Konflik Palestina vs Israel
Netanyahu dan Militer Israel Konflik, Pemerintah dan IDF Saling Sindir di Publik soal Lawan Hamas
Perdana Manteri, Benjamin Netanyahu dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berkonflik, kini pemerintah dan militernya saling sindir soal lawan Hamas.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Perdana Manteri, Benjamin Netanyahu dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berkonflik, kini pemerintah dan militernya saling sindir di publik soal strategi melawan kelompok pejuang Islam Hamas.
Diketahui sebelumnya Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant telah mendesak Netanyahu untuk memajukan rencana tata kelola Gaza pascaperang.
Dilansir dari Times of Israel, Kamis (20/6/2024), dia juga memperingatkan pada Mei lalu bahwa kegagalan untuk menemukan pengganti Hamas sebagai penguasa di Gaza akan melemahkan pencapaian militer Israel.
Hal ini karena kelompok pejuang Islam tersebut akan mampu berkumpul kembali dan menegaskan kembali kendali atas Gaza sebagai daerah kantong.
Baca juga: Jubir Militer Israel Akui Keperkasaan Hamas: Berpikir Kita Bisa Melenyapkan Hamas adalah Salah
Baca juga: Ada-ada Saja Si Lina, Wanita Muda Ini Kencani 7 Pensiunan Sekaligus hingga Picu Kontroversi
Selain itu, Gallant meminta Netanyahu untuk mengesampingkan pemerintahan militer dan sipil Israel di Gaza setelah perang yang dipicu oleh serangan gencar Hamas pada 7 Oktober lalu.
Hal ini sebagaimana didukung oleh beberapa anggota sayap kanan koalisi Netanyahu.
Laporan televisi mengatakan Kepala Staf IDF, Herzi Halevi dan kepala Shin Bet Ronen Bar juga baru-baru ini berselisih dengan Netanyahu mengenai perencanaan strategis.
Sementara pemimpin Persatuan Nasional Benny Gantz mengundurkan diri pekan lalu dari pemerintahan darurat perang setelah perdana menteri menolak untuk menyajikan rencana pascaperang, sesuai batas waktu yang dia tetapkan.
Ada tanda-tanda perselisihan lainnya baru-baru ini antara militer dan Netanyahu, termasuk mengenai “jeda taktis” dalam pertempuran di sepanjang jalan di Gaza selatan yang dikritik Netanyahu.
Sementara IDF mengatakan tindakan tersebut sejalan dengan instruksinya untuk meningkatkan jumlah bantuan memasuki Jalur Gaza.
“Untuk mencapai tujuan menghancurkan kemampuan Hamas, saya harus membuat keputusan yang tidak selalu diterima oleh pimpinan militer,” tegas Netanyahu dalam rapat kabinet Minggu kemarin.
Dia juga menyerang IDF dengan sindiran “kita punya negara dengan tentara, bukan tentara dengan negara,” yang merupakan kebalikan dari sindiran tentang Prusia.
Putra tertua Netanyahu, Yair dalam beberapa hari terakhir juga semakin mengecam para pemimpin militer.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.