Berita Banda Aceh
PA Waswas Mualem Lawan Tong Kosong
Dalam wawancaranya dengan Serambi tadi malam, Nurzahri mengatakan, jika Mualem harus menghadapi tong kosong, maka apa yang sedang dilakukan oleh tim s
Kalau survei dengan lawan tong kosong ya sama semua. Karena salah satu aspek penilaiannya ya hasil survei, nilai bobotnya itu paling tinggi. Kita kan tidak bisa buat survei yang real kalau lawan tong kosong, nggak ada lawan. Nurzahri, Jubir Partai Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Muzakir Manaf alias Mualem saat ini menjadi kandidat terkuat untuk maju sebagai calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2024. Mengingat hingga saat ini belum ada lawan tanding, Mualem disebut-sebut bisa dengan mudah memenangkan kontestasi jika tidak ada dinamika politik yang luar biasa.
Saat ini Mualem dianggap sebagai figur politik yang kuat, di mana banyak tokoh sekaliber ketua partai nasional ikut mendaftar ke Partai Aceh agar dipilih menjadi ‘pengantinnya’ Mualem. Hingga saat ini belum ada tokoh dari partai lain yang dikabarkan akan maju dan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Aceh. Rata-rata semuanya mendaftar sebagai calon wakil Mualem. Meski popularitas Mualem dianggap tinggi, kekhawatiran muncul dari internal Partai Aceh (PA) terkait nihilnya pesaing Mualem dalam kontestasi Pilkada Aceh kali ini. Absennya calon lain yang menonjol, menimbulkan kekhawatiran tersendiri di internal PA.
Mereka waswas jika Mualem harus menghadapi "tong kosong" atau kontestasi tanpa lawan. Menurut Jubir Partai Aceh, Nurzahri, kondisi tersebut bisa mempengaruhi dinamika politik di Aceh terutama di internal Partai Aceh sendiri. Dalam wawancaranya dengan Serambi tadi malam, Nurzahri mengatakan, jika Mualem harus menghadapi tong kosong, maka apa yang sedang dilakukan oleh tim seleksi di internal PA akan menjadi sia-sia.
“Kalau lawan tong kosong ya akan jadi sia-sia, karena semua yang sudah mendaftar sebagai calon wakil rata-rata ketua partai. (Jika lawan tong kosong) akhirnya akan dikatakan ini bukan lagi masalah siapa yang bisa membantu kemenangan Mualem secara elektabilitas, tetapi ini bisa ditentukan dengan mudah bahkan dengan undian, diundi saja menang karena lawannya tong kosong, begitu kira-kira,” kata Nurzahri.
Nurzahri menjelaskan, jika Mualem ada pesaing, makam tim survei di internal PA tentu akan melakukan simulasi-simulasi. Katakanlah jika Mualem berpasangan dengan salah satu calon dan melawan kandidat A, B, atau C, maka tingkat keterpilihan tentu akan berbeda-beda. Lalu, hasil survei itu juga akan mempengaruhi PA dalam mengambil keputusan siapa wakil yang akan mendampingi Mualem.
“Tapi kalau survei dengan lawan tong kosong ya sama semua. Karena salah satu aspek penilaiannya ya hasil survei, nilai bobotnya itu paling tinggi. Kita kan tidak bisa buat survei yang real kalau lawan tong kosong, nggak ada lawan,” katanya.
Tapi dengan ada pesaing, akan ada perbandingan jelas, misalkan Mualem berpasangan dengan salah satu calon melawan kandidat A, lalu simulasi dengan calon lainnya, maka dipastikan nilainya juga akan berbeda pula.
“Kalau lawan tong kosong, tingkat kemenangan Mualem sudah pasti tidak dipengaruhi lagi siapa wakilnya, itu waswas kami. Kalau hari ini kami waswas, Mualem menang cocoknya dengan siapa wakilnya, karena posisi wakil mempengaruhi kemenangan Mualem jika ada kandidat lawan,” kata Nurzahri.
Namun, kata Nurzahri, sampai hari ini pihaknya juga belum bisa memastikan apakah Mualem memang akan melawan tong kosong atau tidak. “Ya, kita dengar di partai-partai lain ada juga mendaftar gubernur, tapi kita tidak tahu apakah itu serius atau tidak,” kata dia.
Di internal PA, sambung Nurzahri, penilaian yang akan dilakukan tetap dengan asumsi Mualem akan punya lawan pada pilkada nanti. “Kita akan simulasi dan survei dengan asumsi Mualem tetap punya lawan,” kata dia.
Sementara itu, hingga kemarin, DPP PA telah menerima sejumlah figur yang mendaftar sebagai calon wakil Mualem di antaranya, Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), Ketua Gerindra Aceh, Fadhlullah Dek Fad, Ketua Golkar Aceh, TM Nurlif, Ketua Demokrat Aceh, Muslim SH MH, Ketua PAN Aceh, Ir Mawardi Ali.
Selain itu juga ada dua calon dari nonpartai yang telah mengambil formulir namun belum mengembalikan yakni Dr Mufakkir Muhammad, dan Prof (Udjunct) Dr Marniati. Tadi malam, Anggota DPRA dari Fraksi Gerindra, Safaruddin juga dikabarkan telah mendaftar.(dan)
Haji Uma dan Nasir Djamil Berpotensi Jadi ‘Lawan’
DALAM wawancara tadi malam, Jubir Partai Aceh Nurzahri mengatakan, meski popularitas Mualem saat ini tak tertandingi, namun tim internal Partai Aceh terus melakukan analisa-analisa terhadap berbagai perkembangan yang mungkin terjadi. Bahkan, kata Nurzahri, PA juga memetakan figur-figur yang mungkin berpotensi menjadi kandidat lawan Mualem pada Pilkada Aceh tahun ini. Dua nama yang disebut Mualem pada kesempatan pertama adalah Haji Uma dan Nasir Djamil dari PKS.
“Kita petakan semua. Kemudian kita juga memantau perjalanan politiknya, bahkan dari awal kita memantau sosok Bang Nasir Djamil sebagai salah satu figur yang berpotensi menjadi lawan, tapi ternyata hari ini tiba-tiba PKS datang menyerahkan SK dukungan dari Majelis Syuro kepada kita,” katanya.
Artinya, dengan penyerahan SK dukungan PKS kepada Mualem kemarin, maka Nasir Djamil yang notabene adalah kader terbaik PKS saat ini tidak mungkin lagi menjadi pesaing Mualem.
“Secara adminsitratif partai itu berarti sudah final. Tentunya ini akan mempengaruhi analisa kami karena posisi bang Nasir sebagai kader PKS yang sempat kami jadikan potensi pesaing, tapi dengan dukungan PKS kepada Mualem, maka potensi itu sudah tidak mungkin lagi,” katanya.
Selanjutnya, kata Nurzahri, PA juga memantau sosok Sudirman alias Haji Uma yang saat ini masih sebagai Anggota DPD RI. “Kita juga memantau sosok Haji Uma, kemudian Tu Sop, kemudian juga kita pantau sosok yang bermunculan lainnya,” kata Nurzahri.
Hal itu dilakukan PA kali ini, karena tidak ingin terulang seperti Pilkada 2019 lalu. “Dari awal saya katakan, target PA kali ini adalah Mualem menang. Sedangkan proses perjalanan politik pilkada masih panjang sampai pendaftaran, 27-29 Agustus baru kita tahu siapa lawan,” kata dia.
Selain itu, tim internal PA juga memantau perkembangan di sejumlah Parnas. “Politik ini kan dinamis. Tim analisa kita terus memantau perkembangan seperti apa, apa yang berlangsung di PKB juga kita pantau, partai lain juga. Termasuk NasDem, ya NasDem memang agak berseberangan dengan PA,” pungkasnya.(dan)
Berita Banda Aceh
Pilkada Aceh
Pilkada 2024
Muzakir Manaf
Mualem
Haji Uma
M Nasir Djamil
Partai Aceh
PKS
Partai PKS
Takdir Feriza Hasan Dinobatkan sebagai Qari Terbaik Se-Asia Tenggara |
![]() |
---|
Aceh Kirim Sebanyak 87 Ribu Barel Kondesat ke Thailand |
![]() |
---|
Kapolresta Ingatkan Ancaman Pidana Bagi Pembakar Sampah Sembarangan |
![]() |
---|
Harumkan Nama Aceh, Ustadz Takdir Feriza Disambut Kalungan Bunga oleh Pemerintah |
![]() |
---|
Peringati Hari Jadi, Polwan Polda Aceh Gelar Upacara Ziarah di TMP |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.