Sabtu, 11 April 2026

Berita Subulussaalam

Pembangunan Kelok 8 Subulussalam Diusul Jadi Proyek Strategis Nasional

Pemerintah Kota Subulussalam, sebut HRB berharap dukungan Pemerintah Pusat agar seluruh program ini dapat segera direalisasikan

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Subur Dani
for serambinews
Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin, mendatangi Kementerian PPN/Bappenas untuk serahkan usulan penetapan proyek strategis nasional di daerahnya, Selasa (7/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Subulussalam, M Rasyid ajukan empat program prioritas di daerahnya ditetapkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Kementerian PPN/Bappenas
  • Dokumen permohonan diserahkan langsung M Rasyid ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Selasa (7/4/2026)
  • Program yang diusulkan antara lain pembangunan Jalan Tembus Gelombang Subulussalam-Muara Situlen, Kabupaten Aceh Tenggara

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, M Rasyid ajukan empat program prioritas di daerahnya ditetapkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Kementerian PPN/Bappenas.

Dokumen permohonan diserahkan langsung M Rasyid yang akrab disapa Haji Rasyid Bancin (HRB) ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Selasa (7/4/2026). 

Baca juga: Datangi Bappenas, Wali Kota Subulussalam Ajukan 4 Program Prioritas Jadi Proyek Strategis Nasional

Program yang diusulkan antara lain pembangunan Jalan Tembus Gelombang Subulussalam-Muara Situlen, Kabupaten Aceh Tenggara.

Kedua pembangunan Kanal Oboh sebagai pengendali banjir sungai Lae Souraya. 

Ketiga penanganan Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat.

Terakhir penanganan tanjakan Kedabuhen, yang populer dengan istilah program Kelok Delapan Kedabuhen.

Baca juga: Lintas Subulussalam-Pakpak Bharat Diusul Jadi Jalan Kelok 8

"Program-program ini bertujuan untuk membuka akses wilayah terisolasi, memperlancar distribusi hasil pertanian, mengurangi risiko banjir dan bencana, serta meningkatkan keselamatan masyarakat di jalur rawan kecelakaan," kata HRB dalam keterangan tertulis. 

Pemerintah Kota Subulussalam, sebut HRB berharap dukungan Pemerintah Pusat agar seluruh program ini dapat segera direalisasikan demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Khusus mengenai penanganan tanjakan Kedabuhen, yang populer dengan istilah program Kelok Delapan Kedabuhen harus segera dilakukan.

Lantaran tanjakan Kedabuhen merupakan titik kritis yang berada di kawasan perbukitan dengan karakteristik tebing curam dan jurang dalam, yang setiap hari berpotensi menimbulkan 
kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Kasus Korupsi Beasiswa Aceh, Kejati Tahan Tersangka Baru

Ruas ini merupakan bagian dari jalur strategis yang dilintasi oleh sedikitnya delapan kabupaten/kota di Aceh melalui Kota Subulussalam menuju Pakpak Bharat, Sumatera Utara dan Kota Medan.

Karakteristik jalan berupa tanjakan panjang, terjal, serta tikungan tajam dengan risiko tinggi bagi kendaraan, khususnya angkutan berat. 

Setiap bulan, puluhan kendaraan terlibat kecelakaan di kawasan ini, dengan korban jiwa yang telah mencapai puluhan orang akibat berbagai insiden.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Subulussalam mengusulkan pengembangan Program Proyek Strategis Nasional (PSN) Kelok Delapan Kedabuhen sebagai solusi rekayasa geometrik jalan yang lebih aman dan berstandar tinggi. 

Baca juga: Geledah Kantor PT Perikanan Indonesia Unit Simeulue, Kejati Usut Kasus Pengolahan Ikan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved