Liputan Euro 2024
Barcelona Macet Total
Ribuan penggemar berkumpul di sekitar layar raksasa yang dipasang di berbagai kota di Catalan, Spanyol, dengan penonton terbesar terdapat di Plaza Cat
Laporan Zulkarnain Jalil Kontributor Serambi, dari Spanyol
Ribuan penggemar berkumpul di sekitar layar raksasa yang dipasang di berbagai kota di Catalan, Spanyol, dengan penonton terbesar terdapat di Plaza Catalunya Barcelona. Di Plaza Catalunya itu, diperkirakan lebih dari 4.000 orang berkumpul di alun-alun yang terkenal untuk area nonton bareng tersebut. Banyak yang datang lebih dari satu jam sebelum kickoff pukul 9 malam. Meskipun beberapa pendukung Inggris diharapkan hadir juga, tapi tidak ada yang muncul. Praktis lapangan nobar diwarnai merah dan kuning, warna khas bendera Spanyol.
Usai heboh gol pertama Williams, penonton langsung terdiam saat Palmer mencetak gol penyama untuk Inggris. Pada titik ini, terlihat penonton mulai gelisah, galau dalam diam. Mereka sepertinya takut akan adu penalti. Masih tersimpan trauma kala Piala Dunia 2022 lalu di Qatar saat mana Spanyol dikalahkan kuda hitam Maroko lewat adu penalti.

Mendekati waktu normal berakhir, ketika ketakutan dan ketegangan terus tumbuh, dan pikiran beralih ke perpanjangan waktu, gol telat Oyarzabal spontan mengguncang Barcelona. Seluruh pojok kota terdengar suara teriakan histeris..goolll !!
Usai gol tersebut, pertandingan menuju ke akhir, polisi terlihat mulai bersiap untuk perayaan pasca pertandingan. Dan persis usai peluit panjang dibunyikan, warga pun langsung tumpah ruah memadati jalan raya. Plaza Catalunya seakan mau meledak dalam hiruk pikuk dengan sorak-sorai, nyanyian, dan suar merah berbalut asap.
Barcelona dipenuhi dengan warna merah dan kuning. Arak-arakan mobil diiringi suara klakson yang tak henti-henti, menembus udara malam Barcelona yang lumayan panas. Kemacetan pun tak terhindari. Untuk acara tersebut, polisi Catalan meningkatkan tim keamanan secara signifikan, mengerahkan ratusan petugas tambahan.
Albert Batlle, wakil walikota untuk pencegahan dan keamanan, menekankan dalam sebuah wawancara dengan radio RAC1 bahwa "momen paling kritis" adalah setelah pertandingan. Setelah kemenangan Spanyol, polisi memang memusatkan upaya mereka di Plaza Catalunya. Sebabnya, pada tahun 2008 dan 2012, di mana Spanyol juga meraih juara, sempat terjadi bentrokan parah. Untungnya tadi malam semuanya dapat terkendali, tanpa ada insiden yang berarti.
Warga Catalonia sendiri mengelu-elukan Lamine Yamal, bintang asal klub FC. Barcelona Yamal mencetak salah satu gol paling menonjol di turnamen melawan Prancis di semifinal, membuat sejarah sebagai pemain termuda yang mencetak gol di kejuaraan. Bintang Catalan ini punya cara unik dalam merayakan gol: ia membentuk angka 304 dengan tangannya.
Angka-angka ini merupakan penghormatan terhadap kode pos Rocafonda, sebuah lingkungan yang dihuni mayoritas warga muslim asal Maroko, tempat ia dibesarkan.
Sepanjang malam, dia tidak diragukan lagi menjadi pemain paling terkenal di Plaza Catalunya. Terlihat dari banyaknya para pendukung yang mengenakan kaus nomor 19 miliknya Lamine Yamal. Selamat Yamal!(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.