Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Aceh Besar

Nyak Lambot, Janda 79 Tahun Terima Manfaat Pembangunan Rumah Dhuafa dari Polresta

Rumah Dhuafa ukuran tipe 36 untuk Nyak Lambot dan keluarganya itu ditargetkan selesai dalam satu bulan ke depan

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/INDRA WIJAYA
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Fahmi Irwan Ramli menyapa Nyak Lambot penerima bantuan pembangunan rumah dhuafa di Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Jumat (12/7/2024). 

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Nyak Lambot (79) janda asal Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar bersama anaknya Maulidin (35) tak kuasa menahan haru ketika peletakan batu pertama pembangunan rumah dhuafa yang digagas oleh Polresta Banda Aceh bersama Dinas Perkim Aceh, Jumat (12/7/2024).

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Fahmi Irwan Ramli Bersama Ketua MPU Aceh Besar, Abi Wahidi dan Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Aceh, Agus Salim.

Rumah Dhuafa ukuran tipe 36 untuk Nyak Lambot dan keluarganya itu ditargetkan selesai dalam satu bulan ke depan.

Nyak Lambot usai peletakan batu pertama itu tak kuasa menahan haru saat Kapolresta menghampirinya untuk mengucapkan selamat.

Baca juga:  KMP BRR Naik Dock, Jalani Perawatan di Nias

Ia bersama Anak dan cucunya sendiri tinggal rumah panggung yang berdekatan dengan tempat pembangunan rumah dhuafa untuknya.

Diketahui, rumah tersebut awalnya akan diberikan kepada  suaminya Tgk Muhammad Hasyem atau akrab disapa Teungku Hasyem.

Namun, ketika hendak dilakukan peletakan batu pertama, pihak kepolisian mendapat kabar bahwa Teungku Hastem telah meninggal dunia pada 24 Juni 2024 lalu.

"Sehingga pembangunan ini sempat tertunda lantaran suami masih dibalut duka dikarenakan kepergian Alm Tengku Hasyem," kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Fahmi Irwan Ramli kepada wartawan.

Baca juga: Jelang Kepulangan, Jamaah Haji Banda Aceh Meninggal di Mekkah

Tengku Hasyem sendiri pernah membuat balai pengajian tepat di lokasi pembangunan rumah tersebut.

Balai pengajian itu dia dirikan, agar anak-anak dan remaja di Desa Ladong mengaji bersama di rumahnya.

Namun, pada 2017 lalu balai pengajian itu ai waqaf kan pesantren di Blang Krueng, lantaran dirinya mengalami stroke.

Baca juga: VIDEO - Drone Perlawanan Islam Irak Bikin Israel Gelap Gulita, Haifa Membara

"Almarhum merupakan penerima manfaat pembangunan rumah dhuafa dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78 dan ini diwakili oleh Istri Alm yang menempati.

Disaat beliau kembali kepada Allah SWT, beliau masih meninggalkan kenang-kenangan serta manfaat bagi keluarganya berupa satu unit rumah," ungkap Fahmi.

"Mudah-mudahan bantuan ini dapat dirasakan bagi keluarga, dan semoga kami juga dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved