Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Aceh Tengah

Dokter Paru Sosialisasi Bahaya Rokok Bagi Kesehatan di Aceh Tengah

Dokter Paru Aceh menggelar menggelar acara pengabdian masyarakat berupa bakti sosial dan symposium sejak 25-26 Mei di Kota Takengon, Aceh Tengah.

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Pj Bupati Aceh Tengah Ir. T. Mirzuan, MT berbincang dengan dokter dalam kegiatan PDPI Aceh pada acara pengobatan yang melibatkan dokter spesialis paru dan dokter dari IDI Aceh Tengah di Kecamatan Linge 

SERAMBINEWS.COM, TAKENGONDokter Paru Aceh menggelar menggelar acara pengabdian masyarakat berupa bakti sosial dan symposium sejak 25-26 Mei di Kota Takengon, Aceh Tengah

Kegiatan ini sesuai dengan visi misi organisasi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), yaitu melaksanakan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan Paru. 

Acara bakti  sosial di Aceh Tengah tahun ini adalah bentuk silaturahmi dan kerja sama PDPI dengan IDI Aceh Tengah, Dinas Kesehatan Aceh Tengah, dan Polres Aceh Tengah yang dihadiri Pj Bupati Aceh Tengah Ir. T. Mirzuan, MT.

Dokter Paru Aceh mengadakan penyuluhan kesehatan dan edukasi bahaya merokok dan sosialisasi penyakit TB di Polres Aceh Tengah
Dokter Paru Aceh mengadakan penyuluhan kesehatan dan edukasi bahaya merokok dan sosialisasi penyakit TB di Polres Aceh Tengah (FOR SERAMBINEWS.COM)

Ketua PDPI Aceh, dr. Ferry Kurniawan, Sp.P(K).,P.h.D menyampaikan bahwa acara penyuluhan kesehatan dipusatkan di Aula Polres Aceh Tengah dan Kecamatan Linge. 

Sosialisasi di Aula Polres Aceh Tengah diikuti oleh seluruh polisi Bhabinkantibmas dan dibuka oleh Kapolres Aceh Tengah.

 Tema sosialisasi di Aula Polres berfokus pada upaya berhenti merokok dan efek merugikan dari rokok bagi kesehatan. Bhabinkantibmas merupakan anggota kepolisian yang langsung berdampingan dengan masyarakat di gampong.

Baca juga: Bea Cukai Langsa dan Lhokseumawe Dibantu Denpom Amankan Rokok Ilegal Rp 6 M, 2 Tersangka Ditangkap 

Target penyuluhan kepada anggota kepolisian yang bertugas sebagai Bhabinkantibmas diharapkan para pengayom masyarakat ini akan menjadi panutan dalam memberi contoh dan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait efek laten bahaya merokok. 

Karena kenyataannya, perokok aktif usia remaja sangat banyak ditemukan di gampong-gampong.

“Selain membahayakan kesehatan, rokok juga menjadi pintu masuk remaja mengenal narkotika. Remaja yang merokok dianggap lebih gaul dan keren. 

Anggapan ini sering disalahartikan di kalangan remaja, tanpa sadar merokok telah merusak kesehatan di tingkat sel-sel pernapasannya, namun memang secara klinis belum muncul gejalanya,” ujarnya.

Dr. dr. Mulkan Azhary, M.Sc.,Sp.P (K) FAPSR sebagai pemateri menyampaikan dalam kegiatan sosialisasi bahaya merokok di Polres bahwa sosialisasi bahaya merokok sudah sering mendengarkan. Namun realisasi kawansan bebas asap rokok terkesan hanya sebagai slogan saja.

 Ia juga pemateri dalam seminar tersebut mengingatkan kembali masa-masa sulit saat Covid-19, dimana aturan terkait masker sangat ketak dan aturan ini berlaku sampai ke desa. 

“Kami berharap kerjasama dengan polisi Bhabinkantibmas bisa kembali terwujud dalam hal kawasan bebas asap rokok dan memberikan pengawasan agar para remaja di gampong-gampong tidak merokok secara bebas,” harapnya.

Baca juga: DPRK dan Pemkab Pidie Jaya Konsultasi Draf Raqan Kawasan Tanpa Rokok dengan Biro Hukum Setda Aceh

Selain penyuluhan, kegiatan PDPI di Kecamatan Linge juga disertai dengan acara pengobatan dengan melibatkan dokter spesialis paru dan dokter dari IDI Aceh Tengah. Acara ini dihadiri lansung  PJ Bupati Aceh Tengah T. Mirzuan

Penyuluhan di Linge bertemakan deteksi dini tuberkulosis paru. dr.Rinaldy,Sp.P sebagai Ketua Panitia sekaligus pemateri dalam kegiatan sosialisasi di Lenge mengatakan bahwa angka TB paru terus meningkat di masyarakat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved