Perang Gaza

Kisah Muhammed Bhar, Anak Palestina yang Cacat Mental Tewas Diterkam Anjing IDF & Dibiarkan Sekarat

Karena tidak dapat melihatnya, Bhar hanya bisa menebak nasibnya dari jeritannya saat dia dipaksa meninggalkan area tersebut dengan todongan senjata.

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Disediakan
Muhammed Bhar, 24 tahun, difoto di rumahnya di Kota Gaza. 

SERAMBINEWS.COM - Jeritan putus asa saat ia berjuang untuk membebaskan diri dari anjing tempur yang dilepaskan oleh tentara Israel (IDF).

Ini adalah gambar terakhir yang diingat Nabila Ahmed Bhar tentang putranya Muhammed, 24, yang memiliki sindrom down.

Keluarga Palestina itu bersembunyi di rumah mereka di lingkungan Shujaiya di timur Kota Gaza ketika pasukan Israel menyerbunya, kata Bhar kepada Middle East Eye.  

Anjing-anjing dikirim terlebih dahulu untuk menyerang Muhammad dan mulai menganiaya dia.

Tentara kemudian mengusir semua orang dari rumah, kecuali Muhammed, yang dibawa ke ruangan terpisah.

Karena tidak dapat melihatnya, Bhar hanya bisa menebak nasibnya dari jeritannya saat dia dipaksa meninggalkan area tersebut dengan todongan senjata.

Baca juga: Hamas Ingin Jaminan Israel tak Lanjutkan Perang setelah Tawanan Gaza Dibebaskan

Tujuh hari penantian yang menyiksa berlalu sebelum pasukan Israel akhirnya mundur dari Shujaiya.

Keluarga itu bergegas kembali ke apartemen pada hari Rabu. Mereka menemukan tubuh Muhammed yang membusuk dengan cacing-cacing menggerogoti wajahnya.

“Saya tidak bisa berhenti memikirkan jeritannya dan gambaran dia yang berusaha membebaskan diri,” kata Bhar.

Sindrom Down yang dialami Muhammed parah, jelasnya. Menurutnya, perkembangan mentalnya "setingkat bayi".

“Muhammad sangat polos. Dia tidak bisa mengerti… Dia tidak bisa memahami apa pun.

"Dia seperti anak berusia satu tahun. Saya biasa memberinya makan dan mengganti popoknya.

“Saya tidak tahan membayangkan apa yang mereka lakukan padanya, atau bagaimana mereka meninggalkannya untuk mati seperti ini."

'Tidak ada Muhammad'

Pasukan Israel menyerbu Shujaiya di bawah perlindungan serangan udara besar-besaran pada tanggal 27 Juni.

Baca juga: Argentina Tetapkan Hamas sebagai Organisasi Teroris

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved