Breaking News

Mihrab

Prof Syamsul Rijal: Energi Positif dari Perilaku Haji Mabrur adalah Ketaqwaan

hasil akhir dari haji mabrur adalah pengampunan dosa. Mereka yang berhaji telah terlatih dengan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi segala rintan

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
IST
Guru Besar Ilmu Filsafat Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Syamsul Rijal MA 

Prof Syamsul Rijal: Energi Positif dari Perilaku Haji Mabrur adalah Ketaqwaan

SERAMBINEWS.COM - Jamaah haji keloter 1 debarkasi Banda Aceh telah tiba dengan selamat pada Rabu (10/7/2024).

Sesaat turun dari tangga pesawat ada yang sujud syukur sebagai pertanda rasa syukur kepada Allah SWT atas perjalanan haji yang mereka tempuh.

Setiap orang yang melakukan perjalanan ibadah haji yang diharapkan adalah memperoleh ridha Allah sebagai haji yang mabrur dan tiada balasannya kecuali surga.

“Berhajilah dengan mengoptimalkan segala potensi menuju haji mabrur. Optimalisasi itu akan membentuk enerji positif terbafukan yang diperlukan dalam berkehidupan humanis,” sebut Dewan Pembina ISAD Aceh, Prof Syamsul Rijal, Kamis (11/7/2024).

Dikatakannya, hasil akhir dari haji mabrur adalah pengampunan dosa. Mereka yang berhaji telah terlatih dengan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi segala rintangan dan ujian selama melaksanakan ibadah haji dengan kesabaran dan ketabahan.

“Predikat mabrur itu bukan sebatas bersifat lebeling puncak dari berhaji, namun menjadi prototype penting dari cerminan kemabruran seseorang berhaji itu dapat menghasilkan berbagai energi positif yang dapat dirasakan baik oleh individu maupun masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Energi positif dari perilaku haji mabrur, kata Prof Syamsul Rijal, pertama adalah ketaqwaan.

Bagi mereka yang memperoleh haji mabrur menguatkan hubungan spiritual seseorang dengan Allah SWT, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat keimanan dan penghayatan terhadap ajaran Islam.

“Kedua, memperteguh kesabaran. Seseorang telah dapat mengembangkan sikap kesabaran, keteguhan, dan ketabahan dalam menghadapi segala rintangan. Mereka yang mampu menjalani ibadah dalam ridha Allah tentu saja akan dengan sigap mengarungi bahtera kehidupan terbaik baginya,” paparnya.

Ketiga, lanjut Prof Syamsul Rijal ialah kesadaran sosial. Mereka yang memperoleh haji mabrur tentu akan mendorong karakter seseorang untuk meningkatkan kesadaran sosial, seperti membantu sesama muslim, berbagi rezeki, menghormati hak-hak orang lain dan berkehidupan lebih humanis.

Keempat, hidup beretika. Mereka yang memperoleh Haji mabrur akan mendorong seseorang untuk menjaga perilaku yang baik, seperti berbicara dengan lembut, menghindari maksiat, dan menjauhi perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Kelima, persaudaraan dan ikhlas dalam kebajikan. Mereka yang memperoleh haji mabrur senantiasa dapat memperteguh sikap dalam  memperkuat rasa persaudaraan dan kesatuan umat muslim, karena seluruh umat muslim dari berbagai belahan dunia berkumpul dalam satu tempat untuk menunaikan ibadah yang sama.

“Energi positif ini tidak hanya dirasakan oleh individu yang menunaikan haji, tetapi juga dapat berdampak positif bagi lingkungan sekitar, keluarga, dan masyarakat secara luas,"

"Keberkahan ibadah bukan sebatas mempertegas karakter moralitas orang berhaji itu, namun harus membawa dampaknya yang luas dalam kehidupan sosial,” tegas Prof Syamsul Rijal.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved