Bawang Merah
Pj Bupati Pidie Laporkan Kemajuan Pengembangan Bawang Merah ke Dirjen Horti
Menanggapi penjelasan Pj Bupati Pidie dan Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Dirjen Hortikultura Dr Ir Prihasto Setyanto M.Sc mengatakan, pihaknya b
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto MSi bersama Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakarya A Gani, melakukan pertemuan dengan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Dr Ir Prihasto Setyanto MSc, di Kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (12/9).
“Kunjungan dan pertemuan kami bersama Pj Bupati Pidie ke Kantor Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, untuk melaporkan kemajuan pengembangan tanaman bawang merah di Pidie,” kata Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakarya A Gani dalam press rilis yang disampaikannya kepada Serambi, Selasa (12/9).
Dalam pertemuan dengan Dirjen Hortikultura, Pj Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto mengatakan, setelah sukses melaksanakan penanaman bawang merah pada tahun 2023 ini seluas 400 hektar, dari Januari hingga Agustus kemarin, Pemerintah Kabupaten Pidie, Distanbun Pidie, Bersama Distanbun Aceh, akan menetapkan kawasan khusus untuk lokasi pengembangan tanaman bawang merah seluas 1.000 hektar.
Baca juga: Kabar Gembira, Kiki Amalia Hamil Anak Pertama di Usia 41 Tahun, Banjir Doa
Areal penetapan kawasan lokasi tanam bawang itu, tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Indra Jaya, Simpang Tiga, Pidie, Grong-Grong, Batee dan lainnya.
Wahyudi mengatakan, pengembangan tanaman bawang merah di Pidie, telah dilakukan tiga tahun lalu, yang dimotori oleh Konsorsium Bawang Merah Pidie, bersama pihak Universitas Syiah Kuala (USK), Distanbun Pidie, Distanbun Aceh, bersama kelompok tani dan instansi terkait lainnya, termasuk Kanwil Bea Cukai Aceh, BI, OJK, Baitul Mal Aceh, Perbankan, Bapanas dan lainnya.
Budidaya tanaman bawang, ungkap Wahyudi, sudah menjadi tanaman utama kedua bagi petani padi di Pidie, setelah komoditas padi. Kalau tanaman padi, dalam setahun, ditanam dua kali, yaitu pada musim tanam rendeng dan gadu, tapi tanaman bawang merah sejak tahun 2021 – 2023 ini, hampir sepanjang bulan, ada tanaman bawang merah, sehingga sejak bulan April hingga September ini, produksi bawang merah petani lokal Pidie, tidak pernah putus.
Karena, luas areal panen bawang merah sejak bulan Agustus hingga September 2023 ini, terus meningkat, telah membuat produksi dan pasokan bawang merah ke berbagai pasar tradisional di Aceh, jadi booming, sehingga harga jual, bawang merah petani di Pidie, ikut turun menjadi Rp 12.000 - Rp 14.000/Kg, dari sebelumnya Rp 18.000 – Rp 20.000/Kg.
Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakarya A Gani mengatakan, harga jual bawang merah petani lokal turun, disebabkan produksi melimpah, sementara daya serap pasar stabil, sehingga terjadi penumpukan stok bawang merah di tingkat petani dan pedagang, membuat harga jual ikut turun.
Selain itu, daerah sentra produksi bawang merah dari berbagai daerah, juga memasarkan hasil panen bawang merahnya ke Aceh, sehingga beradu dengan bawang merah lokal pidie dan bawang impor dari Cina.
Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini, menurut Kepala Bidand Ekonomi Kerakyatan Kadin Aceh itu, pemerintah perlu menambah gudang penyimpanan hasil panen bawang merah petani, seperti yang dilakukan Badan Pangan Nasional, membantu 1 unit cold storage, tempat penyimpanan hasil panen bawang merah petani di Gampong Suik, Kecamatan Indra Jaya.
Namun begitu, karena kapasitas daya tampungnya hanya 15 ton, sementara hasil panen bawang petani lokal di Gampong Suik, jumlahnya tiga kali lipat dari kapasitas daya tamping cold storage yang ada, maka sisanya harus dijual ke pasar dengan harga yang rendah oleh kelompok taninya.
Untuk areal tanam 400 hektar saja, kata Zakarya A gani, kita sudah kewalahan untuk menampung hasil panen bawang merah petani, apalagi nanti setelah Pemerintah Kabupaten Pidie, menetapkan kawasan tanaman bawang merah mencapai 1.000 hektar, dibutuhkan puluhan unit cold storage kapasitas 15 ton di kawasan tanaman bawang merah.
Tujuan dari penyediaan cold storage bawang merah itu, kata Zakarya A Gani, untuk menyimpan hasil panen bawang merah petani, agar tidak cepat rusak untuk dipasarkan pada saat harga bawang merah di pasar pada tingkatan ekonomis, di atas Rp 20.000/Kg.
Selain itu, kata Zakarya A Gani, untuk rencana ekspor bawang merah ke luar negeri. Di antaranya ke Malaysia, Singapura, Arab Saudi, India, Eropa dan Rusia. Kalau hasil panen bawang merah petani di Pidie nanti, bisa mencapai 200 – 300 ton/bulan secara kontinu, kegiatan ekspornya, sudah bisa kita rencanakan,” ujar Zakarya A Gani.
Harga Tampung Bawang di Pidie Anjlok, Petani Minta Perhatian Pemerintah |
![]() |
---|
Pj Bupati Bireuen Panen Bawang Merah di Lhok Awe Teungoh Bireuen Dibiayai Dana Desa |
![]() |
---|
Konsorsium Bawang Merah Aceh Targetkan Area Tanam 1.000 Ha |
![]() |
---|
Kadin Aceh Kembali Kembangkan Bawang Merah di Pidie, PLN Bersinergitas Bantu Pemasangan Arus Listrik |
![]() |
---|
Dosen FP USK Sikapi Anjloknya Harga Bawang Merah, Hilirisasi Produk jadi Solusinya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.