Luar Negeri
Elektabilitas Kamala Harris Unggul Tipis Kalahkan Donald Trump
Menurut jajak pendapat atau Quick Count sementara yang digelar Reuters/Ipsos, posisi Kamala Harris unggul tipis dua poin persentase dibandingkan Trump
Tak tanggung-tanggung Trump bahkan bersedia melakukan lebih dari satu debat demi menunjukan kekuatan elektabilitasnya, mengalahkan Kamala Harris yang ditunjuk langsung oleh Joe Biden untuk maju menggantikan posisinya di bursa Pilpres.
"Saya ingin melakukannya. Saya pikir itu penting," kata Trump pada 23 Juli, dalam panggilan telepon dengan wartawan.
“Saya sebenarnya bersedia melakukan lebih dari satu debat,” imbuh Trump dikutip dari The Straits Times.
Perwakilan kampanye Harris tidak segera menanggapi permintaan komentar debat capres dengan Donald Trump, namun apabila nantinya partai Demokrat resmi mengusung Kamala Harris maju ke bursa Pilpres AS 2024 maka kemungkinan besar Haris dan Trump akan bertemu di bulan September dalam acara debat capres yang diselenggarakan oleh ABC News.
Merespon penunjukan Kamala Harris sebagai calon capres dari partai Demokrat, Trump dan sekutu-sekutunya sesuambar bisa mengalahkan Harris, mereka mengaitkan Wapres AS itu dengan rekam jejak Biden dalam jabatannya, yang buruk dalam menangani masalah terkait imigrasi dan inflasi.
"Dia jauh lebih radikal dibandingkan Biden. Jadi saya pikir dia seharusnya lebih mudah dibandingkan Biden, karena dia sedikit lebih mainstream, tapi tidak seberapa," ujar Trump.
Trump menegaskan Kamala Harris oleh Partai Demokrat tidak mempengaruhi program kampanyenya, ia menganggap Harris lebih tidak kompeten dalam semua hal.
Terlebih jika Harris menjadi presiden, semua kebijakan yang diterapkannya kemungkinan besar tidak akan jauh berbeda dengan kebijakan Joe Biden yang merugikan negara AS.
"Hasil jajak pendapat menyebutkan saya akan lebih baik melawan dia daripada Biden," ucap Trump.
Strategi Kamala Harris di Pilpres
Penunjukan Kamala Haris oleh Biden bukan tanpa alasan, Biden menilai Harris sebagai sosok pasangan terbaik . Oleh karenanya Biden ingin Harris maju menggantikannya melawan Trump dan membawa kemenangan bagi Demokrat.
Pasca ditunjuk maju Biden, Kamala mengaku terhormat bisa mendapatkan dukungan tersebut. Dia bertekad akan memanfaatkan dukungan itu untuk mengalahkan Donald Trump dalam gelaran pemilihan Presiden AS mendatang.
"Saya merasa terhormat atas dukungan Presiden dan niat saya adalah untuk meraih dan memenangkan nominasi ini," kata Haris.
Menurut juru bicara kampanye Harris, Ammar Moussa, sang wakil presiden AS tersebut akan menekankan pengalaman di bidang hukumnya ini dalam pertarungannya dengan Trump.
Saat ini, isu hak aborsi adalah salah satu yang paling berpengaruh kuat untuk digunakan dalam kampanye Harris.
| Kebakaran Besar Hanguskan Ribuan Rumah di Sabah Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Terdampak |
|
|---|
| Satu Tentara UNIFIL Prancis Tewas dan 3 Terluka dalam Serangan di Lebanon, Macron Desak Usut Tuntas |
|
|---|
| Serangan Israel Tewaskan 13 Orang di Lebanon Menjelang Gencatan Senjata |
|
|---|
| Gencatan Senjata 10 Hari Berlaku di Lebanon, Ribuan Pengungsi Mulai Pulang |
|
|---|
| Presiden Brasil Kritik Keras AS: Lula Sebut Trump Tak Berhak Mengancam Negara Lain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Donald-Trump-mengaku-siap-berduel-dengan-Kamala-Harris.jpg)