Perang Gaza

Rudal Hizbullah Tembak Jatuh Drone Super Canggih di Langit Lebanon, Israel Mulai Khawatir

Israel dan Hizbullah baru-baru ini meningkatkan serangan lintas batas setelah berbulan-bulan pertempuran intensitas rendah, mendorong militer Israel u

|
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/cnn
Sebuah video yang diambil dari Lebanon selatan menunjukkan drone Israel jatuh dari langit pada hari Senin. 

COGAT mengatakan sejak awal tahun, 88 persen dari seluruh permintaan koordinasi telah disetujui.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan dalam laporan terbarunya bahwa meskipun pengiriman beberapa pasokan bahan bakar telah membantu mengurangi tingkat akumulasi air limbah di wilayah Sheikh Radwan,

“kurangnya aliran bahan bakar yang stabil menciptakan dampak yang berkelanjutan. risiko luapan limbah ke daerah tetangga.”

“Selain itu, kurangnya bahan bakar membatasi distribusi air melalui jaringan fungsional, yang ditambah dengan kurangnya generator dan suku cadang, terus berdampak pada ketersediaan air minum, kata” OCHA.

Pada tanggal 2 Juni, produksi air harian di Jalur Gaza mencapai sekitar 95.000 meter kubik per hari, mewakili hanya 26 persen air yang diproduksi sebelum Oktober 2023.

AS: Pertempuran Bisa Berhenti Hari Ini Jika Hamas Menerima Kesepakatan Gencatan Senjata DK PBB

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB mendesak Hamas untuk menerima proposal gencatan senjata terbaru dan kesepakatan penyanderaan setelah Dewan Keamanan PBB memberi suara terbanyak pada hari Senin untuk mendukungnya.

Perwakilan Amerika, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan Israel telah menyetujui kesepakatan tersebut dan “Pertempuran dapat berhenti hari ini jika Hamas melakukan hal yang sama. Saya ulangi: pertempuran bisa berhenti hari ini.”

“Delapan bulan terakhir merupakan masa yang sangat menyedihkan bagi warga Israel yang kehilangan orang-orang terkasih pada tanggal 7 Oktober ketika Hamas menggerakkan konflik ini dengan melakukan tindakan kekerasan yang tidak terpikirkan,” katanya.

“Rakyat Palestina telah mengalami neraka dalam perang yang dimulai oleh Hamas. Ada kesempatan untuk memetakan kutukan yang berbeda. Hamas harus mengambilnya.”

Dewan Keamanan mengadopsi resolusi yang dirancang AS dengan 14 suara mendukung, nol menentang dan satu abstain oleh Rusia.

Duta Besar AS menguraikan kerangka kesepakatan yang dibagi menjadi tiga fase dan pada awalnya mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera Israel dan pertukaran tahanan Palestina.

Pada akhirnya kesepakatan itu juga akan menerapkan penghentian permanen permusuhan dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, distribusi bantuan yang efektif serta rekonstruksi besar-besaran selama beberapa tahun di jalur tersebut.

Thomas-Greenfield mengatakan AS akan menjamin Israel menindaklanjuti kewajibannya sementara Mesir dan Qatar akan melakukan hal yang sama dengan Hamas.

Duta Besar juga mengatakan kesepakatan menolak perubahan geografis apa pun di Gaza dan menegaskan kembali komitmen terhadap solusi dua negara.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved