Perang Gaza

20 Mayat Membusuk Ditemukan setelah Israel Menarik Diri dari Rafah dan Khan Younis

Militer Israel mulai menarik diri dari bagian timur Khan Younis tadi malam. Terjadi serangan udara dan artileri hebat yang berlangsung hampir sepanjan

Editor: Ansari Hasyim
AFP
Seorang anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa memeriksa sekolah PBB yang menampung pengungsi yang terkena pemboman Israel di Nuseirat, di Jalur Gaza tengah, pada 6 Juni 2024, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Hamas Palestina. 

SERAMBINEWS.COM - Warga Palestina kembali ke Khan Younis setelah diusir secara paksa minggu lalu akibat serangan baru Israel.

Invasi tersebut menyebabkan sedikitnya 180.000 warga Palestina mengungsi dalam empat hari pertama, dan banyak yang terpaksa meninggalkan harta benda mereka, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina telah merilis rekaman yang memperlihatkan mayat-mayat membusuk di jalan-jalan Khan Younis.

Al Jazeera Arabic melaporkan bahwa sedikitnya 20 mayat yang membusuk telah ditemukan dari Rafah dan wilayah timur Khan Younis di Gaza selatan menyusul penarikan mundur Israel dari wilayah tersebut.

Militer Israel mulai menarik diri dari bagian timur Khan Younis tadi malam. Terjadi serangan udara dan artileri hebat yang berlangsung hampir sepanjang malam, sampai-sampai orang-orang mendapat kesan bahwa operasi militer meluas ke daerah yang lebih jauh ke pusat dan bagian barat kota.

Baca juga: Tahanan Palestina Dirudapaksa Beramai-ramai Tentara Israel di Penjara Sde Teiman di Gurun Negev

Namun hingga dini hari tadi, militer Israel telah mundur dari seluruh wilayah timur Khan Younis.

Namun, belum ada komentar atau pernyataan resmi dari militer Israel tentang berakhirnya operasi militer di Khan Younis timur, yang membuatnya cukup berisiko.

Kekhawatiran meningkat bahwa mungkin ada serangan berulang atau serangan mendadak seperti yang terjadi sembilan hari lalu ketika militer Israel tiba-tiba mulai menyerang bagian timur Khan Younis, tanpa memberikan peringatan sebelumnya kepada warga sipil.

Setelah sembilan hari pemboman, militer Israel meninggalkan jejak kehancuran dan kerusakan pada semua sarana kehidupan, termasuk fasilitas umum, layanan sosial, dan fasilitas di seluruh kota.

Orang-orang yang kembali ke rumah tinggal mereka menggambarkan apa yang mereka lihat sebagai "mengerikan".

Mereka mengatakan bahwa mereka kembali ke tanah terlantar yang tidak layak huni.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved