Suara Parlemen
HRD Komit Maju Calon Gubernur Aceh, Panggilan Hati Demi Berbuat Lebih Banyak Untuk Aceh
Sebagai putra Aceh saya merasa terpanggil untuk melanjutkan pembangunan yang telah dirintis oleh para pemimpin Aceh terdahulu
Anggota DPR RI H Ruslan Daud (HRD) sudah komit maju sebagai calon Gubernur Aceh periode 2024-2029. Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga mantan bupati Bireuen ini menyatakan maju sebagai orang nomor satu di Aceh dalam Pilkada 2024 karena panggilan hati demi berbuat lebih banyak untuk Aceh. Berikut Wawancara Khusus HRD Dengan Harian Serambi Indonesia
Mengapa masih tertarik menjadi Gubernur Aceh?
Karena panggilan hati untuk dapat berbuat lebih banyak untuk Aceh. Kalau mau di zona nyaman, iya, saya tinggal melanjutkan sebagai Anggota DPR RI.
Sebagai putra Aceh saya merasa terpanggil untuk melanjutkan pembangunan yang telah dirintis oleh para pemimpin Aceh terdahulu.
Masih banyak persoalan dan dinamika dalam Pembangunan Aceh yang harus diselesaikan, seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM).
Apa potensi yang anda diandalkan untuk maju menjadi Gubernur Aceh?
Selain pengalaman menjadi bupati Bireuen dan anggota DPR RI. Iya, karena perolehan jumlah suara saya untuk kedua kali ke Senayan yang meningkat adalah angka atau fakta statistik.

Meski belum sempurna saya meyakini selama ini telah melakukan hal yang tepat di jalur yang tepat bersama orang-orang yang tepat.
Apa saja yang sudah Anda persiapkan untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Aceh?
Jaringan dari berbagai unsur. Kalau untuk menjadi Bupati dan melanjutkan DPR RI saya rasa telah cukup, tapi untuk ke level gubernur, jaringan yang ada telah saya perkuat dan perluas lagi.
Tidak mungkin segenap permasalahan di Aceh dapat diselesaikan tanpa persatuan dan kebersamaan.
Apa strategi Anda untuk memenangkan Pilkada Aceh tahun ini?
Ini agak berat, strategi, kan, ibarat bumbu masakan khas tiap warung nasi. Mestinya tetap menjadi rahasia agar tetap menarik karena menimbulkan rasa penasaran bagi para penikmat.
Baca juga: HRD Kembali Nyatakan Maju dalam Pemilihan Gubernur Aceh
Tapi okelah, salah satu strategi adalah memperluas hubungan komunikasi dengan berbagai pihak, sekalian sebagai pondasi kerja setelah menjadi Gubernur, insya Allah.
Apa visi dan misi yang Anda usung sebagai Bacagub Aceh?
Visi harus jelas, realistis dan dapat diukur sehingga dalam kontestasi Pilkada Aceh 2024 ini, Saya akan mengusung visi : Aceh yang Islami, Maju, Berkeadilan dan Sejahtera.
Untuk mewujudkan visi tersebut, saya menawarkan 5 (lima) misi, antara lain : Meningkatkan harmonisasi masyarakat yang berwawasan Syariat Islam. Mewujudkan transformasi sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia, produktif, berbudaya, dan berdaya saing.
Mewujudkan transformasi ekonomi dan industrialisasi berbasis potensi unggulan daerah. Mewujudkan pembangunan yang merata, berkelanjutan dan mengurangi kesenjangan antar wilayah. Mempercepat transformasi tata kelola pemerintahan yang inovatif guna mewujudkan good governance
Apa strategi Anda untuk mencapai visi maupun misi tersebut?
Langkah pertama, mengkomunikasikan dengan seluruh perangkat OPD Aceh sebagai eksekutor program dan kegiatan turunan visi dan misi tersebut.
Baca juga: Masyarakat Gaungkan HRD Gubernur Aceh
Kedua, mengintegrasikan visi dan misi dalam aktivitas kerja sehingga mampu dijabarkan secara terperinci dan dapat diimplementasikan secara optimal, dan yang ketiga, membentuk mindset yang komprehensif dan fokus pada pencapaian tujuan.
Aceh hampir 10 tahun sebagai provinsi termiskin di Sumatera. Apa langkah Anda?
Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu fokus utama saya dalam menyelesaikan berbagai masalah dalam Pembangunan Aceh.
Mengatasi kemiskinan harus dimulai dari unit pemerintahan terbawah, yaitu desa (gampong). Dengan perbaikan manajemen data, kepemimpinan yang kuat, pengalokasian anggaran secara tematik dan tagging program/kegiatan dan pemantauan/evaluasi secara berkala.

Kita harus mampu menggerakkan seluruh pemangku kepentingan dalam pengentasan kemiskinan, seperti dukungan pemerintah pusat, sinergitas kab/kota dan desa, pelibatan dunia usaha, swasta, akademisi, media dan LSM. Aksi kolaborasi dan sinergitas program sangat menentukan keberhasilan pengentasan kemiskinan
Butuh waktu berapa lama untuk mengentaskan Aceh dari jerat kemiskinan?
Apabila kita fokus dan komit saya merasa yakin dalam kurun waktu 5 tahun angka kemiskinan Aceh dapat kita turunkan. Saat ini angka kemiskinan Aceh berada pada angka 14,45 persen, turun 0,19 persen dibandingkan sebelumnya.
Baca juga: InsyaAllah HRD Siap Maju Gubernur Aceh
Sehingga saya fikir setiap tahunnya kita fokus mengentaskan kemiskinan paling tidak 5 KK (dengan asumsi 1 KK = 4 jiwa) per gampong di seluruh Aceh (6.497 gampong) maka dalam setahun kita bisa menurunkan 129.940 jiwa.
Jika dibandingkan dengan angka rilis BPS tahun 2023 yaitu 806.750 jiwa, maka dalam kurun waktu kurang lebih 5 tahun kita akan mampu mengentaskan kemiskinan secara signifikan.
Angka pengangguran di Aceh cukup tinggi. Apa saja yang akan Anda lakukan?
Pengangguran salah satu masalah Pembangunan yang masih menghantui Angkatan kerja masyarakat Aceh.
Ada sejumlah alternatif upaya yang akan kita lakukan untuk menekan angka pengangguran, antara lain 1. Publikasi informasi tentang bursa lapangan kerja, 2. Reformasi desain kurikulum pelatihan dan ketrampilan guna pengembangan keahlian tenaga kerja,
3. Meningkatkan produktivitas masyarakat dengan menumbuhkan jiwa wirausaha, 4. Melakukan kolaborasi dengan sektor private guna menampung tenaga kerja trampil siap pakai, 5. Menciptakan lapangan kerja baru sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pada berbagai sektor.
Aceh provinsi nomor 3 tertinggi angka stunting di Indonesia. Apa langkah Anda?
Berbicara masalah stunting diperlukan upaya terintegrasi dan strategi kolaboratif untuk menurunkan angka stunting di Aceh.
Saya menawarkan beberapa langkah, antara lain : 1), perbaiki manajemen data, harus ada upaya serius melakukan collecting data by name by address (bnba) terkait anak stunting dan keluarga berisiko stunting, 2), adanya komitmen dan visi kepemimpinan yang kuat,
Baca juga: Tu Sop atau HRD, ke Mana Arah Dayah di Pilkada Aceh 2024
3), meningkatkan pemanfaatan alokasi bantuan keuangan ke kabupaten/kota dan gampong yang relevan dengan tema stunting, 4) melakukan kolaborasi dan membangun sinergitas dengan melibatkan pentahelix, yaitu Academic, Business, Community, Government and Media (ABCGM),
5) mengoptimalkan pelaksanaan program/kegiatan serta memperkuat pengawasan dan pengendaliannya.
Disamping itu, harus ada inovasi seperti memberikan insentif dan penghargaan semacam Stunting Award kepada para pelaku dan pegiat Upaya penurunan stunting yang terlibat aktif dan berkinerja baik.
Bisa Anda sebutkan kriteria calon Wakil Gubernur Anda?
Sekarang zamannya reformasi dan demokrasi, serta keterbukaan publik, jadi selain calon Gubernur yang harus dilihat track record atau rekam jejaknya, ide atau gagasan serta selama ini yang peduli rakyat Aceh, begitu juga Balon Wakil Gubernur Aceh juga harus memiliki rekam jejak yang baik dan diterima semua kalangan.
Sehingga Masyarakat dapat menilai sendiri siapa yang layak jadi pemimpin Aceh ke depan. Misalnya politisi atau birokrasi atau ilmuwan yang memiliki kecakapan untuk ikut terlibat dalam membangun Aceh dan mensejahterakan masyarakat Aceh.
Anda yakin akan dapat dukungan terbesar dari daerah dan kalangan mana saja?
Kalau daerah, saya rasa tidak hanya di Dapil Aceh dua DPR RI, karena perolehan suara PKB khususnya di Dapil satu juga meningkat, artinya teman-teman di seluruh Aceh juga akan sangat membantu, belum lagi dukungan dari Partai Koalisi, Kelompok sipil, Ulama dan Santri, Pemuda, Mahasiswa, saya rasa semua kalangan masih sangat positif untuk kedepan ini.
Aceh seperti apa yang Anda ingin wujudkan jika Anda terpilih menjadi Gubernur?
Saya tidak berani berlebihan semisal seperti provinsi lain, saya ingin mewujudkan Aceh maju sebagai Aceh. Artinya seimbang dunia dan akhirat.
Baca juga: Baliho HRD Gubernur Aceh Muncul di Sejumlah Daerah
Berkemajuan tanpa harus kehilangan identitasnya. Kita bisa mencontoh negara atau daerah yang maju lainnya, keasliannya sebagai sebuah bangsa tetap terjaga.
Misal Jepang dengan budaya kedisiplinan masyarakatnya yang berakar pada sejarah masa lalu, dan Bali dengan adat istiadatnya.
Jika Anda terpilih menjadi Gubernur Aceh, program prioritas apa saja yang Anda lakukan dalam 100 hari pertama?
100 hari adalah waktu yang relatif singkat sehingga saya tidak mau berekspektasi secara berlebihan.

Langkah konkrit dan nyata yang akan saya lakukan adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan layanan dasar, seperti penyelenggaraan Pendidikan, pelayanan Kesehatan,
Perlindungan Masyarakat dan pelayanan di bidang Sosial. Selain itu, guna menggerakkan perekonomian Masyarakat, saya akan mengkonsolidasikan dan mendorong OPD/SKPA untuk melakukan akselerasi kegiatan dan realisasi anggaran sehingga dapat menimbulkan multiplayer effect pada berbagai sektor. (*)
Baca juga: VIDEO - Ribuan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal di Kediaman HRD
Calon Gubernur Aceh
H Ruslan Daud
Anggota DPR RI
PKB
PKB Aceh
Partai Kebangkitan Bangsa
Serambinews
HRD
Suara Parlemen
Senator Darwati Minta Tambahan Anggaran untuk Aceh & Pertanyakan Status Blang Padang kepada Menkeu |
![]() |
---|
Soal 4 Pulau Aceh Dialihkan ke Sumut, Azhari Cage: Ini Perlakuan Kesewenangan Pusat Terhadap Aceh |
![]() |
---|
HRD Kawal Pembangunan Tol Trans Sumatera, Termasuk Jalan Tol Sigli-Langsa |
![]() |
---|
HRD dan Sayuti Bersinergi Bahas Pembangunan Lhokseumawe |
![]() |
---|
HRD Puji Kinerja Kainduk PJR Tol Cikampek dan Tim, Minta Pengendara Arus Balik Utamakan Keselamatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.