Liputan Euro 2024

Fans Turki Kudeta Ibu Kota Berlin!

Fans turki yang tak terhitung jumlahnya merayakan kemenangan timnya di sini hingga larut malam.

Editor: mufti
IST
Laporan Zulkarnain Jalil  Kontributor Serambi di Jerman 

Laporan Zulkarnain Jalil  Kontributor Serambi di Jerman

Stadion Red Bull Arena, Leipzig seakan mau meledak sesaat wasit asal Portugal, Artur Soares Dias meniup peluit panjang tanda pertandingan Turki vs Austria berakhir, Rabu (3/7/2024) dini hari WIB. Turki larut dalam pesta kemenangan. Para pemainnya berhamburan ke lapangan seraya berangkulan. Suporter Turki spontan berteriak gembira diiringi hiruk pikuk suara pukulan genderang dan aneka bunyi-bunyian lainnya, di dalam dan luar stadion. Fans Turki di tribun meneriakkan: "Auf wiedersehen!, Selamat tinggal!" ke arah para suporter Austria. Saat pertandingan berlangsung, pendukung Turki tak henti-henti meneriakkan: "Berlin, Berlin, wir fahren nach Berlin! (Berlin, Berlin kami akan ke Berlin!)," Ya, di semifinal nanti Turki akan melawan Belanda di Stadion Olimpiade Berlin, Minggu (7/7/2024).

Olgun Altug, kolega saya asal Turki yang tinggal di Ulm, usai pertandingan spontan mengirim pesan; “Danke Bruder! (Terima kasih saudaraku!). Sepanjang pertandingan Olgun mengaku berdebar-debar hebat, serasa mau copot jantungnya. Saya pun mengirimkan pesan WA berupa foto sajadah Turki, sebuah pesan bahwa kami berdoa untuk Turki.

Di ibu kota Berlin, fans Turki telah melumpuhkan Ku'damm Berlin dengan parade dan arak-arakan mobil. Berlin macet total. Kurfürstendamm disingkat Ku'damm adalah pusat kehidupan kota Berlin, dan merupakan salah satu jalan paling terkenal di dunia. Pusat perbelanjaan nomor satu di Berlin ini panjangnya 3,5 kilometer, terletak di distrik Charlottenburg antara Breitscheidplatz dan Halensee. Fans turki yang tak terhitung jumlahnya merayakan kemenangan timnya di sini hingga larut malam.

Di ibukota Jerman itu, fans Turki menyaksikan babak 16 besar di fan zone, arena nobar  di depan Gerbang Brandenburg, yang terbuka untuk umum. Kemudian, mereka pindah ke kawasan Ku'damm, menyalakan kembang api dan merayakan kemenangan sensasional dengan iring-iringan mobil besar. Fans Turki tadi malam benar-benar telah mengkudeta kota Berlin!

Di ibu kota Berlin, fans Turki telah melumpuhkan Ku'damm Berlin dengan parade dan arak-arakan mobil. Berlin macet total.
Di ibu kota Berlin, fans Turki telah melumpuhkan Ku'damm Berlin dengan parade dan arak-arakan mobil. Berlin macet total. (IST)

Bagi mereka, ini adalah sebuah keajaiban, karena ini adalah penampilan perempat final pertama sejak 2008. Saat itu, Turki terhempas melawan Jerman di semifinal. Konon lagi Austria tadi malam bukan sembarang lawan. Austria adalah juara grup D yang dihuni tim besar Prancis dan Belanda. Pelatih Austria Ralf Rangnick adalah orang asli Jerman dan jago meracik strategi. Tapi pemain Turki berhasil mematahkan setiap serangan Marcel Sabitzer dkk dengan bermain spartan sepanjang pertandingan.

Di Munich, ribuan penggemar berada di jalan-jalan sepanjang pusat perbelanjaan Leopoldstraße di bekas Bachmaier. Ratusan polisi dikerahkan berjaga-jaga di setiap sudut kota. Namun keadaan sangat terkendali, kendati lalu lintas terhenti total karena perayaan tersebut. Dapat dipastikan, di babak berikutnya akan lebih meriah lagi. Di perempat final, Turki dan Belanda, sejauh ini memiliki basis suporter dengan atmosfer terbaik selama perhelatan Euro 2024.

Selain Jerman sebagai tuan rumah, Turki mempunyai basis suporter terbesar. Adanya parade mobil dan sorak sorai fans di jalan-jalan di seluruh negeri telah menimbulkan rasa kagum. “Sungguh luar biasa bagaimana penggemar kami mendukung dan menemani kami ke mana pun.” tukas Hamit Altintop, Ketua Presidium Asosiasi Sepakbola Turki. “Final antara Jerman dan Turki akan menjadi impian kami.” ujar Altintop yang pernah bermain di Bayern Munich dan Real Madrid semasa aktifnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved