Info Haji
Hindari Kelelahan Jelang Puncak Haji, JCH Risti Diimbau Jaga Kesehatan, Selama 14 Hari, 15 Wafat
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Daker Makkah, Nurul Jamal, mengatakan para jemaah yang meninggal ini risiko tinggi (risti).
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Daker Makkah, Nurul Jamal, mengatakan para jemaah yang meninggal ini risiko tinggi (risti).
Laporan Khalidin Umar Barat dari Arab Saudi
SERAMBINEWS.COM, MADINAH – Para jamaah calon haji Indonesia diimbau agar tidak terlalu memaksakan diri dalam beribadah ke Masjidil Haram atau Umrah Sunnah.
Hal ini karena puncak haji masih sangat lama, sehingga jamaah khususnya yang lanjut usia dan risiko tinggi (risti) diimbau menjaga kesehatannya dengan baik.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Daker Makkah, Nurul Jamal, mengatakan para jemaah yang meninggal ini risiko tinggi (risti).
Dari sisi usia mereka yang meninggal berumur 60 tahun ke atas tercatat ada 12 orang. Sisanya di bawah 60 tahun 3 orang.
Jemaah yang meninggal didominasi tiga penyebab penyakit, yaitu pneumonia, penyakit jantung dan diabetes.
Khusus penyakit jantung, Jamal mengatakan, faktor kelelahan menjadi pemicunya.
Baca juga: Ini Ikhtiar Kemenag Wujudkan Haji Ramah Lansia, Mulai Petugas, Istithaah, Bimsik Hingga Safari Wukuf
Karena itu, jemaah diminta mengukur kondisinya, tak memaksakan diri saat beribadah, termasuk umrah sunnah.
Apalagi, saat ini cuaca Makkah ekstrem. Suhu udara di Tanah suci bahkan bisa mencapai 41 derajat celcius.
Imbauan agar jamaah tidak memaksakan diri juga disampaikan KH Aswadi Konsultan Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi kepada Media Center Haji (MCH) Minggu (26/5/2024).
“Shalat bisa memanfaatkan musala dan masjid sekitar hotel,” kata KH Aswadi.
KH Aswadi menyampaikan untuk beribadah khususnya shalat lima waktu, jamaah lansia dan risti dapat memanfaatkan musala hotel atau masjid di sekitar hotel, agar terhindar dari kelelahan.
Imbauan tersebut disampaikan karena berdasarkan statistik jamaah haji wafat per hari ini rata-rata usia 60 tahun ke atas, yaitu 12 orang.
Baca juga: Jaga Kebugaran untuk Puncak Haji, Jamaah Diimbau Laksanakan Umrah setelah Cukup Beristirahat
Kemudian jamaah calon haji di bawah 60 tahun yang wafat sebanyak tiga orang.
”Sebagai bagian ikhtiar perlu terus diimbau agar jemaah tidak terlalu memaksakan diri dalam beribadah, termasuk umrah sunnah. apalagi cuaca Makkah mengarah ke ekstrem, di atas 40 derajat,” ujar Aswadi.
Wartawan Serambi Indonesia/Tribunnews Khalidin Umar Barat selaku petugas Media Center Haji (MCH) 2024 dari Arab Saudi melaporkan hingga hari ke 14 operasional haji sebanyak 15 jamaah calon haji wafat di Tanah Suci.
Jumlah tersebut diperoleh berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, hingga Sabtu (25/5/2025).
Jamaah haji Indonesia yang wafat berjumlah 15 orang, baik di Madinah, Jeddah, maupun Makkah. Semua almarhum/almarhumah merupakan jamaah haji Indonesia berisiko tinggi (risti).
Untuk mencegah kematian jamaah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pun telah menyiapkan berbagai fasilitas kesehatan.
Kepala Kesehatan Daker Makkah, Nurul Jamal mengatakan, dalam melayani jamaah, pihaknya sudah menyiapkan beberapa fasilitas yang bisa digunakan, mulai dari fasilitas klinik atau rumah sakit.
"Kalau ada apa-apa yang tidak bisa kita atasi, itu nanti dirujuk ke rumah sakit pemerintah Arab Saudi maupun swasta," ujar Jamal di Kantor KKHI, Makkah, Sabtu (25/5/2024).
Sejak 15 Mei 2024 lalu sampai hari ini, menurut dia, pihaknya sudah merawat sekitar 30 jamaah. Menurut dia, ada tiga kasus penyakit yang paling banyak ditangani.
"Saat ini masih ada tiga kasus yang terbanyak, yaitu Pneumonia, Penyakit Jantung dan Diabetes," ucap Jamal.
Berikut Daftar Jamaah Haji Wafat Hingga Sabtu (25/5/2024:
1. Upan Supian Anas (71 tahun). Ia meninggal di Madinah pada 12 Mei 2024 lalu dan termasuk dalam kloter JKS 2 Embarkasi Jakarta-Bekasi.
2. Didi Rowadi (69 tahum). Ia meninggal di Madinah pada 14 Mei 2024 dan tergabung dalam Kloter JKS 3 Embarkasi Jakarta-Bekasi.
3. Yusman Irawan (64 tahun). Ia meninggal di Madinah pada 14 Mei 2024). Almarhum termasuk dalam Kloter PLM 2 Embarkasi Palembang.
4. Basirun Mangsuri Wirya Besari (68 tahun). Dia meninggal di Madinah pada 16 Mei 2024 . Almarhum tergabung dalam Kloter SOC 14 Embarkasi Solo.
5. Toton Fatoni (48 tahum) meninggal di Madinah pada 19 Mei 2024, dan tergabung dalam Kloter JKG 9 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede.
6. Sarip Hari Kharun (68 tahun) meninggal di Madinah pada 20 Mei 2024). Almarhum merupakan Kloter JKS 16 Embarkasi Jakarta-Bekasi.
7. Imam Turmudi Abuyamin (71 tahun) meninggal di Madinah pada 19 Mei 2024. Ia tergabung dalam kloter SUB-15 Embarkasi Surabaya.
8. San Muntani Mad Mirsad (84 tahun) meninggal di Madinah pada 19 Mei 2024. Ia tergabung dalam Kloter SOC-8 Embarkasi Solo.
9. Retnoyarni Syafei Adam (60 tahun) wafat di Madinah pada 23 Mei 2024, dan tergabung Kloter PDG-9 Embarkasi Padang.
10. Muslim Ismail (50 tahun) wafat di Makkah pada 22 Mei 2024. Ia merupakan jamaah Kloter PDG-1 Embarkasi Padang.
11. Sunarti Djoyo Kemis (67 tahun) meninggal di Madinah pada 23 Mei 2024. Ia tergabung dalam Kloter BTH-7 Embarkasi Batam.
12. Enny Rodiyah Solichin (68 tahun) wafat di Makkah pada 23 Mei 2024, dan tergabung dalam Kloter JKG-2 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede.
13. Abdulloh Som Sijin (69 tahun) wafat di Madinah pada 24 Mei 2024. Ia tergabung dalam Kloter JKG-20 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede.
14. Sutarso Tasripin Kamsi (50 tahun) wafat di Jeddah pada 25 Mei 2024, dan tergabung dalam Kloter SUB-3 Embarkasi Surabaya.
15. Popon Rohmawati (50 tahun) wafat di Jeddah pada 25 Mei 2024. Ia tergabung dalam Kloter JKS-27 Embarkasi Jakarta-Bekasi.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Khalilurrahman menyampaikan belasungkawa atas meningggalnya sejumlah jemaah hingga pekan kedua keberangkatan jemaah haji ini.
Ia mengatakan jemaah yang meninggal adalah mereka yang lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) yang berasal dari beberapa kloter.
"Kami atas nama PPIH Arab Saudi menyampaikan duka mendalam. InsyaAllah almarhum min ahlil khair, min ahlil jannah karena yang bersangkutan bisa menyelesaikan putaran tawaf terakhir," katanya.
Sementara itu, Kepala Kesehatan Daker Makkah Nurul Jamal mengatakan, sampai sekarang Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) telah merawat sekitar 30 jemaah sejak 15 Mei 2024. Kasus sakit paling banyak diderita oleh jemaah adalah pneumonia, jantung dan diabetes.
"Saat ini masih ada tiga kasus yang terbanyak, yaitu Pneumonia, Penyakit Jantung dan Diabetes," kata Jamal saat ditemui tim Media Center Haji di kantor KKHI Daker Makkah, Sabtu (25/05/2024).
Misalnya untuk kasus kematian jemaah, Jamal melanjutkan, itu mayoritas karena sakit jantung. Dari total kasus kematian itu, 13 diantaranya disebabkan sakit jantung.
Oleh sebab itu Ia menyarankan jemaah tidak terlalu memaksakan diri beraktivitas keluar di siang hari.
"Strateginya sekarang fokus promosi kesehatan. Masuk ke kloter-kloter, bicara bagaimana jemaah haji membatasi aktivitas agar tidak kelelahan.
Mendekatkan layanan kesehatan ke jemaah yakni poliklinik bagi risti di sektor-sektor, memitigasi penyakit jantung," ujarnya.
Jamal mengimbau agar jemaah di masa tunggu ini lebih menjaga kondisi fisiknya menjelang puncak haji pada 15 Juni 2024 nanti.
"Haji adalah Armuzna. Persiapkan kesehatan sebelum ke Arofah, jangan beraktivitas berlebihan. Patuhi imbauan petugas kesehatan," katanya menasihati.
Untuk update kedatangan jemaah, sampai pekan kedua sudah 104,2 ribu orang tiba di Madinah dan Makkah. Mereka berasal dari 268 kelompok terbang.
Para calon haji itu masih dalam masa tunggu menjelang waktu wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah dan Mina (Armuzna) pada 15 Juni 2024 nanti.
Di masa tunggu ini, setelah para jemaah menjalani umrah wajib, mereka banyak yang mengisi waktu dengan ibadah sunnah.
Di Kota Makkah misalnya, para jemaah wara wiri ke Masjidil Haram ikut salat berjamaah dan menjalani umrah sunnah. Tapi tak sedikit pula jemaah nampak sekadar jalan-jalan naik bus sholawat dan belanja di toko-toko dekat penginapan.
Sebagian besar jemaah patuh
Sosialisasi ke hotel-hotel jemaah haji agar menjaga kesehatan menjelang puncak Armuzna tidak hanya dilakukan petugas kesehatan, namun juga lewat bimbingan ibadah haji. Pesan menjaga kesehatan diselipkan dalam program visitasi dan edukasi (Visduk) ibadah.
"Ini supaya mereka siap fisik untuk menghadapi hari wukuf yang penting itu, jangan sampai mereka kita biarkan melakukan apa saja yang membuat mereka sakit," ujar salah satu pembimbing haji PPIH, Kiai Afifuddin usai kegiatan visitasi edukasi (Visduk) di Hotel Al-Hasan (113) wilayah Syisyah.
Afifuddin meminta jemaah agar tidak terlalu sering ke Masjidil Haram setelah menjalani umrah wajib. Ia khawatir kalau terlalu sering keluar itu bersiko akibat fisiknya drop.
Apalagi cuaca di Makkah jauh berbeda dengan cuaca di Tanah Air.
"Jangan sampai jemaah kita gagal untuk mendapatkan hajinya gara-gara mengerjakan yang sunah-sunah itu, sementara yang wajibnya mereka abaikan nantinya," kata dia menambahkan.
Setidaknya sudah ada lima hotel jemaah yang didatangi untuk memberikan bimbingan ibadah. Visduk dilakukan dua hari setelah kolter tiba di hotel masing-masing.
Di sisi lain, sebagian besar jemaah haji sebenarnya sudah memahami pentingnya menjaga kesehatan menjelang Armuzna ini.
Walaupun tak sedikit pula yang belum mengerti, terutama jemaah tua yang masih mengejar fadilah beribadah di Masjidil Haram sehingga memilih beraktivitas di luar.
"Jemaah sepuh, banyak pemahaman yang belum diketahui. Seolah fadilah Masjidil Haram berbeda lokasi dengan di sini (hotel). Padahal lokasi hotel juga masih Tanah Haram. Itulah, semangat besar tapi kemampuan tidak mendukung," kata Yeri Maldi, jemaah asal Kloter 3 Batam.
Devi Aprianto Nasir, jemaah lain pun menyampaikan pendapat mirip. Materi-materi bimbingan tentang pentingnya menjaga fisik ini penting diberikan kepada para jemaah, terutama Lansia dan Risiko Tinggi (Risti).
"Sebagian besar jemaah sudah memahami itu. Terutama nasihat jangan beraktivitas di luar ruangan saat zuhur.
Cuacanya panas kan? Jemaah asal Batam paham, dan sebagian besar tidak memaksakan diri," ujarnya menambahkan. (*)
Tujuh Kloter Jamaah Haji dengan 2.764 Orang Resmi Pulang Hari Ini, Cek Daftar Asal Kloternya! |
![]() |
---|
Kemenag Kembali Ingatkan Jemaah Jangan Beribadah Haji Pakai Visa Ilegal Tanpa Antre |
![]() |
---|
Memasyarakatkan BPKH, Bukan Hanya Sekedar Pengelola Uang Haji : Sekali Ibadah Habiskan Rp 20 Triliun |
![]() |
---|
Pansus Angket Haji Terbitkan Lima Rekomendasi, Kemenag Tanggapi Begini |
![]() |
---|
BPS: Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2024 Sangat Memuaskan, Bus Shalawat Teratas, Petugas Diapresiasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.