Info Kota Sabang

Pj Wali Kota Sabang pantau pelaksanaan Intervensi serentak pencegahan stunting

Di bulan Juni ini, gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024 mulai dilaksanakan di 38 provinsi di Indonesia, termasuk di Kota Sabang.

Editor: IKL
Ist
Pj Wali Kota Sabang pantau pelaksanaan Intervensi serentak pencegahan stunting 

SERAMBINEWS.COM - Di bulan Juni ini, gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting 2024 mulai dilaksanakan di 38 provinsi di Indonesia, termasuk di Kota Sabang.

Untuk memastikan giat nasional ini berjalan lancar, Pj Wali Kota Sabang Reza Fahlevi turun langsung memantau pelaksanaannya di Posyandu Lanal Sabang, Senin (10/6).

Pj Wali Kota Sabang mengatakan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting ini harus terus dipantau pelaksanaan dan perkembangannya agar berjalan dengan baik.

"Alhamdulillah, hingga saat ini angka stunting di Kota Sabang terus menurun. Dari yang kita pantau selama ini, salah satu faktor keberhasilannya adalah pemahaman dari ibu maupun ayah terus meningkat, dan mereka melakukan langkah-langkah yang sudah dianjurkan oleh tim kesehatan kita, baik dari posyandu dan puskesmas," kata Reza Fahlevi.

"Mudah-mudahan dengan terlaksananya kegiatan ini, angka stunting di Kota Sabang akan terus menurun. Sehingga kita mampu mewujudkan Sabang nol kasus stunting," harap Reza Fahlevi.

Pj Wali Kota Sabang pantau pelaksanaan Intervensi serentak pencegahan stunting
Pj Wali Kota Sabang pantau pelaksanaan Intervensi serentak pencegahan stunting (Ist)

Sementara itu, kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, Edi Suharto menjelaskan gerakan ini dilakukan untuk mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu.

Sasaran pengukuran dan intervensi serentak ini adalah semua calon pengantin, ibu hamil, dan balita, yang diharapkan datang ke Posyandu untuk dilakukan pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, validasi, dan intervensi.

"Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada keluarga, terutama kepada ibu dan ayah agar mengerti bagaimana memberikan makanan bergizi untuk mencegah terjadinya stunting terhadap anak. Kita pastikan semua berjalan dengan baik dan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Kota Sabang," jelasnya.

Edi Suharto menambahkan, kegiatan ini telah dilaksanakan pihaknya sejak 5 Juni 2024 di 5 posyandu di Kota Sabang. Ia menargetkan seluruh posyandu di Kota Sabang dapat terintervensi dengan baik.

Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang mencatat, berdasarkan aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) per April 2024, angka stunting di Kota Sabang telah turun dari 13.96 persen atau 411 anak mengalami stunting, menjadi 9 persen yakni 272 anak. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved