Haba Unimal
Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 4 Unimal Olah Sampah Jadi Pupuk Cair Ramah Lingkungan
Mahasiiswa KKN Tematik Kelompok 4 melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Gampong Lhok Jok, Kecamatan Sawang Aceh Utara.
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: IKL
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Mahasiiswa KKN Tematik Kelompok 4 melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Gampong Lhok Jok, Kecamatan Sawang Aceh Utara.
Mereka mengolah dan pemanfaatan sampah rumah tangga untuk mengurangi limbah.
Mulai dari pengolahan kembali kreasi barang berguna dan ekonomis hingga layak jual.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) mengolah limbah menjadi bahan dasar pupuk ramah lingkungan melalui mesin pembakar.
Mesin pembakar yang dibuat membutuhkan waktu pengerjaan selama dua bulan dan telah diuji coba di Kampung Lhok Jok, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.
Riyan Rolianda, salah satu anggota KKN Kelompok 4 Desa Lhok Jok, menjelaskan bahwa alat yang dinamakan alat pembakar sampah rendah emisi ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sampah rumah tangga yang terus menumpuk.
“Apalagi masyarakat lebih memilih membakar di tempat terbuka yang menyebabkan gangguan di sekitar lingkungan dibanding mengubur sampah. Di Kampung Lhok Jok banyak potensi sampah organik dari pertanian seperti sekam padi dan sampah rumah tangga. Ini menjadi acuan kita untuk membuat inovasi teknologi yang tepat,” jelas Riyan, Minggu (7/7/2024).
Riyan menjelaskan cara kerja alatnya cukup mudah.
Sampah rumah tangga seperti kertas dan dedaunan kering dimasukkan ke dalam drum terlebih dahulu untuk dibakar.
Asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah akan disedot kipas blower yang ada di dalam mesin. Selanjutnya, asap akan naik dan disemprot menggunakan sprayer.
Pada tahapan ini, asap akan menjadi cairan embun, yang kemudian akan menjadi pupuk.
“Pupuk baik digunakan jika warna cairannya kuning atau hitam, tapi prosesnya pun lebih lama,” kata Riyan lagi.
Riyan menambahkan bahwa meski menggunakan segala jenis limbah sampah organik, masing-masing jenis sampah memiliki durasi yang berbeda.
Seperti penggunaan sampah kering sekitar 2 jam.
“Kelebihan alat ini ramah lingkungan. Jika dibandingkan dengan pupuk dari pabrikan yang merusak tanah, alat ini lebih baik. Kelebihan lainnya, abu hasil sampah bisa diolah kembali menjadi paving,” ujarnya.
Sementara itu, alat pembakaran sampah rendah emisi merupakan produk inovasi untuk Desa Mengabdi dengan inovasi pengemasan dan peningkatan kualitas produk melalui KKN Kelompok 4 Universitas Malikussaleh di Desa Lhok Jok.(*)
Dosen Unimal Pertahankan Disertasi tentang Tragedi Cumbok di Program Doktor Perencanaan Wilayah USU |
![]() |
---|
Program Magister Ilmu Komunikasi Tutup Pendaftaran 28 Agustus |
![]() |
---|
Tim Asesor BAN PT Lakukan Asesmen Akreditas Kampus Unimal |
![]() |
---|
Dosen Unimal, Sosialisasi Media Handycraft Kreatif Kepada Guru SD |
![]() |
---|
Mahasiswa PKM Unimal Kreatif, Ubah Serbuk Kayu Jadi DualAct Filter |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.