Berita Pidie Jaya

Makam Abdullah Syafii di Pidie Jaya tak Terurus, Ini Profil Panglima GAM Miliki Ilmu Peurabon Itu

Setidaknya hal ini sesuai temuan Panitia Khusus (Pansus) II DPRA yang berziaran ke Kompleks Panglima GAM ini Selasa (9/7/2024), sehingga para anggota

Penulis: Idris Ismail | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Pansus II DPR Aceh mengunjungi makam Tgk Abdullah Syafii di Gampong Kayee Jatoe, Kemukiman Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, Selasa (9/7/2024) 

Teungku Lah tidak mendapat pendidikan militer di Libya, seperti Arjuna atau Ahmad Kandang.

Inilah yang membuatnya tidak begitu suka dengan penggunaan kekerasan dalam berjuang. Kekuatan senjata hanya untuk mempertahankan diri.

Teungku Lah lahir di Gampong Seuneubok Rawa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh

Jaraknya sekitar empat kilometer dari Jalan Medan-Banda Aceh, kawasan Matang Glumpang Dua, Bireuen.

Jalan penghubung menuju ke gampong itu hanya tiga kilometer saja yang teraspal bagus, sementara sekitar satu kilometer lagi penuh kerikil dan berdebu.

Baca juga: Peringati Meninggalnya Hasan Tiro dan Abdullah Syafii, KPA/PA Aceh Barat Santuni Ratusan Anak Yatim

Di beberapa bagian masih terlihat bekas aspal yang mengelupas. Di kiri kanan jalan, ada bentangan areal persawahan yang luas, bersambung kawasan perbukitan yang teduh dan asri.

Di gampong itulah, Teungku Abdullah Syafi'i lahir. Jika merujuk keterangan yang tertulis di makam Blang Sukon, Cubo, Pidie Jaya, beliau lahir pada 17 Oktober 1947.

Sementara dalam banyak informasi di media, Teungku Lah ditulis lahir pada tahun 1952.

Tidak ada yang tahu, versi mana yang benar. Tapi, adiknya, Fatimah, memiliki keterangan berbeda.

Menurut dia, abangnya lahir sekitar tahun 1955. Ia hanya sempat bersekolah hingga kelas tiga di Madrasah Aliyah Negeri Peusangan.

Keluar dari sekolah tersebut, Teungku Lah memilih belajar agama di sejumlah Pesantren di Aceh.

Teungku Lah mulai terlibat GAM pada awal 1980 (ada juga kabar yang menyebutkan, Teungku Lah bergabung dengan GAM sehari setelah Hasan Tiro memproklamirkan GAM di Gunong Halimun, Kabupaten Pidie, Aceh).

Sebenarnya, masa muda Teungku Lah termasuk unik. Ia banyak terlihat dalam dunia teater bersama grup Jeumpa.

Sangat jauh dari kesan militer. Tetapi, belakangan, hal ini sangat membantu Teungku Lah dalam hal penyamaran. Mobilitas Teungku Lah tak terdeteksi.

Miliki ilmu peurabon

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved