Liputan Euro 2024
Sampah Membeludak, Tim Oranye Sigap
Seribuan karyawan Abfallwirtschaft Stuttgart (AWS) -perusahaan jasa kebersihan- bekerja tiga shift untuk memastikan kebersihan tempat umum.
Laporan Zulkarnain Jalil Kontributor Serambi di Jerman
Diperkirakan sedikitnya ada 2,7 juta orang menonton Piala Eropa di sepuluh stadion sepak bola. Sekitar 7 juta pengunjung lainnya nobar di arena Fan Zone mendukung tim nasional mereka.
Saat jutaan orang merayakannya, maka produksi sampah pun sangat banyak. Di Stuttgart, salah satu dari sepuluh venue, pengelolaan sampah selama Piala Eropa sudah dipersiapkan sejak jauh hari.
Untuk memastikan Stuttgart tetap bersih selama Kejuaraan Eropa tersebut, ratusan pekerja harus bekerja siang dan malam. Meski lelah, para pembersih jalan itu menyambut para fans bola mancanegara dengan antusias. "Viel spass" (Selamat menikmati) senantiasa keluar dari bibir mereka, menyambut para fans yang melintas.
Seribuan karyawan Abfallwirtschaft Stuttgart (AWS) -perusahaan jasa kebersihan- bekerja tiga shift untuk memastikan kebersihan tempat umum. Menurut direktur pelaksana AWS, Markus Töpfer, ini adalah tugas yang sangat besar bagi tim berbaju oranye, julukan mereka.
180 pekerja bertugas di kawasan jalanan, bekerja secara shift selama sepekan. Sementara itu ratusan pekerja lainnya di dalam ruangan, misalnya di stadion, kantin, pusat nobar ataupun di kantor pusat AWS sendiri. Untuk mengatasi banyaknya pekerjaan, AWS mendatangkan puluhan pekerja dari lokasi lain ke Stuttgart serta mempekerjakan ratusan pekerja kontrak selama Piala Eropa 2024 ini.
Mereka semua dimonitor langsung dari kantor pusat AWS di Stuttgart. “Pusat kota Stuttgart mudah diakses dari sini dan kami dapat menggabungkan seluruh kekuatan kami,” kata Töpfer.
Usai Piala Eropa nanti, kontainer-kontainer sampah akan dibongkar kembali. Adapun saluran listrik dan air akan tetap ada, untuk penggunaan pada even lain di masa depan.
"AWS telah membangun pusat penyortiran sampah di lokasi pabrik Stöckach. Wadah besar ini dilengkapi dengan fasilitas canggih dan modern. Plus ruangan tambahan untuk akomodasi bagi para staf kebersihan," kata Roland Witzigmann, manajer konstruksi di AWS.
"Sebagai penggemar sepak bola, saya sangat gembira dengan antusiasme para gibol (gila bola), dan suasananya juga nyaman. Tak ada keributan di hari pertandingan,” kata Marco Schleicher, salah satu petugas kebersihan yang bertugas di jalan raya. "Kami sering dapat aplaus, sambutan hangat dari suporter Belanda, karena pakaian yang kami gunakan persis sama dengan kostum timnas Belanda, warna oranye," ungkap Marco sambil tertawa terbahak.
Begitulah, tanpa orang-orang ini, mungkin saja even sebesar Piala Eropa ini tidak akan berjalan dengan lancar. Buat kita semua dimanapun berada, mari jaga kebersihan lingkungan. Kita tanamkan dalam diri kita, bahwa dengan tidak buang sampah sembarangan itu juga termasuk dalam kategori amal salih yang akan menghantarkan kita ke surga nantinya. Aamiin.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.