Rabu, 15 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

AS Khawatir Iran Ikut Perang Jika Israel Serang Hizbullah dan Lebanon

Iran kemungkinan akan ikut perang jika Israel secara resmi menyerang total Hizbullah dan Lebanon, Amerika Serikat (AS) ungkap kekhawatiran.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
AP Photo
Pejuang dari kelompok militan Lebanon Hizbullah melakukan latihan di desa Aaramta di Distrik Jezzine, Lebanon selatan, Minggu, 21 Mei 2023 lalu. Iran kemungkinan akan ikut perang jika Israel secara resmi menyerang total Hizbullah dan Lebanon, Amerika Serikat (AS) ungkap kekhawatiran. 

SERAMBINEWS.COM - Iran kemungkinan akan ikut perang jika Israel secara resmi menyerang total Hizbullah dan Lebanon, Amerika Serikat (AS) ungkap kekhawatiran.

Perwira tinggi militer AS memperingatkan bahwa setiap serangan militer Israel ke Lebanon akan berisiko terhadap respons Iran dalam membela kelompok pejuang Islam Hizbullah itu di sana.

Pasukan AS juga akan ditantang untuk memperkuat payung pertahanan udara Israel.

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Angkatan Udara Charles Q Brown mengatakan, Iran akan lebih cenderung mendukung Hizbullah dibandingkan kelompok Hamas di Gaza.

“Terutama jika mereka merasa bahwa Hizbullah secara signifikan dirugikan atau terancam," kata Brown dilansir dari Times of Israel, Minggu (23/6/2024).

Baca juga: Perang Lawan Hizbullah, ‘PLN’ Israel: Israel Tidak akan Bisa Dihuni Setelah 72 Jam Tanpa Listrik

Baca juga: Kapan CPNS/PPPK 2024 Dibuka? Catat Beserta Formasi, Contoh Soal Tes dan Syarat-syaratnya

Hal itu disampaikannya kepada awak media saat melakukan perjalanan ke Botswana untuk pertemuan para menteri pertahanan Afrika.

Para pejabat Israel telah mengancam akan melakukan serangan militer di Lebanon jika tidak ada langkah negosiasi untuk mengusir Hizbullah dari perbatasan.

Tindakan ini diambil setelah lebih dari delapan bulan serangan semakin intens terhadap kota-kota dan pos-pos militer di Israel utara.

 

 

Beberapa hari yang lalu, militer Israel mengatakan pihaknya telah menyetujui dan memvalidasi rencana serangan di Lebanon.

Langkah ini diambil bahkan ketika AS berupaya mencegah pertempuran tersebut berkembang menjadi perang besar-besaran.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berharap, solusi diplomatik dapat dicapai. Tetapi akan menyelesaikan masalah tersebut dengan cara yang berbeda jika diperlukan.

″Kami bisa bertarung di beberapa bidang dan kami siap melakukan itu,” ucapnya Minggu kemarin.

Baca juga: Cek Harga Emas di Banda Aceh Edisi Sepekan Usai Idul Adha 1445 H, Emas Murni Dijual Segini

Masalah tersebut diperkirakan akan muncul pekan ini ketika Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengunjungi Washington untuk bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, Menteri Luar Negeri Antony Blinken, dan pejabat senior AS lainnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved