Jumat, 10 April 2026

Konflik Palestina dan Israel

Mayoritas Pasukan Israel Ingin Gencatan Senjata, Sudah Lelah Hadapi Hamas di Gaza

Sebuah survei yang diterbitkan media Israel mengungkapkan mayoritas atau sekitar 62 persen pasukan Israel ingin gencatan senjata dilakukan.

Editor: Amirullah
TRIBUNNEWS
MENANGIS - FOTO FILE Seorang tentara Israel dari Brigade Golani (pasukan infanteri IDF) menangis saat menghadiri pemakaman Komandannya, Max Steinberg, pada 23 Juli 2014. (TRIBUNNEWS) 

SERAMBINEWS.COM - Update konflik di Gaza Hamas vs Israel.

Pasukan Israel tampaknya sudah mulai lelah menghadapi pasukan Hamas memasuki hari ke-290.

Sebuah survei yang diterbitkan media Israel mengungkapkan mayoritas atau sekitar 62 persen pasukan Israel ingin gencatan senjata dilakukan.

Mereka juga mendukung penandatanganan perjanjian pertukaran sandera, dilansir Al Mayadeen.

Sementara itu, 14,4 persen lainnya bersikukuh masih ingin meneruskan serangan ke Gaza dan 7,6 persen lainnya tak punya pendapat.

Survei ini dilakukan saat ribuan warga Israel mendesak para pemimpin Israel untuk menerima kesepakatan pertukaran sandera.

Keluarga sandera Israel menyalahkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas keterlambatan dalam mencapai kesepakatan dan pembebasan para tawanan.

Situasi para sandera Israel di Jalur Gaza tak jelas karena pengeboman tanpa pandang bulu yang dilakukan pasukan Israel terus membahayakan nyawa mereka.

Radio Tentara Israel sebelumnya melaporkan, sejauh ini ada 47 dari 120 sandera Israel di Gaza telah dinyatakan tewas.

Selain itu, laporan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, baru-baru ini mengungkapkan tahanan Alex Dancyg dan Yagev Buchstab yang dinyatakan tewas pada pada Senin (22/7/20204), sebenarnya terbunuh dalam operasi militer Israel di Khan Younis di Jalur Gaza selatan awal tahun lalu.

Netanyahu Minta Perwakilan Berangkat ke Qatar

Sementara itu, komentator urusan politik untuk Perusahaan Penyiaran Israel (KAN), Gili Cohen, mengatakan Netanyahu telah meminta delegasi perundingan untuk melakukan perjalanan ke Qatar.

Hal ini dilakukan Netanyahu setelah berdiskusi dengan pejabat militer dan keamanan Israel.

Cohen mengungkapkan, "Pada akhir konsultasi keamanan luar biasa yang berlangsung enam jam dan membahas masalah dokumen Israel mengenai kesepakatan sandera, gencatan senjata, dan isu-isu strategis lainnya, Kantor Perdana Menteri mengumumkan delegasi Israel akan berangkat pada Kamis (25/7/2024), untuk melanjutkan negosiasi."

Dikutip dari Palestine Chronicle, Cohen juga menyebutkan pejabat Israel yang terlibat negosiasi itu termasuk Kepala Staf IDF, Herzi Halevi; Kepala Mossad, David Barnea; dan Kepala Shin Bet, Ronen Bar.

Kabarnya, agenda tersebut mencakup implikasi dari perjanjian pertukaran tahanan dan perjanjian gencatan senjata di Front Utara (melawan Hizbullah) dan masalah-masalah dengan Angkatan Bersenjata Yaman, serta masalah-masalah strategis lainnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved