Liputan Euro 2024

‘Berlin, Berlin, Wir Fahren nach Berlin!’

demikian arti yel-yel yang makin gencar disuarakan supporter Jerman di dalam maupun di luar stadion

|
Editor: mufti
IST
Laporan Zulkarnain Jalil, Kontributor Serambi di Jerman 

Laporan Zulkarnain Jalil, Kontributor Serambi di Jerman

“Berlin, Berlin, kami akan ke Berlin!” demikian arti yel-yel yang makin gencar disuarakan supporter Jerman di dalam maupun di luar stadion. Julian Nagelsmann, pelatih Jerman mengaku senang dengan dukungan penyemangat dari penggemar mereka. Kenapa Berlin? Berlin adalah lokasi untuk babak final Euro 2024 yang akan berlangsung di Stadion Olimpiade Berlin pada 14 Juli nanti. Para suporter ingin Jamal Musiala melaju ke final. Namun fans Jerman patut ketar-ketir mimpi mereka bakal terkubur lebih dini. Masalahnya, di babak perempat final nanti, Tim Panser –julukan Jerman- akan bersua matador Spanyol pada 5 Juli 2024 di Stadion Mercedez-Benz Arena, Stuttgart. Tim Matador kini menjelma sebagai kandidat kuat juara Eropa edisi 2024.

Sebelum dimulainya turnamen, harapan publik di Spanyol untuk meraih gelar sama sekali tidak  begitu tinggi. Mereka seakan maklum, timnas mereka dihuni anak-anak muda yang masih butuh jam terbang. Catat saja, semisal pemain sayap Lamine Yamal memecahkan rekor pemain termuda sepanjang sejarah Piala Eropa setelah turun ke lapangan saat melawan Kroasia di usia 16 tahun 338 hari. Namun, setelah babak penyisihan yang sempurna dan kemenangan 4-1 melawan Georgia di babak 16 besar, Spanyol kini adalah favorit nomor satu untuk Kejuaraan Eropa 2024 kali ini.

MERAYAKAN KEMENANGAN - Pendukung Jerman merayakan kemenangan usai pertandingan antara tuan rumah versus
Hungaria di kawasan Fan Zone Stuttgart, belum lama ini.
MERAYAKAN KEMENANGAN - Pendukung Jerman merayakan kemenangan usai pertandingan antara tuan rumah versus Hungaria di kawasan Fan Zone Stuttgart, belum lama ini. (SERAMBI/ZULKARNAIN JALIL)

Sejak kapan Spanyol jadi lawan yang kami takuti?  Tanya kolumnis Alfred Draxler dalam kolomnya di Bild (1/7), salah satu koran berpengaruh di Jerman. Jika kami mengalahkan Spanyol, kami akan memenangkan gelar!, tulis Matthias Brügelmann, seorang kolumnis lainnya di Koran yang sama. Coretan Draxler dan Brügelmann ini seakan ditulis khusus untuk jadi cambuk penyemangat bagi anak-anak Julian Nagelsmann.

Di sisi lain, ada catatan menarik yang juga bikin fans Spanyol was-was. Sepanjang sejarah kejuaraan besar seperti Piala Dunia dan Piala Eropa, belum sekalipun Spanyol mampu mengalahkan negara penyelenggara turnamen. Patut dicatat, kejadian seperti itu sudah 9 kali lho!

Konon lagi, di babak perempatfinal mereka akan menghadapi tuan rumah yang lagi haus gelar, juga datang dengan generasi muda mereka seumpama bomber Jamal Musiala yang berusia 21 tahun. Musiala lahir di Stuttgart, namun sebagian masa kecilnya dihabiskan di  Inggris. Sehingga dia punya dua kewarganegaraan, Inggris dan Jerman. Usai memperkuat Inggris dari U-15 hingga U-21, Musiala memutuskan membela tim senior Jerman pada November 2021 silam. Panggilan pertamanya ke Tim Panser adalah untuk kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Maret 2021. Debutnya dimulai pada 25 Maret saat melawan Islandia. Berjalan tiga tahun, kini Jamal menjelma bak singa lapar di depan gawang lawan.

Baru-baru ini ada perangkingan tentang siapa wonderkid alias pemain muda berbakat selama berlangsungnya Piala Eropa 2024 ini. Untuk menetapkan daftar peringkat wonderkid itu, dari beberapa parameter mengerucut menjadi tiga. Yakni usia, kinerja, dan dampak di dalam tim. Usia, pemain dalam daftar ini harus berusia 21 tahun ke bawah agar memenuhi syarat untuk dipertimbangkan. Kinerja, ini dapat ditunjukkan melalui statistik seperti gol, assist dan clean sheet di Euro 2024. Nah, parameter yang paling tinggi nilainya adalah dampak di dalam tim. Diluar eksploitasi individu mereka, wonderkid terbaik adalah yang mampu memberikan pengaruh dalam meningkatkan kinerja seluruh anggota tim lainnya.

Seperti dilansir dari GiveMeSport (21/6), maka peringkat teratas wonderkid Piala Eropa 2024 diduduki Jamal Musiala (Jerman) di rangking pertama, diikuti Lamine Yamal (Spanyol) kedua, dan Jude Bellingham (Inggris) ada di peringkat ketiga. Dalam list sepuluh besar woderkid yang dirilis GiveMeSport tersebut, ada dua pemain muda Spanyol lainnya, Nico Williams (4) dan Pedri (7). Satu pemain Jerman lainnya, yakni Florian Wirtz yang berposisi penyerang tengah, ada di peringkat ke-6.

Khususnya Jamal Musiala, saat ini ia merupakan top skor Euro 2024 dengan tiga gol, bersama Georges Mikautadze (Georgia), dan Ivan Schranz (Slovakia). Dari ketiganya, Jamal paling berpeluang menjadi top skor di akhir turnamen. Timnya masih akan tampil di babak perempat final. Sedangkan dua pesaingnya sudah sama-sama tersingkir. Akankah dukungan para pemain muda ini akan memberikan dampak nyata bagi tim? Siapa yang akan melaju ke babak semifinal? Siapkan kopi Anda untuk menanti laga panas Jumat (5/7) nanti.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved