, itu itu was-was kami,” ungkapnya.

“Kalau hari ini kami was-was, Mualem menang cocoknya dengan wakilnya siapa, karena posisi wakil mempengaruhi kemenangan Mualem jika ada kandidat lawan,” kata Nurzahri.

Namun, kata Nurzahri, sampai hari ini pihaknya juga belum bisa memastikan apakah Mualem memang akan melawan tong kosong atau tidak.

“Ya kita dengar di partai-partai lain ada juga mendaftar gubernur, tapi kita tidak tahu apakah itu serius atau tidak,” kata dia.

Internal PA, sambung Nurzahri, penilaian yang akan dilakukan tetap dengan asumsi Mualem akan punya lawan pada Pilkada nanti.

“Kita akan simulasi dan survei dengan asumsi Mualem tetap punya lawan,” tukas dia.

Sementara itu, hingga kemarin, DPP PA telah menerima sejumlah figur yang mendaftar sebagai calon wakil Mualem.

Di antaranya, Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), Ketua Gerindra Aceh, Fadhlullah Dek Fad, Ketua Golkar Aceh, TM Nurlif, Ketua Demokrat Aceh, Muslim, SH, MH, dan Ketua PAN Aceh, Ir Mawardi Ali.

Selain itu juga ada dua calon dari non-partai yang telah mengambil formulir namun belum mengembalikannya, yakni Dr Mufhakkir Muhammad, dan Prof (Udjunct) Dr Marniati.

Tadi malam, Anggota DPRA dari Fraksi Gerindra, Safaruddin juga dikabarkan telah mendaftar.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved