Liputan Euro 2024

Fans Oranye 'Ambil Alih' Ibu Kota Berlin

Sebagian besar pendukung Belanda telah bergerak ke Berlin sejak Jumat malam. Erik, seorang fans Belanda, yang sedang duduk bersama teman-temannya di t

Editor: mufti
IST
Laporan Zulkarnain Jalil Kontributor Serambi di Jerman 

Laporan Zulkarnain Jalil Kontributor Serambi di Jerman

Penggemar Oranye, yang merupakan julukan Tim Belanda, memenuhi ibu kota Berlin, saat perempat final melawan Turki Minggu dinihari kemarin. Dilansir NLTimes (6/7), jumlah supporter Belanda itu mencapai 40.000 orang. Mereka telah memenuhi setiap pojok ibu kota Jerman sejak Sabtu pagi. Puluhan ribu fans Belanda bergerak dalam rombongan besar, menggunakan bus, kereta api, dan sebagian membawa kendaraan pribadi. Mereka terlihat santai sembari menikmati cuaca indah di suhu sekitar 30 derajat pada Sabtu sore itu.

Sebagian besar pendukung Belanda telah bergerak ke Berlin sejak Jumat malam. Erik, seorang fans Belanda, yang sedang duduk bersama teman-temannya di teras Kurfürstendamm, jalan raya paling terkenal di Berlin, bersiul mengejek fans Jerman yang lewat.

"Schade Deutschland, es ist alles vorbei" (Sayang sekali Jerman, semuanya sudah berakhir), “ ujar mereka saat seorang pria yang mengenakan seragam tim nasional Jerman lewat. Jerman disingkirkan oleh Spanyol di perempat final Jumat malam yang lalu.

Di dalam stadion, suporter Belanda dan Turki duduk berdampingan di tribun penonton, tidak menimbulkan masalah. Tapi usai peluit panjang berbunyi, maka mulailah suporter Oranye ini berpesta dan berpawai dari Olympia Stadion hingga ke pusat kota Berlin. Praktis ibu kota Berlin berhasil diambil alih oleh fans Belanda dari pendukung Turki, yang sebelumnya menguasai kota itu saat Turki menang lawan Austria. Berlin sendiri memiliki sekitar 300.000 penduduk yang berasal dari Turki. Begitupun, sebagian besar suporter Turki tetap bangga dengan tim nasionalnya meski kecewa dengan hasilnya.

KNVB –PSSI-nya Belanda- berterima kasih atas dukungan puluhan ribu pendukung Oranye yang datang ke Berlin untuk menyaksikan perempat final itu. KNVB sendiri telah menjual 7.000 tiket pertandingan melawan Turki. Belum diketahui berapa banyak suporter yang mendapatkan tiket babak perempat final tim Belanda melalui website lain. Tiket termurah yang ditawarkan di pasar gelap mencapai 500 euro (sekitar 8,7 juta Rupiah) atau bahkan lebih.

Suporter Belanda dan Turki bentrok

Sementara itu, tak lama usai pertandingan, kerusuhan sempat terjadi di arena nobar Fanzone dekat Gerbang Brandenburg, Berlin. Para pendukung Belanda dan Turki bentrok. Mereka nonton di sana karena tidak bisa mendapatkan tiket pertandingan di stadion. Polisi segera turun tangan dan zona tersebut dikosongkan. Polisi Berlin mengerahkan ribuan petugas untuk pertandingan tersebut dan menangkap sejumlah pelaku rusuh. Sebelumnya, polisi Jerman membubarkan prosesi pendukung Turki yang terus melakukan "salam serigala" yang kontroversial itu. Isyarat “salam serigala” yang dipopulerkan oleh Demiral – pemain timnas Turki-adalah simbol kelompok ultra-nasionalis Turki, Meskipun isyarat itu tidak dilarang di Jerman, namun polisi melihatnya sebagai “pesan politik”. Oleh karena itu, aksi unjuk rasa suporter sepak bola tidak boleh digunakan untuk mengungkapkan hal tersebut.

Perbatasan Jerman macet

Dikabarkan telah terjadi kemacetan lalu lintas di perbatasan Jerman karena pemeriksaan ketat oleh polisi jelang pertandingan. Dilansir NLTimes (6/7), sepanjang pagi Sabtu, pengendara terjebak kemacetan di dua lokasi menuju Jerman. Polisi Jerman  melakukan kontrol perbatasan ekstra ketat sehubungan dengan arus fans yang akan menonton pertandingan di Berlin. Kemacetan terjadi di ruas tol A12 dari Arnhem, Belanda menuju perbatasan Jerman dan ruas A76 antara Heerlen dan perbatasan Jerman. Menurut ANWB - departemen  lalu lintas dan turisme Belanda, kedua kemacetan tersebut menyebabkan sedikit keterlambatan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved