Konflik Palestina vs Israel
Keluarga Sandera AS-Israel: Netanyahu Jangan Pidato di Kongres Sebelum . .
Keluarga sandera Amerika-Israel yang ditawan di Gaza memperingatkan Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu agar tidak menyampaikan pidato di Kongres
Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Keluarga sandera Amerika-Israel yang ditawan di Gaza memperingatkan Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu agar tidak menyampaikan pidato di Kongres akhir minggu ini.
Hal itu bila yang tidak menyertakan pengumuman bahwa kesepakatan penyanderaan telah dicapai dengan Hamas.
"Kami memandang pidato apa pun yang bukan pengumuman penandatanganan dan penutupan kesepakatan penyanderaan sebagai kegagalan total," kata Jon Polin dalam jumpa pers bersama delapan kerabat sandera Amerika lainnya yang berada di Washington dilansir dari Times of Israel, Senin (22/7/2024)
Diketahui pidato Netanyahu di hadapan sidang gabungan Kongres dijadwalkan pada Rabu ini.
Putra Polin, Hersh termasuk di antara delapan warga negara Amerika yang diculik selama serangan Hamas pada 7 Oktober, bersama dengan 108 lainnya yang masih ditawan di Gaza.
Pesannya ditegaskan kembali oleh keluarga sandera Amerika dalam pertemuan terpisah yang diadakan Netanyahu sendiri dan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan pada Senin malam.
"Kami sepenuhnya berharap bahwa pidatonya akan menjadi pengumuman kesepakatan penyanderaan yang telah lama kita nantikan," tambah Polin saat konferensi pers.
Baca juga: Kena Azab! Israel Makin Dikucilkan Dunia, Mahkamah Internasional Vonis Sebagai Penjajah
Baca juga: Israel Kebobolan, Drone Canggih Milik Houthi Yaman Gempur Tel Aviv Tanpa Terlacak Radar
Ketika ditanya apa yang membuatnya membuat prediksi seperti itu, Polin mengakui bahwa ia belum diberi pengarahan tentang isi pidato Netanyahu.
Namun, ia menunjuk pada dukungan untuk kesepakatan dari lembaga keamanan Israel dan publik, yang menurut jajak pendapat baru-baru ini mendukung pembebasan sandera dan perjanjian gencatan senjata daripada melanjutkan perang, 67 persen berbanding 26 persen.
"Setelah semua seruan untuk kesepakatan di Israel, saya mengambil isyarat itu dan mengatakan bahwa jika dia terbang ke Washington di tengah-tengah semua itu, itu pasti karena dia ada di sini untuk mengumumkan kesepakatan," kata Polin.
Netanyahu, yang tiba di Washington pada Senin kemarin, mengatakan kepada wartawan sebelum meninggalkan Israel bahwa ia akan menggunakan pidato tersebut untuk mencoba dan menguatkan dukungan bipartisan yang sangat penting bagi Israel.
"Saya akan memberi tahu teman-teman saya di kedua kubu bahwa terlepas dari siapa pun yang dipilih rakyat Amerika sebagai presiden berikutnya, Israel tetap menjadi sekutu Amerika yang sangat diperlukan dan kuat di Timur Tengah," kata Netanyahu.
Sementara Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan pada Jumat lalu memprediksi, pidato Netanyahu tidak akan meniru pidato terakhir yang disampaikannya pada sidang gabungan Kongres pada tahun 2015.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.