Imunisasi
Langsa Tertinggi Capaian Imunisasi, Dinkes Aceh: Lihat Mereka, Terenyuh Kita
Dia menjelaskan, kenapa perlu imunisasi karena sebagai proteksi kekebalan individu, kelompok hingga lintas kelompok/komunitas...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Journalist for Children (JFC) bersama Yayasan Darah untuk Aceh (YDUA) dan Unicef menggelar Workshop Pelibatan Jurnalis dalam Peningkatan Capaian Imunisasi di Aceh yang diselenggarakan di salah satu hotel di Banda Aceh, Jumat (14/6/2024).
Direktur Eksekutif YDUA, Nurjannah Husien saat membuka workshop menyampaikan, peran media terkait imunisasi sangat penting. "Karena pemberitaan media menentukan sikap yang diambil masyarakat sebagai rujukan," katanya.
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh dr Iman Murahman dalam materinya menjelaskan, setiap anak berhak mendapat imunisasi, dan itu amanah undang-undang.
Dia menjelaskan, kenapa perlu imunisasi karena sebagai proteksi kekebalan individu, kelompok hingga lintas kelompok/komunitas.
"Mencegah lebih bagus daripada mengobati, ini yang harus kita ubah dari masyarakat kita. Jangan mentang-mentang ada JKA, oh tidak apa-apa sakit, jangan begitu konsepnya, kalau sakit 5 hari tak kerja dan tak beraktivitas rugi uang, rugi pekerjaan," jelas dr Iman.
Di juga menyampaikan, Langsa merupakan kabupaten/kota yang paling welcome dengan vaksinasi di Aceh dengan capaian 96,1 persen pada 2023 lalu.
"Kalau lihat mereka terenyuh kita karena ada ibu-ibu ada bawa anaknya sampai lima orang, semangat sekali vaksinasi. Tapi kalau Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, itu susah kita, tanpa ada alasan, pokoknya tidak mau saja," ungkap dr Iman.
Selanjutnya Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Reza Munawir dalam materinya menyampaikan, dalam kode etik pemberitaan, anak mendapat kasta tertinggi, baru kemudian korban-korban lainnya termasuk kekerasan seksual.
"Jadi pelaku kejahatan saja, anak tidak boleh ditampilkan identitasnya, apalagi kalau dia jadi korban. Pedoman pemberitaan ramah anak harus betul-betul kita jaga dan terapkan, termasuk saat liputan imunisasi dan anak-anak yang terkena penyakit karena tak imunisasi," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.