Selasa, 7 April 2026

Konflik Palestina dan Israel

Rudal Katyusha Hizbullah Hantam 2 Markas Israel, 2 Tentara Terluka

Hizbullah setidaknya menargetkan dua markas militer Israel, yaitu markas besar Divisi 91 yang didirikan di barak Iyelet dan markas besar Brigade 769

Editor: Amirullah
khaberni/HO
Gambar ILustrasi. Kelompok milisi Lebanon, Hizbullah dilaporkan menyergap konvoi tentara Israel dan menghujani IDF dengan berbagai jenis tembakan mulai dari peluru artileri, rudal berpemandu, hingga senjata anti tank di Ruwaisat Al-Alam, Kamis (25/4/2024) malam. 

SERAMBINEWS.COM - Kelompok perlawanan di Lebanon, Hizbullah, meluncurkan rudal Katyusha untuk menargetkan markas tentara Israel di perbatasan Israel utara, wilayah Palestina yang diduduki, dengan Lebanon selatan, Jumat (5/7/2024) kemarin.

"Para mujahidin menargetkan sebuah bangunan yang digunakan oleh tentara pendudukan (Israel) di pemukiman Shlomi," kata Hizbullah dalam pernyataannya, kemarin.

Hizbullah setidaknya menargetkan dua markas militer Israel, yaitu markas besar Divisi 91 yang didirikan di barak Iyelet dan markas besar Brigade 769 di barak roket di Kiryat Shmona.

Serangan ini sebagai bagian dari respons terhadap serangan pendudukan Israel, khususnya di kota-kota Lebanon selatan, termasuk kota Yammar al-Shaqif, Kafr Tabnit, Kafar Shuba, Markba, dan Khiam selatan yang melukai warga sipil.

Setelah serangan tersebut, tentara pendudukan Israel mengakui dua tentaranya terluka akibat roket yang jatuh di Kiryat Shmona.

Baca juga: Rekomendasi Drakor Tayang Juli 2024, Tawarkan Genre Misteri hingga Komedi

Pemerintah kota pemukiman Israel di Kiryat Shmona mengakui roket telah jatuh di pemukiman tersebut.

Ia berbicara tentang orang-orang yang terluka dan menegaskan kebijakan untuk menyembunyikan kerugian yang dilakukan oleh pendudukan Israel.

"Kami tidak akan umumkan lokasi jatuhnya roket dan korban luka pada tahap ini," kata pejabat itu, seperti diberitakan IRNA, kemarin.

Sebaliknya, media Israel mengonfirmasi asap tebal mengepul dari pemukiman Shlomi, setelah menjadi sasaran serangan rudal Hizbullah.

Sebelumnya serangan itu, Hizbullah telah menargetkan lokasi militer Israel “Ramia” dengan peluru artileri dan menghantamnya secara langsung kemarin.

Dengan menggunakan senjata rudal, Hizbullah menargetkan lokasi militer Ramtha dan Samaqa di perbukitan Kafr Shuba di Lebanon, yang menyebabkan korban langsung dalam kedua operasi tersebut, seperti diberitakan Al Jazeera.

Sejak 8 Oktober 2023, Hizbullah menyatakan bergabung dengan perlawanan membela rakyat Palestina yang menghadapi agresi Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Hizbullah menyerang sasaran militer Israel di perbatasan Israel utara, wilayah Palestina yang diduduki, dari wilayah Lebanon selatan yang merupakan basis militer Hizbullah.

Hizbullah berjanji akan berhenti menyerang perbatasan jika Israel menghentikan serangan militernya di Jalur Gaza.

Baca juga: Serangan Rudal Hizbullah Sudah Hanguskan 17.300 Hektar Lahan di Israel Utara sejak Oktober 2023


Jumlah Korban

Saat Israel masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza, jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi lebih dari 38.011 jiwa dan 87.266 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Kamis (4/7/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved