Pilkada 2024
Survei Indomatrik: Potensi Head to Head Muhammad Nazar VS Muzakir Manaf di Pilkada 2024
Perhelatan pemilihan kepala/ wakil kepala daerah (Pilkada), khsususnya untuk pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh yang akan digelar pada 27....
SEARAMBINEWS.COM, JAKARTA - Perhelatan pemilihan kepala/ wakil kepala daerah (Pilkada), khsususnya untuk pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh yang akan digelar pada 27 November 2024 menunjukkan perbedaan yang jauh dari apa yang pernah terjadi dalam pemilihan gubernur/ wakil gubernur sebelumnya.
Dari sisi jumlah kandidat terus terjadi penurunan sejak 2006 hingga pilkada terakhir pada tahun 2017.
Survei Indometrik, seperti dituturkan Direktur Eksekutif Indomatrik, Husin Yazid, Senin, (29/7/2024), menyatakan, berdasarkan fakta-fakta perilaku sosial politik terkini di lapangan seluruh Aceh, menunjukkan potensi pertarungan head to head antara Muhammad Nazar melawan Muzakkir Manaf.
Sebagaimana ditemukan di lapangan oleh Indometrik, figur Muhammad Nazar dan Muzakkir Manaf merupakan dua sosok yang sangat simbolis serta mengakar sejak lama.
Sebagaimana dapat ditemukan di berbagai media maupun informasi warga Aceh, Muhammad Nazar telah populer sejak 1999 sebagai tokoh pejuang sipil, sedangkan Muzakkir Manaf mulai dikenal sejak menjadi panglima gerilyawan GAM setelah menggantikan almarhum Abdullah Syafii dalam tahun 2002.
Keduanya juga pernah menjadi wakil gubernur dengan kualitas dan hasil kepemimpinan yang sangat berbeda tetapi perasaan bersama sosial politik Aceh masih menginginkan tokoh-tokoh perjuangan Aceh semasa konflik yang tetap akan memimpin Aceh sebagai gubernur meskipun sebagian besar warga Aceh juga sepakat untuk menilai sisi kompetensi kepemimpinan, relijiusitas, intelektualitas dan penguasaan ilmu pengetahuan, visi misi dan solusi, pengalaman, program kerja, integritas dan kejujuran, prestasi, keberanian dan lain-lain yang harus dimiliki para calon.
Adapun figur-figur selain sosok Muhammad Nazar dan sosok Muzakkir Manaf seperti dapat ditemukan dari perilaku dan keinginan yang ditunjukkan penduduk Aceh diberbagai kabupaten/ kota yang ikut disurvei, lebih diinginkan untuk menjadi para calon wakil gubernur seperti nama figur H Sudirman/ Haji Uma, Ruslan Daud, HM Yusuf Abdul Wahab/ Tu Sop, Kamararuddin Abu Bakar/ Abu Razak dan lain-lain.
Sebagaimana telah dipublikasikan Indomatrik selama beberapa hari dalam minggu lalu, sesuai temuan di lapangan berbagai kabupaten/ kota seluruh Aceh membuktikan kesukaan dan keterpilihan terhadap sosok Muhammad Nazar dan Muzakkir Manaf masih mendominasi perolehan suara.
Indometrik memperkirakan kenyataan ini dapat saja berkelanjutan hingga hari pemungutan suara Pilgub Aceh 27 November 2024 mendatang.
Potensi kemenangan Muhammad Nazar juga sangat besar karena memperoleh suara kesukaan dan keterpilihan yang jauh lebih tinggi dari Muzakkir Manaf meskipun Muzakkir Manaf masih menang tipis dalam variabel popularitas.
Tingkat Keterkenalan Bacagub:
1. H Muzakir Manaf: 91,25 persen
2. H Muhammad Nazar: 89,75 %
3. H Sudirman/Haji Uma: 87,58 persen
4. H Ruslan Daud: 66,55 %
5. HM Nasir Jamil: 67,37 %
6. Tgk HM Yusuf A. Wahab/Tu Sop: 58,54 %
7. H TM Nurlif: 62,65 %
8. Dr H Darni M Daud: 58,37 %
9. Prof Dr Abdullah Tsani: 39,65 %
Dalam kategori kepopuleran, Muzakir Manaf sedikit lebih tinggi dibandingkan Muhammad Nazar dan Haji Uma.
Tingkat Kesukaan terhadap Bacagub:
1. H. Muhammad Nazar: 55,24 %
2. H Muzakir Manaf: 39,24 %
3. H Sudirman/H Uma: 32,45 %
4. H Ruslan Daud: 12,45 %
5. H Muhammad Nasir Jamil: 11,78 %
6. Tgk HM Yusuf A Wahab/Tu Sop: 11,46 %
7. H TM Nurlif: 9,35 %
8. Dr H Darni M Daud: 8,55 %
9. Prof Dr Abdullah Tsani: 7,35 %
Tingkat Elektabilitas Bacagub:
1. H Muhammad Nazar: 36,55 %
2. H Muzakir Manaf: 19,38 %
3. H Sudirman/H. Uma: 7,40 %
4. H Muhammad Nasir Jamil: 3,19 %
5. H Ruslan Daud: 2,85 %
6. Tgk HM Yusuf A Wahab/Tu Sop: 1,27 %
7. H TM Nurlif: 0,83 %
8. Dr H Darni M. Daud: 0,19 %
9. Prof Dr Abdullah Tsani: 0,19 %
Dari sisi survei elektabilitas atau keterpilihan menunjukkan masih terdapat cukup banyak pemilih yang belum menentukan dukungan atau pilihan mereka (swing voter), yaitu sebesar 28,18 % .
Perilaku ini terjadi diduga berkaitan dengan belum adanya ketetapan Partai-partai pengusung kepada sosok-sosok selain Muzakkir Manaf yang memiliki kursi cukup dari partainya sendiri yaitu PA bersama beberapa partai lain yang baru memberikan rekomendasi.
11 Daerah Bakal Gelar Pemungutan Suara Ulang karena Adanya Pelanggaran, Kapan Akan Dilaksanakan? |
![]() |
---|
KIP Kota Langsa Mulai Rekap Hasil Perolehan Suara Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Sosok Mulkan Cabup Petahana Bangka juga Kalah Lawan Kotak Kosong, Pernah Jadi Anggota DPRD 2 Periode |
![]() |
---|
Mulkan-Ramadian juga Kalah Lawan Kotak Kosong di Kabupaten Bangka Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Sosok Maulan Aklil, Calon Wali Kota Pangkalpinang Dikalahkan Kotak Kosong di Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.