Jumat, 24 April 2026

Konflik Palestina dan Israel

Mayoritas Pasukan Israel Ingin Gencatan Senjata, Sudah Lelah Hadapi Hamas di Gaza

Sebuah survei yang diterbitkan media Israel mengungkapkan mayoritas atau sekitar 62 persen pasukan Israel ingin gencatan senjata dilakukan.

Editor: Amirullah
TRIBUNNEWS
MENANGIS - FOTO FILE Seorang tentara Israel dari Brigade Golani (pasukan infanteri IDF) menangis saat menghadiri pemakaman Komandannya, Max Steinberg, pada 23 Juli 2014. (TRIBUNNEWS) 

Komentator urusan militer Channel 13, Alon Ben David, menuturkan, "Diskusi dengan Perdana Menteri adalah diskusi strategis yang berlangsung beberapa jam dan membahas kemungkinan kesepakatan tahanan, tetapi juga situasi di semua lini."

"Jelas bagi semua pihak, kesepakatan tahanan di Gaza adalah langkah pertama dalam inisiasi negosiasi dan landasan yang mempengaruhi seluruh wilayah," urai dia.

David juga mencatat, tanpa kesepakatan pertukaran tahanan, pemukim Israel tidak akan bisa kembali ke Israel utara, di tengah berkurangnya kepercayaan terhadap keamanan dan militer, sedangkan Netanyahu terus fokus pada Gaza sampai pemilu AS selesai.

Al Mayadeen melaporkan, sumber-sumber di lembaga keamanan Israel khawatir "kehilangan lebih banyak waktu akan menyebabkan kita kehilangan kendali dalam kesepakatan pertukaran tahanan, khususnya koridor Netzarim," seperti yang diungkapkan oleh laporan Israel pada Sabtu (20/7/2024).

Keluarga Sandera Israel Desak Netanyahu

Pada Sabtu lalu, ribuan warga Israel menghadiri unjuk rasa mingguan di Tel Aviv dan lokasi lainnya, mendesak Netanyahu untuk tidak pergi ke Ameirka sebelum kesepakatan pertukaran sandera selesai.

Netanyahu sendiri berangkat menuju Amerika pada Minggu (21/7/2024) malam, dilansir The Times of Israel.

Forum Sandera dan Keluarga Hilang telah meluncurkan kampanye yang menuntut Netanyahu tetap berada di Israel untuk melanjutkan perundingan dengan Hamas guna mencapai gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera.

Pada Jumat (19/7/2024) malam, anggota Forum mengadakan makan malam tradisional Shabbat di luar rumah Netanyahu di Kaisarea.

"Jika Anda setuju dengan kesepakatan itu, ini bisa menjadi Shabbat terakhir mereka dalam tahanan," tulis organisasi itu di X, yang sebelumnya bernama Twitter.

"Amerika bisa menunggu, tapi 120 sandera tidak bisa. Pertama-tama, buat kesepakatan, lalu sampaikan pidato Anda!" lanjut dia.

Desakan terhadap Netanyahu juga datang dari keluarga Amerika yang anggotanya disandera di Gaza.

Mereka mendorong Netanyahu untuk mengumumkan dalam pidatonya di depan Kongres, Rabu (24/7/2024), ia akan menerima kesepakatan gencatan senjata Presiden AS, Joe Biden.

Dikutip dari The Hill, delapan dari 120 sandera di Gaza adalah warga Amerika Serikat.

Biden mengatakan Israel dan Hamas pada prinsipnya telah menerima kesepakatan gencatan senjata tiga fase dan berupaya untuk menyelesaikan rincian akhir dan logistik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved